banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Presiden Joko Widodo gelar silaturahmi dengan khalayak di Istana Negara

Presiden Joko Widodo gelar silaturahmi dengan khalayak di Istana Negara
Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta (Metrobali.com)-
Presiden Joko Widodo menggelar bersilaturahmi dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, dan khalayak umum, di Istana Negara Jakarta, Minggu (25/6).

Berdasarkan jadwal dari Biro Pers Sekretariat Presiden, Jokowi-Kalla dan keluarga akan saling bermaaf-maafan dalam tradisi berlatar keagamaan khas Indonesia itu pada pukul 08.45 WIB.

Selanjutnya pada pukul 09.00-11.00 WIB, aktivitas serupa akan digelar Jokowi dengan para pejabat dan khalayak umum.

Jokowi dan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, beserta putrinya, Kahiyang Ayu, dan putranya, Kaesang Pangarep, sholat Ied, di Mesjid Istiqlal, Jakarta.

Shalat Ied di Istiqlal ini juga dihadiri Kalla beserta Ibu Mufidah Jusud Kalla, Gubernur DKI Jakarta, Djarot Hidayat, dan istrinya, Happy Farida, serta para menteri Kabinet Kerja, pimpinan lembaga negara, dan duta besar negara sahabat.

Dalam sholat Ied ini, berlaku sebagai khatib adalah Quraish Shihab, yang mengajak umat Islam untuk menjaga keberagaman pada hari Lebaran 2017.

“Kata fitri atau fitrah berarti asal kejadian, bawaan sejak lahir. Ia adalah naluri,” kata Shihab, di depan sidang sholat Ied di mesjid yang dirancang seorang arsitek beragama Protestan, Fredrich Silaban, atas kehendak Bung Karno, itu.

Ia menegaskan, “Fitri juga berarti suci karena kita dilahirkan dalam keadaan suci bebas dari dosa. Fitrah juga berarti agama karena keberagaman mengantar manusia mempertahankan kesuciannya.”

“Kita bersama sebagai umat Islam dan sebagai bangsa kendati mazhab, agama, atau pandangan politik berbeda karena kita semua berketuhanan Yang Maha Esa,” katanya.

Dia melanjutkan, “Kita semua satu bangsa, bahasa, dan tanah air, serta telah sepakat Berbhinneka Tunggal Ika dan menyadari, bahkan agama-agama tidak melarang kita berkelompok dan berbeda, yang dilarang adalah berkelompok dan beselisih.”

Menurut dia, keragaman dan perbedaan adalah keniscayaan yang dikehendaki Allah untuk seluruh makhluk termasuk manusia, seperti tertulis dalam Surah Al Maidah 5:48. Ant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *