banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

14 Tahun Sinar Pelangi Center, Dirayakan Dengan Persembahyangan Bersama

IMG-20170831-WA0047Anggota Sinar Pelangi Center dan Koperasi Sinar Pagi, berfoto bersama usai perayaan Hutnya.

Tabanan (Metrobali.com)-

Komunitas penghobi berkomunikasi frekwensi 14606 Mhz yang menamakan diri “Sinar Pelangi Center”, merayakan ulang tahunnya yang ke-14. Perayaan dilakukan cukup sederhana dengan tiup lilin kue tart dan potong tumpeng ini, diawali dengan persembahyangan bersama yang dilaksanakan di Kahyangan Jagat Pura Pucak Geni di Desa Pekraman Seribupati.

“Kami komunitas senang hobi berkomunikasi melalui frekwensi sehingga bisa terwujudnya repeater ini atas dukungan dari teman-teman untuk mendirikan repeater untuk memudahkan komunikasi”, ungkap Ketua Sinar Pelangi Center (SPC), Wayan Murdika Yasa, usai perayaan Hut ke-14 SPC, Rabu (30/08) di wantilan Pura Pucak Geni. Ditambahkan, input dari repeater ini dari yang kecil kemudian dipancarkan menjadi luas dan yang menggunakan frekwensi ini adalah anggota dari SPC dan calon anggotanya sehingga dapat memudahkan dan melancarkan komunikasinya lewat udara. “Ini frekwensi 14606 Mhz yang  frekwensinya Orari tetap kami gunakan komunikasi lewat repeater”, ujarnya didampingi anggota SPC lainnya. Diungkapkannya juga, dari repeater ini, SPC juga memanfaatkannya untuk membantu program-program pembangunan pemerintah khususnya yang berada di wilayah desa pekraman Marga, lewat kegiatan-kegiatan adat dan budaya.

“Saat upacara pemelisan, jadi dilakukan komunikasi ini melalui perangkat desa yaitu pecalang sehingga dapat melayani kelancaran upacara”, jelasnya. Jumlah anggota SPC saat ini, 79 orang dari desa pekraman Marga dan juga dari Denpasar dan Tegalalang Gianyar. Selama perjalanan organisasi SPC selama 14 tahun, sudah banyak dikenal oleh masyarakat utamanya diantara komunitas “breaker”. “Kami juga telah banyak mengikuti berbagai event-event yang diadakan oleh omni dan piagam juga telah banyak kami dapat”, ungkap pria yang juga seorang wiraswasta ini. Untuk merekatkan jalinan diantara anggota SPC, dikatakan secara finansial mencoba merintis sebuah gagasan membentuk koperasi yang sudah berjalan setahun. “Kami bersama teman-teman berinisiatif untuk mempersatukan anggota kami membangun koperasi simpan pinjam, sesuai visi misi komunitas kami yaitu membantu memperlancar perekonomian masyarakat”, terangnya.

Meski baru berjalan setahun, koperasi yang diberi nama Koperasi Sinar Pagi ini, sudah memiliki aset Rp 70 juta dan laba yang berhasil diraup hingga akhir Juli tahun ini sebesar Rp 8 juta. “Koperasi Sinar Pagi kami bentuk setahun lalu. Kami kelola koperasi ini masih bersifat sistem arisan dan ke depan akan kami urus legalitasnya agar bisa berbadan hukum”, ucapnya. Sementara itu, salah seorang anggota SPC yang juga salah satu pendiri Koperasi Sinar Pagi, I Gusti Ketut Putra, menyatakan bersyukur atas perayaan Hut ke-14 SPC sekaligus sebagai ajang silahturahmi diantara anggota komunitas ini.

“Anggota koperasi juga anggota komunitas SPC meski tidak semuanya. Kami harapkan jumlah anggota SPC terus bertambah begitu juga koperasinya”, ujar pria yang juga sebagai Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Bali ini sembari menambahkan pendirian koperasi ini dengan operasional sederhana dan respon dari anggota SPC juga sangat tinggi. I Gusti Ketut Putra yang juga sebagai Ketua Koperasi Sinar Pagi ini, terbentuknya koperasi ini telah sangat membantu anggotanya di dalam pengembangan ekonomi di pedesaan. “Melihat antusias dari anggota dan masyarakat, ke depan kami akan mengupayakan koperasi ini berbadan hukum sehingga kinerjanya akan menjadi lebih profesional dan semakin dapat mensejahterakan anggotanya”, imbuhnya.  GA-MB 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *