banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Sat Lantas Polres Buleleng Amankan Giat Melasti Desa Pakraman Buleleng

Kegiatan melasti Desa Adat Buleleng
Kegiatan melasti Desa Adat Buleleng
Buleleng (Metrobali.com)-
Desa Adat Pakraman Buleleng Pada hari Selasa tanggal 11 April 2017 mulai Pukul 13.00 Wita bertepatan dengan Purnama Kedasa  menggelar upacara Melasti menuju Pura Segara Buleleng.
Kegiatan upacara melasti tersebut diikuti oleh empat belas banjar adat di desa Pakraman Buleleng diawali dari Pura Desa Pakraman Buleleng di Jalan Mayor Metra Singaraja.
Puluhan Sarad dan Kotak Ampilan dari sejumlah Pura Dadia dan Panti dengan Simbolis Pralingga dan Pratima diusung oleh warga Krama masing-masing.
Sekitar Pukul 13.00 Wita ribuan Krama sudah mendatangi Pura desa Pakraman Buleleng untuk bersama-sama menuju Pura Segara Buleleng dengan menyusuri jalan Mayor Metra, Gajah mada, Hasanuddin dan makekobok (menyusuri  bibir pantai) dan berakhir di Pura Segara Desa Pakraman Buleleng.
Proses selanujutnya dilakukan di Pura Segara Buleleng dipimpin pemangku Pura Kahyangan Tiga.
Dalam pelaksanaan Upacara Melasti tersebut Kelian desa Pakraman Buleleng  Nyoman Sutrisna menjelaskan Desa Pakraman Buleleng dalam melaksanakan upacara Melasti dilaksanakan setelah hari raya Nyepi bertepatan dengan Purna Kedasa.
Kegiaatn ini didasarkan pada lontar Sundarigama dan lontar Aji Swamandala yakni Nganyudang Malaning Gumi, Ngamet Tirta Amerta atau menghanyutkan kekotoran alam menggunakan air kehidupan, sehingga bertepatan di bulan Purnama Kedasa upacara Melasti ini dilaksanakan.
Tujuan Upacara Melasti adalah Ngiring Prawatek Dewata atau mengingatkan umat untuk meningkatkan bakti kepada Ida sanghyang Widhi Wasa, Anganyutaken Laraning Jagat atau membangun kepedulian untuk mengentaskan penderitaan masyarakat, Anganyutaken Papa Klesa atau menguatkan diri dengan membersihkan diri dari kekotoran rohani serta Anganyut Aken Letuhan Bhuwana atau bersama-sama menjaga kelestarian alam.
Selanjutnya dilaksanakan Angemet Tirta Amerta yakni mengambil air suci dari tengah laut yang dilakukan oleh karma Tridatu desa Pakraman Buleleng.
Setelah nunas tirta ribuan umat kembali ke tempat masing – masing kembali dengan berjalan kaki.
Dalam pengamanan kegiatan upacara melasti ini terlihat disetiap persimpangan jalan yang dilalui Anggota Sat Lantas Sigap bersinergi dengan Pecalang mengatur arus lau lintas dan melakukan pwngalihan arus menngingat panjangnya iring iringan pemedek yang ikut melasti.
Untuk mengamankan kegiata ini Sat Lantas Polres Buleleng menurunkan 24 personilnya dibawah pimpInan Kasat Lantas AKP Adi Sulistyo Utomo, SIK.
Personil Sat Lantas tersebut disebar mulai Simpang Pasar Buleleng, Simpang Gempol – Gajah Mada, Simpang Gajah Mada – Wisnu, Simpang Kantor Pos, Simpang Jalan Keluar masuk Pelabuhan Buleleng.
Personil Juga ditempatkan di Simpang Komodo Surapati dan Simpang Banyuning untuk melaksanakan pengalihan arus.
Sampai dengan saat ini situasi masih dalam keadaan aman dan prosesi upacara di Pura Segara Buleleng berakhir pukul 17.45 Wita selanjutnya Sarad dan Kotak Ampilan dengan diikuti pemedek kembali ke Pura Dadia dan Pura Panti masing-masing.GS-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *