banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Rai Mantra Nyatakan Siap Maju Bali 1

Menjemput Sang Pemimpin : Penyatuan Tekad Komponen Masyarakat Bali Mengusung Rai Mantra Sebagai Gubernur Bali 2018-2014

20161231_115030_resized

IB Rai Daharma Wijaya Mantra

 

Denpasar (Metrobali.com)-

Dukungan dan dorongan kepada  IB Rai Daharma Wijaya Mantra untuk maju dalam perhelatan pilgub Bali tahun 2018 mendatang terus mengalir. Terbukti, pada Sabtu (31/12) sekitar 5.000 sahabat Rai Mantra perkumpul di Griya Sebasari, Renon, Denpasar menyampaikan dukungan. Satu persatu dari perwakilan sahabat Rai Mantra seluruh Bali menyampaikan orasinya dan mendukung  Rai Mantra untuk maju pada Pilgub Bali 2018.

Dari catatan Metrobali.com seluruh perwakilan memberi semangat agar IB Rai Mantra maju dan jangan ragu ragu lagi untuk ikut bertarung pada Pilgub Bali. Seperti perwailkan dari sahabat Rai Mantra Made Westra dari Buleleng. Westra yang mantan Sekretaris Kota Denpasar ini mengatakan, bahwa keberhasilan Rai Mantra di Denpasar agar diketoktularkan ke seluruh Bali termasuk di Buleleng.

Hal senada juga disampaikan perwakilan sahabat Rai Mantra dari Jembrana, Dewa Windu Sancaya. Windu mengatakan dengan tegas, pihaknya mewakili sahabat Rai Mantra akan mendukung penuh Rai Mantra maju Bali 1. ”Sosok ini terbukti bersih, menghargai budaya Bali, dan yang terpenting beliau satu satunya tokoh politik yang maju ke Bali 1 ini yang menolak rencana Reklamasi Teluk Benoa,” kata Windu Sancaya.

Setelah satu persatu perwakilan sahabat Rai Mantra menyampaikan dukungan, IB Rai D Mantra begitu terharu mendengar aspirasi para sahabat ini. Rai Mantra menerima dengan penuh rasa hormat  semangat dan aspirasi, serta dukungan sahabat sahabatnya.  ”Saya terharu mendengar aspirasi dari para sahabat. Jabatan tidak bisa dicari . Jabatan tidak bisa dikejar.  “Jabatan itu amanah. Yening ida dane sane tulus, maka tiang akan siap maju di Pilgub Bali 2018. Tiang atau saya siap maju karena jabatan itu adalah amanah. Oleh karena itu, tiang siap maju dalam Pilgub Bali mendatang,” kata Rai Mantra yang berulang ulang dilakukan dan diiringi tepuk tangan bergemuruh para hadirin yang menyaksikan kebulatan tekad Rai Mantra untuk maju Bali 1.

Mendengar, memperhatikan, dan mengamati perkembangan terakhir ini, akhirnya Ida Bagus Dharmawijaya Rai Mantra mengibarkan bendera For Bali 1 di Griya Sebasari, Renon, Denpasar, Sabtu (31/12). Kontan saja, para hadirin yang datang mengahadiri acara tersebut merasa lega. Selama ini, Rai Mantra tidak pernah menyatakan dengan tegas untuk maju ada Pilgub Bali mendatang. ”Inilah sebuah ketegasan seorang pemimpin. Tidak ragu dan galau lagi bertindak dan memutuskan sesuai demi untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Bali,” kata salah seorang sahabat Rai Mantra.

Rai Mantra  mengatakan sebelum menyatakan dirinya maju, pihaknya mengaku sudah menganalisa aspirasi yang berkembang selama ini. Dan dirinya berpesan kepada para sahabat Rai Mantra, ”tidak ada dusta diantara kita”. ”Mari kita berjuang bersama-sama. Saya tidak memiliki kelebihan tanpa ada dukungan dari sahabat. Oleh karena itu, jaga amanah ini untuk perjuangan suci. Berjuang untuk menjaga Bali ke depan. Berjuang untuk kesejahteraan seluruh rakyat Bali,” katanya.

Sementara itu, perwakilan sahabat Rai Mantra dari Bangli mengatakan, Rai Mantra secara pasti tak terlepaskan akan figur sang ayah, Ida Bagus Mantra pada massanya begitu tulus membangun Bali.  Saat ini figur Rai  Dharma Wijaya Mantra sangat pas untuk membangun Bali dengan karakter seni dan budayannya.  Ia minta Rai Mantra harus memelihara tiga ”SIAP” di Griya, yakni  siap maju, siap menang dan siap mengabdi,” katanya.

 

Tentang Rai D Mantra

Di alam demokrasi, kehadiran seorang pemimpin public dapat muncul dari rahim partai politik melalui mekanisme dan proses di dalamnya, dapat juga – yang karena kecemerlanga npribadinya — menyembul dari tengah-tengah masyarakat dan kemudian di akomodasi dan diperjuangkan bersama-sama oleh partai politik.  Keduanya adalah cara kelahiran yang sehat dan lazim.  Dan, apa yang terjadi padaSabtu, 31 Desember 2016 di Griya Sebasari, Renon, Denpasar adalah sebuah gejala untuk kelahiran seorang pemimpin (Bali) melalui cara kedua di atas.

Pada hari yang bertepatan dengan Tumpek Wayang tersebut, perwakilan berbagai komponen masyarakat dari seluruh Bali berkumpul untuk meminta kesediaan Ida Bagus Ra Dharmawijaya Mantra maju dalam kontestasi kepemimpinan Provinsi Bali pada Pilkada 2018 dan memenanginya. Perwakilan komponen masyarakat tersebut berasal dari Penyandang Difabel, Akademisi, Pelaku Wisata, Pegiat Koperasi, Pegiat LPD, dan “Relawan Rai Mantra untuk Bali Satu” dari 58 Kecamatan di Bali.

Ada banyak alasan yang membuat kelompok masyarakat beragam asal-usul, pandangan, dan kepentingan tersebut terpanggil untuk bersama-sama “menjemput” Rai Mantra dan mereka usung sebagai Gubernur Bali periode 2018-2024. Pertama, karena kecakapan dan integritas pribadinya. Di bawah kepemimpinan Rai Mantra sebagai Walikota, Denpasar terbukti semakin maju dan sejahtera. Dianugerahinya Ibu kota Provinsi Bali tersebut dengan berbagai penghargaan tertinggi tingkat Nasional oleh lembaga – lembaga kredibel adalah salah satu indicator dari hal di atas.

Dengan sikapnya yang sahaja Rai Mantra telah terbukti berhasil menggerakkan jajaran birokrasi dan masyarakat Kota Denpasar untuk bersama-sama membuat berbagai kreativitas dan inovasi guna meraih kemuliaan bersama.Visinya yang jauh kedepan telah terbukti menuntun derap Kota Denpasar menuju kemajuan yang jauh melampaui perkiraan.  Pilihan menyandingkan ekonomi kerakyatan dengan ekonomi kreatif telah terbukti mampu memajukan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar tanpa harus mengeksploitasi alam baik dengan cara menggali atau menguruknya.

Kedua, sikap pribadi Rai Mantra yang teguh mengawal Budaya Bali (budaya lokal) dan menjadikannya sebagai suluh dalam perjalanan meraih kemajuan. Yang menarik, kecintaan itu tak membuat Rai Mantra bersikap ekslusif. Dengan mengembangkan sikap egaliter ia rangkul semua kalangan untuk bersama-sama merevitalisasi kebudayaan Bali sehingga lahir berbagai ekspresi baru di berbagai bidang kehidupan namun spiritnya tetap bersandar pada nilai-nila iBudaya Bali. Rupanya keteladanan Sang Ayah, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, yang dikenal luas sebagai pemimpin Bali yang cakap, visioner, dan santun, benar-benar meresap dalam diri Rai Mantra.

Alasan lainnya adalah sikap Rai Mantra yang inklusif dan hangat merangkul berbagai kalangan. Selama memimpin Kota Denpasar, Rai Mantra berupaya keras untuk selalu member ruang dan kesempatan yang sama kepada semua kalangan baik itu anak-anak, remaja, dewasa, atau pun lansia untuk berkiprah dan mencapai kemajuan. Di bawah kepemimpinannya, kaum defabel ditempatkan setara dengan masyarakat lainnya.

Itulah sebagian alasan mengapa perwakilan berbagai komponen masyarakat Bali mendatangi kediaman Rai Mantra untuk meminta kesediaannya menjadi Kandidat Gubernur Bali sehingga selanjutnya seluruh komponen masyarakat ini dapat lebih focus merapatkan barisan, menyatukan langkah, menggalang kekuatan untuk memenangi kontestasi Pemilihan Gubernur Bali 2018. SUT-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *