banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Sensasi Segar Treatment di Bambu Spa

IMG-20170312-WA044
Kuta, (Metrobali.com) –
Belakangan spa sudah menjadi kebutuhan yang terpisahkan bagi wanita Indonesia. Kebutuhan akan spa juga mendorong tumbuhnya bisnis spa yang marak di berbagai penjuru Nusantara. Berbagai ragam spa hadir untuk memanjakan kaum hawa. Namun, yang unik dan satu-satunya di Indonesia adalah spa menggunakan bambu ala Bambu Spa.
Bambu Spa kini hadir di Bali, tepatnya di Hotel Pullman di Jalan Raya Kuta. Founder Bambu Spa, Trisya Suherman menjelaskan, Bambu Spa merupakan perusahaan franchise. “Kebetulan saya adalah franchisor-nya. Ketika saya buka spa di Jakarta, some day saya harus punya spa di Bali, karena saya sangat mencintai Bali, suka banget dengan Bali,” kata Trisya membuka pembicaraan di sela grand opening Bambu Spa miliknya.
‎Ia melanjutkan, ketika itu ia telah memiliki 10 outlet yang tersebar di beberapa titik. Ia kemudian memutuskan untuk membuka outlet di Bali. Trisya kemudian berangkat ke Pulau Dewata. Tujuan satu, mencari lokasi strategis untuk mengembangkan usahanya di Pulau Seribu Pura. Di saat ia tengah berada di Bali, Direktur Pullman sedang treatment di spa miliknya. Ia lantas menghubungi dirinya. “Jadi kebetulan Direktur Pullman ini customer spa saya di Kebayoran, Jakarta. Dia lalu menghubungi stafnya, dan meminta saya buka di sini (Hotel Pullman). Itu cerita kenapa saya bisa buka Bambu Spa di Pullman Hotel,” papar dia.
Awalnya, Trisya belum terfikir untuk membuka spa dengan treatment dari peralatan bambu. Hal itu terjadi ketika ia tengah berlibur ke Thailand. Di sana ia melihat ada pijat dengan menggunakan sarana bambu. “Pertama kali buat Bambu Spa saya bukan kepada pijatnya, tapi hiasannya. Saya lebih banyak menggunakan bambu. Keramik-keramik kamar mandi saya dari bambu, maka saya namakan Bambu Spa. Itu outlet saya yang di Cengkareng. Setelah itu saya buka outlet lagi dan belajar franchise. Saat saya jalan-jalan ke Thailand saya lihat ada massage with bambu. Setelah itu saya pelajari lebih jauh mengenai itu dan saya bawa ke Indonesia. Saya buka pertama tahun 2008 dan di-franchise-kan tahun 2012. Ini outlet saya yang pertama di Bali,” ujarnya.
Sejak itu, tak hanya sekadar menggunakan ornamen bambu, tapi sarana spa yang digunakan terbuat dari bambu.‎ Menurutnya bambu telah diakui oleh dunia internasional. Ia sendiri mempelajari secara khusus mengenai spa di sekolah internasional. Bambu, Trisya melanjutkan, menjadi salah satu silabus kompetensi untuk ujian kelulusan. “Balinese massage, Japanese masaage termasuk dalam silabus internasional. Kebetulan spa dengan bambu di Indonesia itu saya yang bawa. Kebetulan bambu sendiri merupakan tanaman Indonesia. Saat ini trandemark merk-nya juga sudah jadi milik kami untuk brand Bambu Spa-nya,” jelas dia.
Trisya menjelaskan bagaimana bambu digunakan sebagai sarana untuk spa. Bambu, katanya, dipijat ke badan kita. ‎”Spa dengan bambu itu yang benar-benar dipijat ke badan kita, digoyang dengan penekanan tertentu sehingga ion di bambu ke luar. Ada juga pemilihan bambu tertentu untuk digunakan. Yang kami gunakan ini bambunya sepanjang 41 sentimeter dengan lebar 2,5 sentimeter. Ada juga bambu yang panjangnya 30 sentimeter dan 20 sentimeter,” ulasnya.
Sebagai outlet pertama di Bali, Trisya mengaku tak mengkhususkan bagi pasar tertentu. Sebab, katanya, Bambu Spa hadir untuk semua kalangan, baik warga lokal maupun wisatawan internasional. Bambu Spa juga menurut Trisya fokus kepada pelangsingan tubuh wanita Indonesia. ‎”Jadi kita ingin wanita Indonesia itu ramping-ramping, sehat, buang lemak tanpa lemak. Kita juga ada lulur dengan beras yang sangat alami, bijinya alami. Biasanya lulur itu sintetis bijinya, kalau kita dari beras. Jadi sangat aman untuk tubuh, kulit pun cerah. Pijat dengan bambu juga sangat bagus khasiatnya, karena bambu itu dipercaya memiliki ion-ion positif. Jadi kalau lagi sangat bete, bad mood, begitu dipijat pakai bambu badan akan sangat relaks lagi, juga penekanannya dengan bambu sangat bagus sekali,” katanya.
Sementara itu, mengenai strategis merebut pasar telah dilakukan dengan sistematis oleh Trisya. Salah satunya adalah bekerjasama dengan berbagai perusahaan dengan memberikan berbagai fasilitas.‎ “Saya sekarang sudah bekerjasama dengan Samsung untuk seluruh outlet yang ada di Denpasar dan Badung itu mereka beli 1 gadget dapat voucher Rp500 ribu dari Bambu Spa. Itu salah satu cara kita menarik tamu dengan syarat dan ketentuan treatment di atas Rp2 juta,” beber dia.
“Kita juga kerja sama dengan Kuta Beach Mall. Kita dikasih logo di sana, kita kasih voucher dengan minimal tertentu ketika mereka datang ke sini. Itu strateginya. Kita juga sedang merencanakan kerja sama dengan Iwapi Bali,” tambah Trisya.
Soal paket yang dijual, Trisya menjelaskan ada banyak yang bisa dinikmati di Bambu Spa. Bahkan, ia menjelaskan jika Bambu Spa menjual paket Prewedding Spa dan Kids Spa. “Harga terendah Rp98 ribu dan termahal Rp700 ribuan,” ujarnya. Atas kerja kerasnya, Trisya mengaku Bambu Spa telah banyak mendapat penghargaan. “Ada penghargaan Reliable Company, Best of the Best Indonesia, Franchise Award 2015, Indonesia Franchise Marketing Award 2015, Anugerah Wirausaha Indonesia, Bussines Women Favorit 2015 dan sejumlah penghargaan lainnya,” tutur dia.
Sementara itu, Duta Koperasi dan UKM Kementerian Koperasi dan UKM, Dewi Motik Pramono mengaku jika spa dengan menggunakan sarana bambu adalah karya kreatif anak bangsa.‎ “ebetulan saya pergi ke Polandia, Turki, Yugoslavia dan daerah Eropa Timur lainnya. Itu sebetulnya spa sudah menjadi tradisi seluruh bangsa di Eropa. Mereka memiliki panas yang langsung terasa ke badan karena dari panas alami. Tapi ternyata di Indonesia hal itu sudah lama ada, salah satunya yang namanya Taman Sari Herritage,” ceritanya.
‎”Kita memang memiliki banyak sekali kawah belerang yang alami dan sejak ratusan tahun lalu orang Indonesia memanfaatkan itu untuk mandi spa. Jadi begitu banyak perusahaan-perusahaan kosmetik membuat spa, tapi baru ini pertama kali yang menggunakan bambu. Itu yang paling penting. Itu yang saya bilang original dari Bambu Spa ini adalah men-treatment dari produk-produk bambu. Spesial dari Bambu Spa ini adalah menggunakan alat-alat dari bambu. Dan menggunakan apa-apa yang memang kekayaan dari bambu yang merupakan banyak tumbuh di Indonesia,” demikian Dewi. JAK-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *