banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Polda Bali Klarifikasi Isu Tiga WNA Timur Tengah Penyerang Brimob

hengky widjaya 4Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja (kiri) dan Direktur Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol Sang Made Mahendra Jaya (kanan).
Denpasar (Metrobali.com)-
Direktur Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol Sang Made Mahendra Jaya mengklarifikasi terkait beredarnya sketsa wajah tiga WNA diduga perawakan Timur Tengah pelaku penyerang dan perampas senjata jenis SS1 V1 (red, sebelumnya ditulis AK 101), milik anggota Brimob Polda Bali Brigadir I Bagus Suda Suwarna pada Selasa (8/8) lalu saat tugas pengamanan di Hotel Ayana, Kuta Selatan, Badung, Bali.
Sampai saat ini Polda Bali mengaku masih fokus melakukan penyelidikan, dan belum menyimpulkan terduga pelaku. Pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari saksi korban yang hingga saat ini masih dirawat di RS Trijata, Polri.

Setelah mendapatkan keterangan dari saksi korban barulah mencocokan dengan bukti keterangan saksi-saksi lain, dan memeriksa CCTV. Adapun sketsa wajah dan himbauan dari Kapolsek Kuta Selatan yang beredar di media sosial pihaknya mengaku tidak mengetahuinya.
Hasil pemeriksaan sementara baru bisa dipastikan jika motifnya adalah pencurian dengan kekerasan. Saat ini pihaknya memgaku masih melakukan pendalaman terkait keterangan korban yang masih berubah-ubah.
Keterangan yang berubah-ubah itu, katanya lantaran korban mengalami muntahan darah. Sementara soal muntahan darah korban, pihaknya memastikan bahwa tidak ada indikasi korban diracun. Pun soal masalah pribadi lainnya polisi masih mendalaminya. Kesulitan yang dialami Polda Bali lantaran minimnya alat bukti dan keterangan korban yang tidak konsisten serta minimnya saksi lain di lokasi.
“Kami masih dalam tahap analisa, kita belum pada kesimpulan, jadi saya hanya menyatakan mohon bersabar kami masih pelajari korban sendiri masih dirawat di RS. Jadi jangan dulu menyimpulkan kita belum tahu kejadiannya masalahnya yang tahu sebenarnya itu kan korban sendirian di TKP jadi yang tau itu korban sendiri, sekarang keterangan korban masih berubah-ubah, tidak konsisten,” terangnya di Mapolda Bali, Jumat (11/8).
Adapun beredarnya isu sketsa wajah tiga pelaku WNA Timur Tengah, pihaknya membantah jika ketiga orang tersebut adalah pelakunya. Pasalnya, keterangan dari korban masih berubah-ubah karena itu harus dipastikan terlebih dahulu kebenaran keterangan saksi korban, termasuk adanya perampasan senjata itu juga masih diseldiki apakah benar atau rekayasa.
“Itu tidak benar seperti foto yang beredar itu kasihan kan kalau itu tidak benar. Kita juga memastikan apakah benar terjadi peristiwa perampasan senjata itu, apakah dia mengada-ngada apakah benar adanya,” imbuh Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja.
Karena itu, pihaknya meminta dokter Polri untuk memeriksa Psikologi dari korban. Pasalnya keterangan korban masih berubah-ubah. “Kita minta dokter untuk periksa psikologi korban, soal dia bohong itu juga kita masih pelajari. SIA-MB 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *