banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Dokter Bagus Darmayasa: Rawat Pasien Dengan 5 B

Bagus Darmayasa2

dokter Bagus Darmayasa/MB

 

Denpasar (Metrobali.com)-

Merawat  pasien di RSJ Bangli bagi dokter Bagus Darmayasa tidak selalu harus dengan pemberian obat semata. Obat memang penting namun perlakuan lainnya dinilainya juga sangat membantu pemulihan pasien. Banyak hal dilakukan dr. Bagus setelah hampir tiga tahun memimpin rumah sakit jiwa di daerah sejuk Bangli ini.

“Ya pasien itu kan juga manusia, jadi harus diberi kesempatan seperti yang lainnya,” ujar dokter murah senyum ini saat ditemui disela-sela jumpa pers , Senin (17/4/2017) serangkaian event Touring Mobil Kuno sekaligus HUT ke-12 PPMKI Bali di Sawah Vintage Cars.

Berkecimpung cukup lama dengan pasiennya itu membuat sang dokter yang gemar otomotif dan sangat dekat dengan kalangan wartawan ini mengaku cukup paham dengan karakter sekitar 300 pasien di RSJ Bangli.

Ia pun mengaku tak ragu atau takut mengajak pasiennya jalan-jalan seperti yang sempat dilakukannya belum lama ini. Dokter Bagus, sapaan akrab sang dokter yang asal Klungkung ini mengajak pasiennya  berekreasi, bersembahyang sekaligus ngayah di pura.

Hasilnya, menurut  dokter Bagus cukup bagus untuk mempercepat pemulihan kondisi pasien. Sebab menurutnya ratra-rata gangguan pasiennya  itu karena dilator belakangi faktor lingkungannya yang belum sepenuhnya mendukung. Ini terlihat dari sebagian besar mereka yang dirawat adalah pasien lama, artinya setelah mereka dikembalikan ke lingkungan keluarganya kemudian balik lagi untuk dirawat. Mereka umumnya mengalami gangguan karena kesepian dan kurangnya perhatian.

“Jadi untuk perawatan kita terapkan 5 B yakni berobat,  diajak bercakap, bekerja, lalu berekreasi dan bersembahyang atau berdoa,” jelas dokter Bagus.

Namun di balik semua itu, ada yang membuat dokter Bagus agak pusing dengan beberapa pasiennya. Pasalnya ini menyangkut biaya perawatan dan obat. Sebab yang ditanggung rumah sakit ada batas waktunya. “Nah kalau sudah habis batas waktunya ini, siapa yang menanggungnya. Apalagi kalau dari keluarga yang tidak mampu,” ujarnya. RED-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *