banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Koster Klarifikasi Reses dan Kampanye Terselubung

foto-koster-diundang-panwaslih-buleleng
Wayan Koster saat diundang Panwaslih Buleleng, Senin (2/1/2017) di Sekretariat Panwaslih Kabupaten Buleleng di Jalan Pramuka Singaraja.
Buleleng, (Metrobali.com)-
Menuju Pilkada Buleleng 2017 yang  berintegritas, pihak Panitia Pengawas Pemilihan (Panwalih) Kabupaten Buleleng dalam melakukan pengawasan mengedepankan pola pencegahan dan penindakan sesuai dengan perundang-unfangan yang berlaku. Sehingga siapapun diantara dua kandidat yang akan bertarung dalam Pilkada nanti, baik pasangan calon (Paslon) Incumbent Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra (PASS) maupun Paslon Perseorangan (Indpenden) Dewa Nyoman Sukrawan-Gede Dharma Wijaya (SURYA), pihak Panwaslih tidak akan memberikan toleransi sedikitpun apabila terbukti melakukan pelanggaran.
”Sebelum melakukan penindakan, terlebih dahulu kami melakukan pencegahan” demikian dikatakan Ketua Panwaslih Kabupaten Buleleng, Ketut Ariyani yang didampingi Ketua Bawaslu Bali, Ketut Rudia usai mengundang anggota DPR RI, Wayan Koster ke Sekretariat Panwaslih Kabupaten Buleleng di Jalan Pramuka Singaraja, Senin (2/1)
Pasca Panwaslih Kabupaten Buleleng dipanggil DKPP, tampak terlihat perannya lebih ditingkatkan dalam melakukan pengawasan terhadap para kandidat Pilkada Buleleng 2017. Terbukti sebelum mengundang Calon Bupati dari jalur perseorangan Dewa Nyoman Sukrawan yang dianggap melakukan kampanbye diluar jadwal yang ditetapkan, kini Panwaslih kembali mengundang anggota DPR RI Wayan Koster yang dianggap telah melakukan pelanggaran aturan Pilkada yang berlaku. Dimana pada saat Wayan Koster melakukan kegiatan reses di sembilan kecamatan se Kabupaten Buleleng dalam orasinya, mengandung unsur kampanye untuk pemenangan Paslon Incumbent Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra
Atas undangan ini, Wayan Koster didampingi Ketua DPRD Buleleng yang juga Ketua Tim Kampanye PASS, Gede Supriatna dan juga didampingi Mangku Budiasa pada Senin (2/1) sekitar pukul 09.00 Wita memenuhi undangan dan mendatangi Sekretariat Panwaslih Buleleng yang diterima langsung oleh komisioner Panwaslih Buleleng Ketut Ariyani, Sugi Ardana dan Abu Bakar.
Kedatangan Wayan Koster ini, guna memberikan klarifikasi atas temuan Panwaslih Buleleng terkait dengan beberapa point dalam temuan Panwaslih, diantaranya saat melakukan Reses menyampaikan uacapan berupa kata “PASS di Hati” serta mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin dari Parpol PDIP.”Saat melakukan  klarifikasi, beliaunya mengakui dan membenarkan adanya temuan yang disampaikan Panwaslih Buleleng. Temuan kami itu, hampir di sembilan kecamatan saat melakukan reses dari tanggal 21 – 25 Desember 2016 lalu” terang Ketut Ariyani.
Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya mengundang Wayan Koster untuk dilakukan klarifikasi dan dalam hal ini  sifatnya hanya pencegahan agar tidak lagi mengulangi  pelanggaran.”Apabila masih tetap melakukan pelanggaran, maka kami melakukan tindakan sesuai dengan perundang-undangan Pilkada” tandasnya.
Sementara itu ungkapan yang sama juga dilontarkan Ketua Bawaslu Bali, Ketut Rudia. Menurutnya Pilkada Buleleng harus sesuai dengan perundang-undangan. Menyangkut maslah agenda Reses, pihaknya tidak pernah mempermasalahkan.”Siapapun dari anggota dewan melaksanakan agenda reses, kami tidak mempermasalahkannya” ujarnya
Hanya saja, tambah Rudia dalam kegiatan Reses agar tidak ada unsur kampanyenya. Hal inilah yang perlu diluruskan guna terciptanya Pilkada Buleleng yang berintegritas.”Pola pencegahan kami kedepankan, dan hal ini sudah kami lakukan dibeberapa tempat. Dan kalau masih tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dalam Pilkada maka akan dilakukan penindakan. Intinya mari bersama-sama menciptakan Pilkada Buleleng yang berintegritas” pungkas Rudia. GS-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *