banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Pasca Kasus Pencurian, Ini Alasan Krama Nyanglan Gelar Tawur Agung

nyanglan.1

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta, Camat Banjarangkan, Ida Bagus Ketut Mas Ananda  ikut menyaksikan  upacara Melaspas Pratima serta Pecaruan Manca Kelud dan Tawur Agung, Sabtu (2/9/2017).

 Klungkung (Metrobali.com)-

Pasca kasus pencurian yang terjadi di Pura Punjung Sari, Desa Pakraman Nyanglan, Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, krama setempat kembali membuat Pratima ‘Rambut Sedana’. Untuk menyucikannya, krama menggelar upacara Melaspas Pratima serta Pecaruan Manca Kelud dan Tawur Agung, Sabtu (2/9/2017).

 Menyaksikan jalannya upacara hadir Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta, Camat Banjarangkan, Ida Bagus Ketut Mas Ananda, perangkat Desa Dinas, Prajuru Desa Pakraman, tokoh masyarakat serta krama Desa setempat. Upacara Melaspas Pratima, Pecaruan Manca Kelud dan Tawur Agung dipuput dua sulinggih. Masing-masing Ida Pedanda Gede Jelantik Putra Manuaba dari Geriya Nyanglan, Banjarangkan dan Ida Pedanda Gede Nyoman Jelantik dari Geriya Nongan, Karangasem.

 Wakil Bendesa Desa Pakraman Nyanglan, Ketut Catur menyampaikan, upacara Melaspas Pratima serta Pecaruan Manca Kelud dan Tawur Agung ini serangkaian Karya Ngenteg Linggih dan Pujawali di Pura Punjung Sari yang akan dilaksanakan pada rahina Buda Wage Ukir, Rabu (6/9/2017) mendatang.

Menurut Catur, digelarnya upacara tersebut setelah sebelumnya sempat terjadi kasus pencurian di Pura setempat. Dalam kejadian yang terjadi tujuh bulan lalu ini, sepasang Pratima berupa Rambut Sedana berhasil digondol maling termasuk tiga pasang bunga emas. “Dalam kejadian terasebut dua buah pratima Rambut Sedana dan tiga pasang bunga emas hilang,” sebutnya.

 Berdasarkan kesepakatan, krama akhirnya kembali membuat Pratima ‘Rambut Sedana’ untuk distanakan di Pura Punjung Sari termasuk dibuatkan suatu upacara. “Upacara ini untuk menyucikan Pratima dan lingkungan Pura,” imbuhnya.

 Pelaksanaan upacara kemarin berjalan hikmad. Upacara diakhiri dengan persembahyangan bersama. Bupati Suwirta berharap upacara yang digelar krama Desa Pakraman Nyanglan dapat berjalan lancar dan labda karya. Diakhir prosesi, Bupati juga menghaturkan punia yang diterima panitia upacara. NOM-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *