banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Pembatasan Usia, Pelti Buleleng Protes Keputusan Pelti Bali Yang Kontroversial


foto PELTI Bll Protes
Buleleng, (Metrobali.com)-
Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (Pelti) Buleleng tidak terima atau memprotes surat bernomor 14D/Pelti Bali/2017 tertanggal 25 April 2017 dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Pelti Bali, yang membatasi usia atlet cabang olah raga (Cabor) Tenis Lapangan pada ajang bergengsi Porprov Bali XIII Tahun 2017 di Kabupaten Gianyar.
Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa  untuk Cabor Tenis Lapangan minimal berusia 14 tahun dan maksimal berusia 18 tahun. Tak pelak dengan keputusan yang dianggap sepihak dan kontroversi ini, dari Pengkab Pelti Buleleng melayangkan surat keberatan ke Pengprov PELTI Bali. Mengingat sesuai aturan, tidak ada batasan usia maksimal yang dipatok 18 tahun.
”Saat rapat yang dihadiri Pengkab se Bali pada 3 Maret 2017 lalu di Denpasar, telah diputuskan bahwa Cabor Tenis Lapangan pada Porprov Bali XIII Tahun 2017 tidak ada batasan umur. Lho, kenapa sekarang muncul surat yang menyatakan ada batasan usia. Kan ini sudah tidak benar dan kami keberatan dalam hal ini” ucap tegas Ketua Umum Pengkab Pelti Buleleng, Made Sumadnyana yang didampingi Divisi Hukum KONI Buleleng, Putu Sugi Ardana, di Sekretariat KONI Buleleng, Kamis (4/5).
Lebih lanjut Sumadnyana mengatakan dalam surat itu disebutkan bahwa terdapat batasan usia dalam rangka persiapan PON Tahun 2020 yang akan berlangsung di Papua.”Sebenarnya pada Porprov Bali 2017, tidak ada kaitannya secara langsung dengan PON di Papua. Karena masih belum ada keputusan kepastian terkait batasan umur bagi atlet tenis lapangan pada ajang PON di Papua nanti” terangnya.
Menurutnya pada saat ini, aturan Porprov Bali 2017 masih mengacu ketentuan pokok-pokok pelaksanaan Porprov Bali XIII Tahun 2017. “Pasal 11 point 3 disebutkan bahwa peraturan cabor dan nomor yang dipertandingkan pada Porprov Bali XIII 2017, mengacu pada peraturan cabor yang dipertandingkan pada PON XIX Tahun 2016, di Jawa Barat. Hal itu berarti, keputusan Pelti Bali berdasarkan keputusan KONI Bali, tidak sesuai dengan batasan umur, dimana dalam PON XIX menetapkan batasan umur maksimal 21 tahun,” jelas Sumadnyana.
”Menghindari keputusanyang kesannya kontroversi ini, kami meminta agar Pelti Bali melakukan rapat kembali terhadap semua Pengkab se-Bali. Sehingga tidak menimbulkan kisruh di Pengkab Pelti se-Bali” tandasnya. GS-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *