banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Gubernur Pastika Bantu 2 Keluarga Miskin Warga Desa Sukadana Kubu Karangasem

DSC_2610Karangasem (Metrobali.com)-

Keluarga pasangan I Nyoman Korya bersama istrinya I Ketut Santi yang memiliki 9 anak dan 2 anak diantaranya tidak mengenyam pendidikan mendapat perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang mengutus tim reaksi cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk menyerahkan bantuan sementara dan meninjau kondisi yang bersangkutan di rumahnya Br. Sunu, Desa Sukadana, Kubu, Karangasem, Senin (10/7).

Kedua anak I Nyoman Korya, I Made Wirti (10) dan I Made Sentana (8) terpaksa tidak bisa merasakan mengenyam pendidikan di bangku sekolah karena keterbatasan biaya yang dimiliki oleh orang tuanya. Korya sehari-hari menggantungkan hidupnya dari upah yang diterima sebagai buruh di pasar kecil didaerahnya yang hanya buka setiap 3 hari sekali. Dan sebagai tambahan, terkadang Ia juga mengumpulkan barang-barang bekas yang bisa di pungut di lingkungan tempat tinggalnya. Kondisinya yang sudah lanjut usia juga berpengaruh pada fisiknya yang tidak mampu lagi bekerja terlalu berat, serta gangguan pendengaran yang dideritanya juga mempengaruhi dirinya dalam mengambil pekerjaan. Kondisi yang memprihatinkan itu pun diperberat dengan kondisi istrinya Ni Ketut Santi yang mengidap gangguan kejiwaan (depresi), yang saat kumat sering ngumik dan berkeliaran dijalan tanpa mengenakan busana.

Sementara itu, Kepala Dusun Sunu I Made Eka Yudistira, yang ikut mendampingi dilokasi menyatakan keluarga Korya merupakan salah satu RTS dari 32 RTS, dan total warga sebanyak 317 kk didaerah tersebut. Sebagai RTS, keluarga Korya menurut Kadus yang baru menjabat 2 bulan tersebut sudah mendapat bantuan dari pemerintah sesuai haknya, seperti diantaran sudah mendapat bantuan PKH sebesar 100rb per bulan, memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta Kartu Indonesia Pintar (KIP) atas nama I Made Wirta yang merupakan anak ke 7 Korya. Terkait kendala 2 anak Korya yang tidak mengenyam pendidikan, Ia mengaku sudah memfasilitasi beberapa donatur yang berniat membantu, hingga Made Sentana pun berhasil mendapatkan bantuan pembiayaan, yang saat ini sudah didaftarkan di SD terdekat dan akan mulai sekolah pada tahun ajaran ini. Sementara itu, Made Wirti yang sama sekali belum pernah mengenyam pendidikan masih merasa malu dan menolak disekolahkan karena umurnya yang sudah terlalu dewasa apabila disekolahkan dikelas 1 SD, sehingga memerlukan dorongan dari lingkungannya.

Masih di dusun yang sama, tim kala itu juga berkesempatan mengunjungi keluarga I Nengah Santi yang mengalami kebutaan dan komplikasi gagal ginjal karena penyakit diabetes yang dideritanya. Ia yang tidak lagi bisa aktif bekerja, saat ini harus cuci darah 2 kali setiap minggunya yang tentunya membutuhkan biaya yang sangat besar. Sebagai salah satu RTS, Ia mengaku tidak memiliki KIS karena namanya tidak masuk dalam daftar penerima, sehingga ia pun harus ikut BPJS mandiri yang dibiayai oleh anaknya Made Dede Saputra, yang mesti putus sekolah di kelas II SMA dan saat ini bekerja serabutan sebagai penambang di galian c seputar rumahnya. Kondisi itu juga diperparah dengan keadaan istrinya Ni Nengah Rati, yang menderita lumpuh karena kecelakaan sejak 11 tahun silam.

Menanggapi hal tersebut, Eka Yudistira  menjelaskan tidak masuknya keluarga I Nengah Santi sebagai penerima kartu BPJS dikarenakan kesalahan teknis pendataan, data yang keluar masih kebanyakan atas nama RTS pada data lama yang saat ini ekonominya sudah meningkat, sedangkan dari desa sudah mengajukan data baru. Ia pun mengaku sudah mengajukan keluarga I Nengah Santi sebagai penerima Kartu BPJS kepada Dinas Sosial Kabupaten Karangasem, namun hingga saat ini belum terwujud, karena dijelaskan pihak Dinsos masih membutuhkan survey dan verifikasi. Untuk itu, ia pun berharap pihak Dinsos Kabupaten bisa segera melakukan survey melihat kenyataan yang dialami keluarga tersebut.

Pada kesempatan itu, tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sementara dari Gubernur Bali berupa sejumlah uang tunai serta beras guna meringankan beban hidup sehari-hari kedua sekeluarga tersebut. Dan terkait bantuan lainnya akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Melalui kesempatan itu, juga diharapkan dapat menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan.  AD-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *