banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Jelang IMF, Pusat Kebut Pengerjaan Proyek TPA Suwung

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan

Denpasar, (Metrobali.com)-

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan mengungkapkan, pengerjaan TPA Suwung akan segera dilakukan oleh tiga investor dan ditargetkan pada Agustus 2018 sudah rampung.

“Suwung ini setelah 5 tahun kita tuntasin tadi dengan Wagub (red, I Ketut Sudikerta) dengan kota Denpasar dan tiga kabupaten mulai minggu depan itu pengerjaan dari landscape 22,4 hektar akan dikerjakan minggu depan sehingga Agustus depan selesai,” tukasnya di Denpasar, Kamis (24/8).

Pada saat bersamaan nantinya akan dibuat tender terbatas sehingga Bali sebagai tujuan pariwisata dunia akan bersih dari aroma sampah karena dikelola secara profesional.

“Tender terbatas itu Keppres sudah kita buat jangan kayak dulu 24 perusahaan tak jelas ikut sekarang ini yang menang itu tiga investor yang harus kerja dan harus selesai dalam waktu 2,5 tahun saya belum liat jumlahnya berapa. Saya belum tau, tadi gubernur dan walikota sudah saya kasi tau yang sekarang harus dikerjakan secara profesional,” tandasnya.

Sekedar informasi, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) atau TPA Suwung pengelolaannya diserahkan ke Badan Pengelola Kebersihan Sarbagita (BPKS). Badan yang telah dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bersama 4 Kepala Daerah dan Gubernur Bali yang bertugas melakukan kemitraan dengan investor.

Pengelolaan oleh BPKS merupakan hasil rapat koordinasi tentang pengelolaan sampah Bali dalam rangka menghadapi IMF-World Bank Annual Meeting 2018 di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta beberapa waktu lalu.

Sebelummya, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali menyebut banyak investor yang akhirnya mundur lantaran disebabkan banyak hal, diantaranya ketidakcocokan harga listrik menghambat niat investor untuk menggarap proyek ini.

Saat ini, pengolahan sampah di TPA Suwung hanya sedikit yang menggunakan sistem “semi sanitary landfill”, sedangkan mayoritas dengan “open dumping”.

Pengerjaan proyek tersebut sudah sewajarnya dilakukan mengingat volume sampah di TPA Suwung sudah mencapai sekitar 20 juta ton. Setiap hari sampah yang masuk mencapai 900—1.200 ton. SIA-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *