banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Kematian Rendi di Fasilitas Publik, Walikota Denpasar Didesak Minta Maaf kepada Publik

LBH Bali (2)

Tim Advokasi Peduli Fasilitas Publik mendatangi Polresta Denpasar guna melakukan audiensi ke Kapolresta Denpasar.

Denpasar, (Metrobali.com)-

 Tim Advokasi Peduli Fasilitas Publik mendatangi Polresta Denpasar guna melakukan audiensi ke Kapolresta Denpasar. 

Upaya tersebut untuk mendorong pihak kepolisian untuk tetap melanjutkan investigasi dugaan pelanggaran pidana terhadap kematian Rendi Rizaldi, (13) pelajar SMP kelas VIII SMP N 2 Denpasar, akibat tersetrum di tempat fasilitas publik air langsung minum  pada Kamis (13/4) lalu sekitar pukul 16.50 wita di Lapangan Puputan, Denpasar.

“Pertanggungjawaban fasilitas publik itu harus dilakukan oleh pemerintah Kota Denpasar selaku pihak yang berwenang. Namun hingga saat ini tidak ada satupun pernyataan dari Pemerintah Kota untuk bertanggung jawab atas ini semua,” kata Koordinator tim advokasi peduli fasilitas public Dewa Putu Adnyana, Jumat (21/4).

Dia menilai, bahwa orang dewasapun rentan akan kecelakaan tersebut. Sayangnya, hingga saat ini pihak Kepolisian belum menjelaskan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut, sambungnya. 

Para pihak terkesan saling lempar tanggung jawab, bahkan menurutnya ada upaya pengalihan isu pada kelalaian pengguna. Pihaknya memandang hal tersebut sungguh tidak masuk bila kesalahan dilimpahkan kepada korban.

“Kasus ini bukan hanya mengancam anak tetapi juga mengancam orang dewasa, karena setiap orang mengakses fasilitas publik. Kematian anak ini tergolong delik umum, sehingga kepolisian harus memproses secara tuntas kasus tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata anggota tim advokad I Made Somya Putra.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo menegaskan, bahwa pihaknya tetap akan memproses secara hukum.

“Kami sudah memeriksa 12 orang saksi. Surat panggilan pun sudah kami layangkan. Dan rencananya Selasa depan, kami akan memanggil pihak PDAM Denpasar. Barulah Rabunya dari PLN,” katanya. SIA-MB

Dan ini dia pernyataan sikap Tim Advokasi Peduli Fasilitas Publik:

1.      Menuntut Walikota Denpasar untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik

2.      Menuntut Walikota Denpasar untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas umum yang tersedia

3.      Menuntut Walikota Denpasar untuk menyediakan fasilitas umum yang aman dan berkualitas bagi public

4.      Menuntut Walikota Denpasar dan Dirut PDAM untuk memberikan informasi yang transparan terkait pengadaan barang air minum otomatis kepada public

5.      Menuntut Walikota Denpasar memberikan sanksi tergas kepada para pejabat public yang bertanggung jawab

6.      Menuntut Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus meninggalnya anak Rendi Rizaldi

7.      Mendesak Aparat Penegak Hukum untuk melakukan investigasi dugaan korupsi terkait pengadaan dan perawatan Air Minum Otomatis

8.      Mendorong DPRD Kota Denpasar untuk melakukan pengawasan dalam penyelenggaraan fasilitas public

9.      Menghimbau public untuk berperan aktif dalam mengawasi berjalannya kasus kematian anak Rendi Rizaldi

10.  Tim Advokasi Peduli Fasilitas Publik siap melakukan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. 

 

(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *