banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Hidup Damai di Bumi Pertiwi Indonesia

mh-said-abdullah23

Oleh :

MH. Said Abdullah

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI

SEBUAH negeri berpenduduk muslim terbesar dunia –Indonesia- kembali memberikan kebanggaan luar biasa ketika kegiatan perayaan Natal berlangsung penuh kedamaian. Inilah keramahan dan sikap persaudaran rakyat Indonesia yang terbangun tanpa sekat-sekat perbedaan agama. Kegiatan seluruh penganut agama  hampir sepenuhnya berlangsung damai.

Pada perayaan Natal tahun ini semua berjalan lancar. Ummat Kristiani di berbagai daerah  dapat dengan tenang merayakan Natal secara hikmad. Di beberapa daerah partisipasi ummat Islampun seperti mengamankan terlihat jelas mempertegas semangat persaudaraan sebagai bangsa yang luar biasa. Senada seperti ketika  Idul Fitri dan Idul Adha, masyarakat Kristiani dan kalangan ummat agama lainnya ikut serta membantu mempersiapkan ummat Islam merayakan hari rayanya.

Untuk sebuah bangsa besar berpenduduk sekitar 250 juta, peringatan keagamaan berjalan damai pada seluruh ummat beragama yang berbeda merupakan gambaran riil tentang kedewasaan rakyat Indonesia. Hampir seluruh penduduk negeri ini dari pengalaman pelaksanaan kegiatan keagamaan memperlihatkan kemampuan memahami makna hubungan antar ummat beragama. Ada kesadaran bahwa perbedaan agama merupakan kenyataan sosial dan bahkan merupakan sunnatullah tentang kehidupan manusia.

Secara tegas pesan-pesan kitab suci semua agama  sebenarnya mengajarkan tentang kenyataan keberadaan perbedaan keyakinan. Kitab suci sebagai firman Tuhan  memberikan keleluasaan kepada manusia mengembangkan keyakinannya sendiri, yang sangat mungkin berbeda dari orang lain. Tuhan memberikan kesempatan mengembangkan  keyakinan masing-masing manusia dengan dilandasi kesadaan pemikiran dan kualitas pemahamannya.

Keyakinan berlandaskan kesadaran pemikiran dan pemahaman itu pada tataran aplikatif selayaknya mampu mewujudkan nilai-nilai Ketuhanan melalui kasih sayang, semangat persaudaraan antar sesama. Bukankah semua agama diturunkan Tuhan untuk kepentingan manusia, agar mampu mengembangkan semangat peduli sesama, saling asih, asah dan asuh. Sebuah sikap yang jika dilaksanakan pada tataran hubungan sosial akan menyuntikkan perdamaian antar manusia, antar pemeluk  agama.

Jika secara tegas Tuhan memberikan tuntunan kepada manusia bahwa walau berbeda keyakinan manusia harus senantiasa tetap dalam kedamaian, selayaknya jika seorang merasa menjalankan ajaran Tuhan dengan keyakinannya berusaha mengembangkan semangat ajaran yang menghargai perbedaan keyakinan dalam hubungan interaksi sosial keseharian. Seluruh agama melalui kitab sucinya mengajarkan tentang nilai-nilai kemanusian agar manusia mampu menjalin hubungan sosial secara damai penuh kasih sayang.

Pada tahun ini sebelum perayaan Natal memang sempat merebak wacana masalah penggunaan asesoris Natal ketika beberapa perusahaan bersikap berlebihan dalam merayakan Natal dengan mengajak seluruh karyawan memakainya. Namun kemudian, semuanya dapat kembali terbangun sikap saling pengertian sehingga persoalan asesoris Natal sebatas menjadi pembicaraan dan tidak sampai menimbulkan gesekan berarti. Perayaan Natalpun di seluruh Indonesia dapat berlangsung damai di tengah-tengah mayoritas ummat Islam Indonesia.

Mayoritas ummat Islam Indonesia secara riil telah menyampaikan pesan perdamaian Al Quran melalui sikap  menghargai keyakinan agama lain khususnya kalangan ummat Kristiani sehingga perayaan Natal dapat berjalan damai. Pesan kemanusiaan Al Quran ini diharapkan menjadi semangat dan inspirasi penganut agama apapun di dunia ini untuk mewujudkan  perdamaian, hubungan indah antar pemeluk agama. Bahwa perbedaan keyakinan keagamaan bukanlah halangan mengembangkan kebersamaan, persaudaraan, hidup damai sebangsa dan bahkan   antar penganut agama di berbagai belahan dunia. Begitulah subtansi sesungguhnya semua agama: untuk menumbuhkan dan menyegarkan kasih sayang, kepedulian manusia agar terwujud kedamaian. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *