banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Nanik Suryani, Perupa Usung Gaya Konsensualisme

 

Surya NiNanik Suryani

Denpasar (Metrobali.com)-

Perupa perempuan Suryani yang nama lengkapnya Nanik Suryani, salah satu peserta perupa perempuan dalam acara Pameran Perupa Perempuan Bali,mengaku otodidak dalam belajar melukis, namun sederet karyanya lebih banyak dikoleksi di luar negeri seperti Belanda, Australia, Amerika, Swedia, Perancis, Swiszerland,dan Jerman.“Meskipun orang tua mengirim saya ke Universitas untuk mempelajari literatur bahasa asing, ternyata jiwa saya ada seni,”ujarnya mengawali perkacapan penulis dengan perupa berwajah manis satu ini.

Ditambahkan, Bali banyak mengilhaminya sekuat darah artistik yang mengalir dalam dirinya. “Saya jatuh cinta dengan seni dan saya tidak bisa berhenti mencintainya. Saya membaca buku “Everyone can draw” yang memotivasi saya untuk mulai belajar menggambar,’ungkapnya.

Dengan mengikuti perkembangan seni dan seni modern, akhirnya ia bisa mewujudkan impiannya menjadi seniman konsensualisme. Dijelaskan, gaya Konsensualisme dicirikan oleh karya komposisi geometris abstrak yang seimbang dengan akar impresionisme dan unsur bentuk, cahaya dan warna.

Nah, lu !!! Apa itu..

Karya lukisannya selama ini dipasarkan sendiri “Melukis bagi saya adalah hobi yang menghasilkan uang dan menambah pertemanan yang positip dan sampai akhirnya hobi ini menjadi profesi saya sebagai pelukis pada saat ini. Kendala saya sebagai pelukis otodidak, dimana kadang kadang masih ada gallery atau pelukis yang punya ijasah seni dari universitas, mereka yang tidak menerima untuk exhibition bersama dengan pelukis otodidak,”bebernya

Menyimak soal pameran dikatakan oleh Suryani, mengadakan pameran tunggal pertama di Restoran “Ginger Moon” di Seminyak, Bali pada bulan Desember 2013 – Januari 2014. Beriktunya, pameran tunggal kedua di Lestari Restaurant Seminyak, Bali pada bulan Agustus – September 2014.

Tahun 2015, pameran tunggal di Dandelion Restaurant, Canggu, Bali pada bulan April.Bergabung untuk melakukan perjalanan Art Camping di Darwin Australia pada bulan Juni – Juli. Pameran tunggal diHotel Neo Seminyak, Bali-pada bulan Oktober.Pameran kelompok di Ruang Seni Kaja Ubud, Balipada tanggal 12 November -20 November.Pameran kelompok di Gorontalo Sulawesi-Indonesiapada tanggal 21 November – 30 November.

Tahun 2016 pameran kelompok Art Camping di Darwin Australia pada bulan Januari.Pameran tunggal  di Lestari Restaurant di Seminyak, Bali pada bulan Maret- November. Pameran kelompok di 501 Petitenget Hotel Bali  pada bulan Desember

Pameran tahun 2017 kelompok di Art Patio Galleri,Lovina-Singaraja Bali pada bulan Maret.Pameran kelompok di Made Budiana Galleri Loh Tunduh, Ubud- Bali pada bulan April.Pameran kelompok dengan Perupa Perempuan Bali di Art Center Denpasar- Bali, pada bulan Mei. RED-MB 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *