banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Wagub Sudikerta Gelar Operasi Pasar Untuk Kendalikan Harga Cabai

cabai-rawit

Denpasar, (Metrobali.com) –

Harga jual cabai merah ditingkat konsumen selama dua pekan terakhir sejak Desember lalu, khusunya pada saat menjelang dan pasca tahun baru terus meningkat disejumlah pasar, dimana harga cabai rawit jenis seret berkisar pada harga Rp.100.000/kilogram yang sebelumnya berada pada harga Rp.75.000/kilogram. Untuk itu, dalam menekan ekspektasi masyarakat terhadap harga cabai yang semakin tinggi maka Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang juga selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali, menggelar pasar murah dengan menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Bank Indonesia Provinsi Bali , Bulog Provinsi Bali dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Provinsi Bali bertempat di Areal Pasar Kreneng Denpasar, pada Sabtu (07/01).

Dalam pemantauannya, Wagub Sudikerta mengungkapkan bahwa memang benar terjadi ketidakstabilan harga pada beberapa jenis cabai seperti cabai seret yang sempat berada pada harga Rp.35.000/kg, kemudian mengalami kenaikan Rp.75.000/kg dan saat ini berada pada Rp.100.000/kg. Hal tersebut dikarenakan oleh kebutuhan masyarakat dengan cabai rawit jenis seret sangat tinggi terutama pada saat hari raya, selain itu ketidakstabilan cuaca yang menyebabkan produksi para petani tidak maksimal. Untuk itu, Wagub Sudikerta menghimbau masyarakat untuk meminimalisir penggunaan cabai rawit jenis seret atau cabai rawit jenis setan yang juga berada pada harga Rp.100.00/kg, dan dapat mengganti dengan cabai jenis lain yang harganya masih murah seperti Cabai Lombok yang berkisar pada harga Rp.17.000/kg, Cabai Kriting Rp. 40.000/kg, Cabai rawit ijo Rp. 40.000/kg.

Disamping itu, Sudikerta juga menghimbau masyarakat agar tetap menerapkan pola puspasari di pekarangan rumah, dengan menanam beberapa kebutuhan bahan pokok makanan seperti cabai, bawang, terong maupun sayur-sayuran yang dapat ditanam dalam pot-pot kecil atau polybag sehingga, kebutuhan bumbu masakan atau bahan-bahan masakan dapat dipenuhi secara mandiri. “Untuk memenuhi kebutuhan sehari –hari saya harap masyarakat dapat menerapkan pola Puspa Sari di pekarangan rumah, selain lebih mudah tindakan tersebut secara tidak langsung juga dapat meminimalisir terjadinya inflasi daerah”,ujar orang nomor dua di Bali tersebut.

Lebih lanjut, Sudikerta mengatakan bahwa terkait pasar murah yang digelar dalam sehari yang berlangsung di Pasar Kreneng dan Pasar Badung tersebut  PPI menjual cabai rawit jenis seret dan setan seharga Rp.85.000/kg dengan stock 100 kg dan gula pasir kristal Rp.12.500/kg. Ia juga berharap dengan pasar murah tersebut selanjutnya dapat menekan harga cabai yang ada di pasaran, sehingga masyarakat dapat menikmati cabai dengan harga yang normal.

Pada momentum itu Wagub Sudikerta didampingi oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi Bali, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Bulog dan Kepala Pasar Kreneng. AD-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *