banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Warga Pengguna BPJS Menurun Dibanding JKBM

bupati-jembrana-i-putui-artha-saat-melakukan-pemantauan-ke-puskesmas-i-jembrana

Jembrana, (Metrobali) –

Program JKBM yang selama ini melayani kesehatan masyaerakat Bali awal tahun ini resmi dihapus. Pasalnya mulai tanggal 1 Januari 2017 ini JKBM resmi terintegrasi dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merupakan program pemerintah pusat.

Namun sejak terintegrasi dengan BPJS, warga pengguna JKN disejumlah puskesmas di Kabupaten Jembrana mengalami penurunan. Hal ini diketahui saat Bupati Jembrana I Putu Artha melakukan pemantauan kesejumlah puskesmas guna memastikan apakah masyarakat sudah terlayani dengan baik pasca JKBM bergabung dengan BPJS, Jumat (6/1).

Puskesmas I Kecamatan Jembrana misalnya. Dalam sehari kunjungan warga menggunakan JKN tercatat sebanyak 93 pasien, menurun dibanding warga pengguna JKBM sebelumnya yang rata-rata perhari mencapai 116 pasien atau turun sebesar 19 persen. Kondisi serupa  juga ditemui di Puskesmas rawat inap Mendoyo, dari sebelumnya mencapai 70 pasien turun menjadi 45 orang. demikian juga di Puskesmas Mendoyo II Yehembang dari 50 turun menjadi 30 pasien.

Akan kondisi tersebut Bupati Artha menduga karena kurang sosialisasi dari petugas BPJS dan kebiasaaan masyarakat mendapatkan pengobatan gratis melalui JKBM. Karena itu ia meminta agar petugas BPJS melakukan jemput bola dalam melakukan sosialisasi. Karena menurutnya belum semua masyarakat mengerti bagaimana cara mendaftar dan mengikuti program JKN melalui pihak BPJS.

Bupati Artha juga meminta agar pihak BPJS menempatkan stafnya dimasing-masing puskesmas di Jembrana.

“Selama ini pelayanan BPJS masih terpusat di kota Negara, sehingga perlu diambil langkah proaktif dan jemput bola dalam melakukan sosialisasi sehingga masyarakat yang jauh dari perkotaaan mengerti dan mau mengikuti program BPJS“ ujar Bupati Artha.

Ia juga meminta agar seluruh staf dan petugas medis yang bertugas tidak kaku dalam bertugas atau menjalankan kebijakan.

“Kalau ada masyarakat datang tapi masih menggunakan JKBM, jangan ditolak, tapi beri pengertian dan jelaskan cara mendaftar untuk mendapatkan BPJS” ujarnya. MT-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *