banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Himpun Dana Koperasi Modus Anggota Fiktif, Mantan Dosen Diprodeo

Mantan Dosen Diprodeo

Mantan Dosen Diprodeo

Denpasar, (Metrobali.com)-

IMD (42), mantan dosen di salah satu Perguruan Tinggi di Denpasar asal Tegallalang, kabupaten Gianyar diamankan Polda Bali atas kasus penipuan di KSP Putra Amerta Jalan Sriwedari No.14 Banjar Tegallalang, Ubud Gianyar. Tersangka diketahui menjabat sebagai sekretaris atau pengelola di KSP tersebut.

“Jumlah nasabah sesuai dengan daftar yaitu penabung sebanyak 112 nasabah dan deposit sebanyak 218 nasabah. Namun yang melapor resmi sebanyak 22 nasabah,” ujar Kasubdit 2 Dit Reskrimum Polda Bali I Gede Nyoman Artha di Mapolda Bali, Kamis (10/8).
Menurutnya, koperasi tersebut berdiri sejak tahun 2004 dengan jumlah anggota fiktif. Modus pelaku melakukan penghimpunan dana dari masyarakat baik perorangan maupun kelompok tanpa ijin Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam bentuk tabungan dan simpanan berjangka dengan membentuk koperasi yang anggotanya fiktif. Selain itu pihaknya juga menghimpun uang titipan dari koperasi lainnya dengan kisaran nilai Rp 200 hingga Rp500 juta.
“Kasus ini sudah ditangani sejak 2015 lalu dan pada Oktober 2016 kemarin ditetapkan sebagai tersangka. Namun memang baru ditahan 24 Juli kemarin. Yang bersangkutan sendiri kooperatif,” imbuhnya.
Yang bersangkutan diamankan setelah salah seorang nasabah kesulitan menarik uangnya sejak Januari 2015. Bahkan suku bunga yang dijanjikan tidak pernah diberikan dengan alasan tidak ada dana. Sehingga korban mengadu kepada Dinas Koperasi Kabupaten Gianyar.
Sekedar informasi, koperasi KSP Putra Amerta dibentuk atas ide saksi I Wayan Suparsa. Namun dalam pengurusan ijinnya, IMD menyodorkan 20 orang anggota fiktif untuk mendapatkan status Badan Hukum Koperasi Simpan Pinjam. Namun, status ini juga tidak didukung oleh akta pendirian dari notaris, dan belum memiliki ijin operasional sebagai koperasi simpan pinjam. Dengan struktur kepengurusan yang tidak jelas.
Sedangkan besaran suku bunga yang ditawarkan dalam bentuk simpanan berjangka  atau deposito sebesar 12 hingga 14 persen pertahun. Tabungan biasa 0,75 persen per bulan. “Dana dinyatakan aman dan sewaktu-waktu dapat ditarik dengan mudah. Tidak ada penalty, diantar jemput suku bunganya dan tidak membohongi nasabah,” terangnya.
Sementara IWS yang merupakan Ketua KSP Putra Amerta merupakan calon tersangka. Sebab pihaknya tidak memberi teguran atau mengingatkan anggotanya terhadap sistem pengelolaan koperasi yang salah hingga menimbulkan kerugian sebesar mencapai Rp 15 Milyar.
Petugas pun menyita barang bukti antaralain bilyet simpanan berjangka, buku tabungan KSP Putra Amerta, satu unit sepeda motor, 5 bundel bukti kas masuk, buku tabungan bank BPD, 8 lembar dokumen Reliance Securitas, satu exemplar perjanjian perdagangan kontrak berjangka, 1 unit laptop merek Como, buku kredit dan buku deposit. Sejumlah empat orang saksi telah diperiksa atas kasus ini diantaranya dari pihak nasabah, Dinas Koperasi Gianyar, berseta dua orang saksi ahli.
Pelaku dijerat pasal 46 ayat 1 dan 2 juncto pasal 16 dan pasl 378 KUHP dan pasal 374 KUHP juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun.SIA-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *