banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Diduga Melanggar Awig, Warga Pertanyakan Kebijakan Bendesa Adat Lelateng

Jembrana (Metrobali.com)-

Sejumlah krama (warga) adat Desa Pakraman Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana mempertanyakan kebijakan Bendesa Adat Desa Pakraman Lelateng yang dinilai tidak sesuai dengan awig desa.

Krama adat juga mempertanyakan program dan penggunaan anggaran desa. Pasalnya beberapa proyek yang anggarannya dari kas desa adat dinilai tidak sesuai dengan awig desa. Seperti proyek parkir di timur Pasar Pagi Lalateng.

Proyek yang menghabiskan anggaran mencapai sekitar Rp.50 juta lebih itu dinilai warga tidak sesuai dengan awig karena tidak melalui paruman.

“Sesuai paos 22 Awig Desa Pakraman Lelateng Tahun 1991, penggunaan anggaran diatas Rp.5 juta harus melalui paruman. Tapi ini tidak” ujar Wayan Karda didampingin Wayan Ardana dan krama lainnya, akhir pekan lalu.

Terkait permasalah tersebut pihaknya pada tanggal 13 Desember 2015 lalu sempat melayangkan surat kepada Sukerta (Pengawas dan pembina) desa pakraman untuk segera menggelar paruman desa. Namun Sukerta desa dalam surat balasannya tertanggal 21 Desember 2015 menyatakan sudah melayangkan surat kepada Bendesa Adat, tetapi belum mendapat jawaban. Poin lainnya Sukerta desa menyatakan meminta waktu karena disibukan adanya revisi awig desa.

“Revisi awig desa juga mengherankan. Satu sisi mengaku sedang menyelesaikan revisi awig,  sisi lainny pelaporan SPJ-nya sudah, karena anggaran revisi senilai Rp.15 juta dari bantuan Pemprov Bali” ungkap warga lainnya.

Wayan Ardana, warga lainnya mengatakan warga meminta untuk segera digelar paruman, bukan untuk menjatuhkan bendesa, namun agar bendesa bekerja sesuai dengan awig, tidak sesuka hati.

Selain tidak menggelar paruman, ia menilai banyak penyimpangan yang dilakukan bendesa adat, seperti menetapkan kepala pasar Lelateng yang lama, kembali menjadi kepala pasar tanpa melalui paruman dan tanpa sepengetahuan orangnya. Sementara dalam pesuara, untuk jabatan kepala pasar dijabat secara bergantian dari masing-masing banjar yang ada di Desa Pakraman Adat Lelateng.

Sementara itu, Bendesa Adat Desa Pakraman Adat Lelateng, Putu Darmayasa Wisesa belum bisa dikonfirmasi. Ketika ditelpon melalui telpon seluler dalam keadaan aktif namun tudak dijawab. Sementara dari keterangan istri jro bendesa saat dicari rumahnya, Minggu (8/1), yang bersangkutan sedang pergi ke Gianyar karena ada warga menikah. MT-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *