banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Tebarkan Kebencian Pada Umat Hindu, Habib Riziek Dilaporkan ke Polda Bali

Tunjukan Barang Bukti CD
Ketua Tim Advokat Merah Putih Teddy Raharjo  didampingi belasan pengacara papan atas Bali yang tergabung dalam Advokat Merah Putih menunjukkan barang bukti rekaman CD, di  Polda Bali, Kamis (8/6).
Denpasar, (Metrobali.com)-
Ketua Patriot Garuda Nusantara Pariyadi alias Gus Adi, mewakili tokoh Muslim Bali dan tokoh lintas agama Bali melaporkan tokoh FPI Habib Riziek Shihab ke Polda Bali, Kamis (8/6).
Dengan nomor laporan TBL/248/IV/2017 tanggal 8 Juni 2017, di Sentra Pelayanan Terpadu Polda Bali, pelapor Gus Yadi didampingi belasan pengacara papan atas Bali yang tergabung dalam Advokat Merah Putih.
Ketua Tim Advokat Merah Putih Teddy Raharjo menjelaskan, setelah mempelajari rekaman di Youtube maka terlapor Habib Riziek Shihab bisa dituntut dengan pasal 156 A KUHP tentang ujaran kebencian.
Habib Riziek diduga telah melakukan provokasi yang bisa menyebabkan terjadinya konflik dan kebencian yang mendalam khususnya di Bali.
“Masyarakat Bali merasa resah dan tidak nyaman dengan perkataan Riziek Shihab tentang Bali dan umat Hindu. Karena merasa tidak nyaman dan merasa terancam maka perwakilan masyarakat Bali mengambil langkah untuk melaporkan kasus tersebut ke Polda Bali agar diproses sesuai hukum yang berlakun,” ujarnya di Mapolda Bali, Kamis (8/6).
Dalam rekaman Youtube diketahui bahwa pada menit ke 13, 14, 15, Habib Riziek menyebutkan beberapa hal. Pertama, akan melumpuhkan orang-orang di luar Bali untuk dikembalikan ke Bali. Kedua, akan menghancurkan pura-pura atau kuil-kuil di Bali. Ketiga, mendatangkan umat Islam ke Bali untuk menyerbu dan membakar kuil -kuil di seluruh Bali.
“Ucapan ini sangat meresahkan dan orang Bali merasa terancam dengan ucapan itu sehingga mengambil jalan melaporkan kasus tersebut di Polda,” terang Teddy.
Video Youtube itu diketahui diunggah pada tanggal 17 Agustus 2014 lalu pada pukul 10.30 Wita sampai 10.45 Wita. Judulnya “Sikap Imam Besar FPI Terhadap ISIS” di hadapan anggota FPI di Jl Petamburan Jakarta Pusat.
“Ini sangat meresahkan, dan orang Bali merasa sangat terancam dengan ucapan tersebut,” ujarnya.
Rekaman video itu sendiri baru diketahui pada tanggal 21 Mei 2017 lalu. Saat itu Gus Adi bersama teman-temannya sedang melatih olah batin Patriot Garuda Nusantara di rumah pinisepuh Sandhi Murti I Gusti Ngurah Harta di Jl Tukad Citarum Denpasar.
Salah satu anggota Patriot Garuda Nusantara tidak sengaja membuka Youtube dan menemukan rekaman tersebut. Hasil rekaman tersebut kemudian ditunjukan kepada seluruh anggota Patriot Garuda Nusantara.
Merasa tidak nyaman dan merasa terancam dengan rekaman tersebut, maka mereka memilih untuk melaporkan kasus tersebut ke Polda Bali untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Teddy Raharjo menegaskan, sekalipun locus delicti itu berada di Jakarta, bila berbicara tentang Bali dan yang melaporkan itu orang Bali maka sesuai pasal 85 KUHAP maka bisa ada surat ke Makamah Agung agar kasus tersebut bisa diadili di Bali.
Dalam laporan tersebut, tim pengacara menyerahkan bukti pendukung berupa rekaman video youtube selama 25 menit bentuk CD yang dicopy dari Youtube, dan hasil transkrip rekaman tersebut. SIA-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *