banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Kasus Dugaan Bansos Fiktif, Oknum Anggota Dewan Klungkung Kicen Ditetapkan Sebagai Tersangka

Wayan Kicen Adnyana

Wayan Kicen Adnyana

Klungkung ( Metrobali.com )-

Untuk memutuskan seseorang dijadikan tersangka dalam kasus korupsi. Polisi kususnya Tipikor Polres Klungkung melakukan penyidikan dan baru bisa menetapkan Wayan Kicen Adnyana yang tidak lain Anggota DPRD Klungkung dari praksi Partai Gerindra sebagai tersangka menyusul putranya Putu Krisna Adiputra yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka bahkan anak perempuanya  Ni Kadek Endang Astuti terseret dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana hibah atau bantuan sosial (bansos) fiktif pembangungan merajan Sri Arya Kresna Kepakisan di Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan ( SPDP ) itu sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Klungkung dan pemberitahuan kepada Ketua DPRD dan Badan Kehormatan DPRD Klungkung, Senin (6/3/2017).

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Wiastu Andri Prayitno seijin Kapolres Klungkung AKBP FX Arendra Wahyudi ketika ditemui di Polres untuk dikonfirmasi membenarkan penetapan tersangka dugaan korupsi bansos Wayan Kicen Adnyan dan Ni Kadek Endang Astuti (anaknya). Menurutnya, penetapan tersangka tersebut setelah dilakukan penyelidikan secara berhati-hati terhadap dugaan tindak pidana korupsi ini.” Kita coba untuk hati-hati dalam proses penyidikan,” jelasnya, Rabu (8/4) siang.

Dikatakan Andrie daat ini penyidik sudah mengantongi 3 (tiga) tersangka dalam kasus ini yakni Eayan Kicen Adnyana, Ni Kadek Endang Astuti dan Krisnia Adi Putra. Ketiganya satu keluarga warga Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali. Kedua putranya Ketut Krisnia Adi Putra dan Ni Kadek Endang Astuti disangkakan pasal 2 dan pasal 4 UU No. 31 Tahun 1999 yang sudah diubah kedalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 Miliar, sedangkan Wayan Kicen Adnyana dijerat dengan pasal 3 UU No. 31 Tahun 1991 yang sudah diubah kedalam UU No. 20 Tahun 2001 dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 Miliar.

“Tarsangka Wayan Kicen Adnyana yang anggota dewan ini akan kami periksa dalam minggu ini,” ujar Andrie.

Ditempat terpisah Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Klungkung Meyer V. Simanjuntak ditemui diruang kerjanya membenarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ( SPDP ) sudah ditrimanya Rabu (8/3) pagi. “Ya SPDP barusan saya terima,” ujarnya sembari memperlihatkan SPDP.

Seperti diketahui kasus ini terungkap dari hasil monev BPKP bersama Bagian Kesra terhadap pembangunan Merajan Sri Arya Kresna Kepakisan di Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Ternyata bangunan dimaksud sama sekali tidak ada dan diketahui Ketut Krisnia Adiputra sebagai ketua panitia pembangunan Merajan Sri Arya Kresna Kepakisan mengajukan proposal fiktif bernomor 01/PP MSAKK/VII/2014 ke Bupati Klungkung .

Dalam proposal bernilai Rp 305.400.000 itu, Krisnia Adiputra memalsukan tanda tangan kakaknya, I Komang Raka Widnyana didudukan sebagai sekretaris panitia. Tidak saja memalsukan tanda tangan saudaranya, Krisnia juga memalsukan tanda tangan Perbekel Getakan Dewa Ketut Widana beserta stempel desa. Ia juga mencatut nama beberapa warga didudukan sebagai panitia pembangunan. Setelah proposal itu disetujui Pemkab lantaran difasilitasi oleh orang tuanya Wayan Kicen Adnyana uangnya cair sebesar Rp 200 juta sesuai surat perintah pencairan dana No. 00411/SP2D-BKT/2015 tanggal 7 April 2015. Sementara Ketut Krisnia Adiputra sudah terlebih dahulu ditetspkan tersangka dan sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan bahkan berkasnya sudah dikirim ke Kejari Klungkung tinggal menunggu prosrs perbaikan yang nantinya segera di sidangkan. SUS-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *