banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Bupati Buka Seminar Eksistensi Taman Soekasada Ujung

 Seminar Sehari Eksistensi Taman Soekasada Ujung Melalui Wisata Spiritual Berlandaskan Tri Hita Karana

Seminar Sehari Eksistensi Taman Soekasada Ujung Melalui Wisata Spiritual Berlandaskan Tri Hita Karana

Karangasem  (Metrobali.com)-

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri membuka secara resmi seminar yang bertajuk Eksistensi Taman Soekasada Ujung Melalui Wisata Spiritual Berlandaskan Tri Hita Karana, Jumat (7/7/2017) di Wantilan Kantor Bupati Karangasem. Acara ini dihadiri oleh Sekda Kab. Karangasem I Gede Adnya Mulyadi,  Kadis Pariwisata I Wayan Astika,  Kadis Kebudayaan I Putu Arnawa,  Tokoh Puri Karangasem,  Tokoh Adat dan Budayawan, Tokoh Sejarah, Pelaku Pariwisata dan OPD terkait lainnya.

Bupati Karangasem dalam sambutannya mengatakan, Karangasem dengan budayanya yang kuat serta beragam warisan, memegang peranan penting di dalam pembangunan kebudayaan Bali Nasional. Salah satunya adalah Taman Soekasada Ujung yang merupakan waridan kerajaan Karangasem. “Pelestarian monumen dan situs seperti Taman Soekasada Ujung tidak bisa dilaksanakan tanpa ada sistem informasi yang baik, ” katanya.

Mas Sumatri menjelaskan,  pencatatan dan dokumentasi peninggalan budaya merupakan kegiatan yang sangat penting dari suatu program pelestarian warisan budaya. Keterbatasan data dan informasi berkaitan dengan sejarah Taman Soekasada Ujung menjadi dasar dilaksanakannya seminar ini.

“Kita juga akan menetapkan tentang hari jadi taman soekasa ujung ini. Sejauh ini kita hanya tahu tahunnya saja,  tapi bulan dan tanggalnya kapan kita belum tahun. Selain itu kita juga akan menetapkan ikon dan lambang untuk bisa mengkemas  taman soekasada ujung sebagai sebuah brand milik Kabupaten Karangasem,” jelasnya.

Bupati wanita pertama di Karangasem ini juga berharap,  eksistensi Taman Soekasada Ujung melalui pelestarian budayanya serta aktivitas wisata spiritual yang akan dikembangkan nanti bisa menjadi landasan untuk menuju pembangunan masyarakat Karangasem yang cerdas,  bersih dan bermartabat berlandaskan Tri Hita Karana.

Manager Badan Pengelola Daya Tarik Wisata Taman Soekasada Ujung Ida Made Alit melaporkan pelaksanaan seminar ini atas seijin Dewan Pembina, melalui rapat setiap bulan di Taman Soekasada Ujung. Adapun yang akan membawakan makalah pada seminar adalah dari Cagar Budaya Bali dan Universitas Udayana serta dari Puri Karangasem. “Terkait narasumber yang kita undang saat ini seperti dari Universitas Udayana Program Studi Sejarah Purbakala dan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya dengan maksud untuk mengetahui pemahaman tentang apa yang boleh atau tidak dalam zona pengembanganya yang akan dilakukan di Taman Soekasada Ujung,” terangnya.

Disamping itu, taman ini adalah salah satu Destinasi Wisata Kabupaten Karangasem yang merupakan warisan budaya dengan nilai spiritual, ekologi, sosial budaya,  ekonomi pariwisata berkelanjutan yang sudah sepatutnya menjadi perhatian dan tanggungjawab bersama antara Pemerintah, Puri, pelaku pariwisata dan seluruh masyarakat.

Kadis Pariwisata I Wayan Astika menambahkan, melalui seminar ini pemerintah juga dapat mengetahui lebih jauh tentang sejauh mana eksistensi taman soekasada dalam mendukung kegiatan pariwisata yang ada di Kabupaten Karangasem.”Memang kita tahu bahwa taman ujung ini sebagai cagar budaya. Tapi pemahaman kita tentang itu lebih jauh kan belum. masih banyak hal penting lainnya,” ungkapnya. RED-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *