banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Sakit, Pekak Gantung Diri

Kanit Reskrim Mendoyo saat di rumah duka

Jembrana (Metrobali.com)-

Seorang pekak (Kakek), I Nyoman Mantra (76) dari Banjar Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Rabu (19/4). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tergantung disebuah kosen di belakang rumah korban.

Dari informasi, korban pertamakali ditemukan Ni Komang Wiartini (42), anak korban sekitar pukul 05.00 Wita. Pagi itu saksi hendak mengantar anaknya Komang Wahyu AP (12) mandi ke kamar mandi.

Saat menuju ke kamar mandi, saksi melihat benda tergantung di kosen belakang rumahnya. Karena masih gelap, saksi kemudian mendekat dan setelah diperhatikan ternyata benda yang tergantung tersebut bapaknya (korban).

Kejadian tersebut kemudian disampaikan kepada suaminya dan kerabat lainnya. Atas kesepakatan keluarga, korban kemudian diturunkan. Oleh keluarga korban kejadian tersebut kemudian dilaporkan keaparat desa dan diteruskan ke polisi.

Kapolsek Mendoyo Kompol Gusti Agung Ketut Sukasana melalui Kanit Reskrim Iptu HA. Muh Nurul Yaqin dikonfirmasi Rabu (19/4) membenarkan adanya kejadian gantung diri tersebut.

“Korban ditemukan oleh anaknya Komang Wiartini tadi pagi sekitar pukul 05.00 Wita” ujarnya.  

Dari keterangan saksi, korban ditemukan tergantung di kosen belakang rumahnya menggunakan tali plastik warna biru dan terlilit kabel warna hitam.

“Saat ditemukan korban mengenakan baju kaos warna putih dan celana pendek warna hitam” imbuhnya.

Korban diduga meninggal dunia murni karena gantung diri. Karena berdasarkan dari hasil olah TKP dan keterangan dokter Puskesmas Mendoyo, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasan.

“Dari keterangan saksi, korban sudah lama mengalami sakit komplikasi” imbuhnya. MT-MB 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *