banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Workshop dan Dialog : IKONIK DUNIA KARTUN INDONESIA

 

 Oom Pasikom 1 (1)

Serangkaian Pameran Kartun GM Sudarta “50 Tahun Kesaksikan Oom Pasikom”, yang berlangsung 29 Agustus – 6 September 2017 di Bentara Budaya Bali (BBB), diselenggarakan pula sebuah workshop dan dialog. Acara yang menghadirkan narasumber kartunis Jango Pramartha (Ketua Indonesian Cartoonist Association 2005-2010) ini, digelar Rabu (6/9) pukul 18.00 WITA di Jalan bypass Prof. Ida Bagus Mantra No. 88A, Ketewel, Gianyar.

 

Gianyar (Metrobali.com)-

Workshop dan Dialog kali ini mengetengahkan tajuk “Ikonik Dunia Kartun Indonesia”. Akan dibincangkan sejarah panjang dunia kartun Indonesia, terutama sosok ikonik kartun Indonesia yang sohor dan diterbitkan di media massa, semisal: Oom Pasikom (karya GM Sudarta), Wayang Mbeling (Gunawan Pranyoto), Panji Koming (Dwi Kundoro), dan Si Keong (Pramono R. Pramoedjo). Termasuk pula sosok ikonik buah karya kartunis Bali, semisal: Si Gug (Jango Pramartha), Sangut Delem (Gus Martin), Bang Nus (Cece Riberu), Brewok (Gun Gun), Mr. Bali (Surya Dharma), dan Si Sompret (Wayan Sadha).

Tokoh-tokoh rekaan yang menjadi ikonik dunia kartun itu, terbukti bukan hanya menunjukkan capaian seni rupa penciptanya melainkan juga mencerminkan kecerdasan, sikap kritis, serta idealisme para kartunis tersebut.

Jango Pramartha, pendiri majalah kartun Bog Bog, akan berbagi pengalaman dan pemahaman seputar sosok-sosok ikonik dunia kartun Indonesia, berikut proses cipta dan latar sosial kultural kelahirannya, tak ketinggalan proses kreatif para kreatornya. Didialogkan pula tantangan dan peluang  dunia kartun Indonesia kini serta mendatang di tengah serbuan komik-komik asing dari Jepang, Perancis, dan lain-lain.

Bagi Bali sendiri, sedini tahun 1920-an sudah bersentuhan dengan kartunis dunia, yakni melalui Miguel Covarrubias (Mexico) yang sempat berkelana dan bermukim di pulau ini serta menghasilkan sebuah buku sohor Island of Bali.

Kartun karya Jango Pramartha pernah menjadi kajian studi di Murdoch University dan London Metropolitan University. Ia juga diundang Murdoch University sebagai pembicara sekaligus berpameran dalam rangka Pameran Asia Research Centre pada 1994. Pameran bertema Bali Sing Ken-Ken itu kemudian dilakukan di Sydney, Melbourne, Selandia Baru, Amsterdam, dan Paris.

Secara rutin, Murdoch University dan London Metropolitan University juga berlangganan Bog-Bog, majalah kartun karya Jango dan teman-temannya di Bali. Pada 2003, majalah itu meraih penghargaan MURI sebagai majalah kartun pertama di Indonesia yang berbahasa Inggris dan berlatar belakang budaya Bali. Hingga kini, Bog Bog telah beberapa kali menjadi official magazine festival seni dan konferensi internasional yang diselenggarakan di Bali.

Jango Pramartha lahir pada 21 Desember 1965. Ia menyelesaikan S1 di PSSRD Universitas Udayana, kemudian melanjutkan studi di University of Western Australia (UWA). Selain sebagai kartunis, ia kini juga aktif di dunia fine art. Ia sempat menjadi menjadi kontributor harian Bali Post dan The Jakarta Post serta menjabat sebagai Ketua Indonesian Cartoonist Association atau yang kini disebut PAKARTI (2005-2010). Kini, ia aktif sebagai pengajar di Institut Seni Indonesia Denpasar. RED-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *