banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

KBS Dorong Pembangunan Lembaga Pendidikan Hindu dari Tingkat Dasar Hingga Pendidikan Tinggi

 20170714_121917
Denpasar, (MetroBali.com) –
Basis Pendidikan Hindu di Indonesia dinilai masih sangat lemah. Keberadaan lembaga pendidikan bernuasa Hindu juga masih sangat minim. Padahal untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki karakter dan berintegritas sesuai dengan ajaran Agama Hindu, dibutuhkan lembaga pendidikan Hindu mulai dari tingkat dasar seperti PAUD/TK, SMP, SMA hingga pendidikan tinggi. Hal ini ditegaskan Anggota Komisi X DPR RI Dr.Ir. Wayan Koster, MM saat sebagai pembicara dalam seminar dengan tema; Peranan Alumni Peran Alumni Perguruan Tinggi Hindu Dalam Menjaga NKRI, yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, di Desa Wisata Kertalangu, Denpasar Timur, Jumat (14/7).
 Sedikitnya 300 orang Alumni IHDN Denpasar menghadiri seminar yang dibuka Rektor IHDN Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duja, M.Si didampingi Ketua Ikatan Alumni IHDN Denpasar Dr. Surya Pradnya. Pada kesempatan tersebut, KBS (Koster Bali Satu), demikian panggilan politisi PDI Perjuangan asal Desa Sembiran ini, mengungkapkan susahnya perjuangan untuk bisa mewujudkan lembaga pendidikan bernuasa Hindu, termasuk mendapatkan alokasi dana melalui Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama.  Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi pada salah satu Bab-nya mengatur tentang rumpun ilmu keagamaannya. Akan tetapi waktu itu hanya Ilmu Agama Islam saja yang diatur, padahal agama lain, Hindu, Kristen, Budha juga ada keilmuannya. Akhirnya terbit Peraturan Pemerintah  No. 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagaman.
 Selanjutnya melalui perjuangan yang panjang pula, KBS mendorong Kementerian Agama hingga diterbitkan Peraturan Menteri Agama RI No. 56 tahun 2014 tentang  Pendidikan Keagamaan Hindu sebagai pelaksanaan Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional. Dengan terbitnya regulasi tersebut lanjut KBS, saat ini Ditjen Bimas Hindu mendapatkan alokasi anggaran yang cukup memadai dan tiap tahunnya mengalami peningkatan. Sebagian dari anggaran tersebut digunakan untuk pembiayaan lembaga pendidikan Hindu.
“Basis pendidikan Hindu kita sangat lemah. Kita butuh institusi pendidikan Hindu formal maupun non formal, dari PAUD/TK sampai pendidikan tinggi. Pemerintah Daerah harus bergerak cepat untuk membangun lembaga pendidikan Hindu,”tegas KBS.
 Sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, dirinya telah memberikan arahan kepada tujuh kabupaten /kota yang pimpinan daerahnya kader PDI Perjuangan, melaksanakan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB), dengan memasukkan sistim pendidikan Hindu dalam bidang prioritas adat, budaya serta pendidikan. IHDN juga diharapkan mengambil peran bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun lembaga pendidikan Hindu, baik itu di Bali maupun luar Bali. KBS yang secara terbuka menyatakan akan maju dalam Pilgub Bali tahun 2018, menargetkan seluruh Desa Pekraman/Desa Adat menyelenggarakan PAUD/TK Hindu, dengan mengembangkan sistim pendidikan terintegrasi. Selain pendidikan umum, lembaga pendidikan Hindu juga membangun dan memperkuat karakter, jati diri yang memiliki karakter dan berintegritas sesuai dengan nilai-nilai ajaran Agama Hindu. KBS dengan tulus menyatakan siap lahir batin sekala niskala ngayahuntuk pembangunan di Bali sesuai dengan tatanan kehidupan masyarakat Bali dengan tradisi, adat, agama dan budaya, yang menjadi pilar utama kehidupan masyarakat Bali.
Dibagian lain Rektor IHDN Denpasar  Prof. Dr. Drs. I Nengah Duja, M.Si mengungkapkan, jumlah alumni IHDN Denpasar yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 8 ribu orang, yang berkerja diberbagai bidang. Dirinya sengaja mendatangkan KBS, karena telah banyak berbuat untuk pendidikan, adat, budaya dan agama Hindu. “Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan adalah salah satu produk hukum yang diperjuangkannya. Saya sangat berharap IHDN bisa memperkokoh perjuangan Bapak Koster,”ujarnya. Dirinya mengaku memiliki pengalaman khusus dengan KBS, saat bersama Dirjen menghadap Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan), terkait usulan meningkatkan status IHDN menjadi universitas. “Pertemuan hanya 15 menit, Menpan langsung memberikan persetujuan. Itu sangat luar biasa, atas perjuangan Bapak Koster,”ungkapnya. Dirinya mengajak seluruh alumni IHDN mendoakan KBS agar bisa peminpin Bali. Dan berharap KBS nantinya bisa menandatangani prasasti Universitas Jaya Pangus, ketika Perpres perubahan status IHDN menjadi universitas telah diterbitkan. ADV-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *