banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Dr. H. Nurianto : Bali Masih Punya Potensi Pertanian Menjanjikan

 

Praktisi pertanian, Dr. H. Nurianto R.S., SH., MH., MM.

Praktisi pertanian, Dr. H. Nurianto R.S., SH., MH., MM.

Denpasar (Metrobali.com)-

Bali sejatinya memiliki potensi pertanian yang menjanjikan, jika mampu diolah secara baik dan memberikan kesejahteraan bagi petaninya. Meskipun lahan pertanian di Bali dari hari ke hari  terus menyusut, disertai makin menurunnya minat generasi muda yang mau terjun ke sektor pertanian, namun Bali sesungguhnya masih menyimpan potensi cukup besar untuk pengembangan di sektor ini. Demikian diungkapkan praktisi pertanian, Dr. H. Nurianto R.S., SH., MH., MM, Rabu (14/6) di Denpasar.

Menurutnya, dengan pola intensifikasi, pertanian masih bisa memberikan hasil yang bagus untuk meningkatkan kesejahteraan petaninya.

Nurianto yang juga kesehariannya aktif sebagai dosen dan pengurus KONI Bali ini menegaskan, kalau sektor pertanian dikelola dengan baik akan mampu memberikan hasil yang menjanjikan.

“Persoalannya saat ini sebagian besar petani masih sebagai penggarap dan penerapan intensifikasi khususnya penggunaan teknologi belum maksimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, produk petani juga kerap tak terserap pasar dengan baik sehingga petani jadi merugi karena tak laku menjual hasil panennya.

“Ini masalah juga, petani mau menggarap sawahnya, tapi produknya justru tidak terserap di pasaran. Bali yang jadi tujuan wisata, semestinya bisa menyerap hasil pertanian dan ini jadi tugas pemerintah”, jelasnya.

Pertumbuhan pembangunan di Bali, dampak negatifnya, lahan pertanian kian menyusut karena beralih fungsi menjadi bangunan.  Dengan keterbatasan lahan pertanian itu, menurut Nurianto, upaya intensifikasi sebenarnya sangat membantu dalam meningkatkan produksi baik kuantitas maupun kualitas.

Ia mencontohkan, penggunaan pupuk yang tepat dan berkualitas akan mampu meningkatkan produksi petani. Namun sayangnya, penggunaan pupuk ini belum serentak diterapkan terutama pupuk organik yang sangat membantu menjaga kesuburan dan struktur tanah.

“Penggunaan pupuk kimia mengakibatkan tanah jadi rusak dan miskin unsur hara dan banyak mikroba yang berguna untuk menyuburkan tanah juga menghilang dari dalam tanah,” jelasnya.

Kalau pun saat ini petani mulai beralih ke pupuk organik, jumlahnya masih terbatas. “Kualitas pupuk organiknya pun kadang belum maksimal, kandungan mikrobanya minim sehingga fungsi pupuk tidak maksimal”, ungkapnya.

Penggunaan pupuk organik harus diperhatikan terutama kualitasnya. Karena tak semua pupuk organik kandungan unsur haranya memadai untuk tanaman. Dalam hal teknologi menurut Nurianto, menjadi hal penting di masa mendatang. Teknologi penyimpanan juga perlu diperhatikan, sehingga bisa bertahan lebih lama. ARI-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *