banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Dorong Pertanian Organik, Bi Bali Gandeng Pemkab Gianyar Kembangkan Laboratorium Mini MA-11

Gianyar (Metrobali.com)-

Pengembangan pertanian organik berbasis MA-11 telah menunjukkan bukti peningkatan produktifitas lahan kelompok binaan KPw Bank Indonesia Provinsi Bali.Hasil panen padi perlakuan organik tahap III bulan November 2016 laludi Kelompok Tani, Ternak dan Ikan (Gianyar) telah mencapai hasil rata-ratasebesar10,5 ton/Ha meningkat sebesar 90% dari kondisi awal yang rata-rata hanya sebesar 5,5 ton/Ha. Demikian juga dengan hasil panen padi perlakuan organik tahap II di Subak Getas (Gianyar) pada bulan Oktober 2016 menghasilkan rata-rata sebesar 9,5 ton/Ha meningkat sebesar 73% dari sebelumnya rata-rata hanya sebesar 5,5 ton/Ha.Hasil panen bawang merah perlakuan organik tahap II bulan Juni 2016 di Kelompok Sari Pertiwi (Bangli) menghasilkan rata-rata sebesar 22,4 ton/Ha meningkat sebesar 135% dari kondisi awal rata-rata hanya sebesar 9,5 ton/Ha.

l

Berbagai bukti peningkatan produktifitas dimaksud telah membuka pemahaman petani untuk beralih dari menggunakan pupuk kimia menjadi pupuk organik berbasis MA-11. Untuk mendukung pengembangan pertanian organik berbasis MA-11 di Provinsi Bali diperlukan ketersediaan MA-11 yang cukup. Sejalan dengan hal tersebut, kebutuhan akan MA-11 pun semakin meningkat, sehingga sudah saatnya didirikan suatu unit produksi MA-11 di wilayah Bali dengan pengawasan mutu dari pihak penemu atau pemegang lisensinya.Pemilihan lokasi pendirian Laboratorium Mini MA-11 di Kab. Gianyar ini berdasarkan pertimbangan terhadap besarnya komitmen Pemkab Gianyar yang dapat dilihat pada banyaknya demplot dan klaster (komoditi padi di KTTI Pulagan dan Subak Getas serta komoditi bawang merah di Subak Kembengan) yang menuai keberhasilan serta besarnya potensi yang masih dapat dikembangkan ke depan.

Pengembangan Laboratorium Mini MA-11 ini merupakan hasil kerja sama antara Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Pemkab Gianyar memberikan dukungan berupa penyediaan lokasi yaitu di BPP Tampaksiring dan melalui Program Sosial Bank Indonesia, Bank Indonesia Provinsi Balimemberikan bantuan berupa sarana dan prasarana seperti renovasi tempat sesuai persyaratan dan peralatan yang dibutuhkan serta bantuan teknis berupa pelatihan dengan mendatangkan penemu atau pemegang lisensi yaitu Dr. Nugroho Widiasmadi.

Unit produksi laboratorium mini MA-11 ini mempunyai prinsip sosial, bukan semata-mata bisnis yang dijalankan oleh petani dari kelompok binaan KPw Bank Indonesia Provinsi Bali berjumlah 8 orang yang merupakan tim pengelola laboratorium mini sebagaimana telah dikukuhkan oleh Dinas Pertanian Kab. Gianyar.

llTim inti pengelola lab mini MA-11 terdiri atas8 (delapan) orangpetani penggerak kelompok binaan KPw BI Provinsi Bali yang berasal dari beberapa kabupaten di Provinsi Bali, yaitu Kab. Gianyar, Kab. Bangli, Kab. Karangasem, Kab. Tabanan dan Kab. Jembrana, antara lain:

  • I Dewa Gata (TPL Klaster Padi)
  • I Dewa Made Raka (TPL Klaster Kopi dan Bawang Merah)
  • Ida Wayan Oka (Kelompok Sekar Sari Pertiwi, Budakeling, Karangasem)
  • I Wayan Antos (Kelompok Merta Buana, Ababi, Karangasem)
  • Tami Soeharto (Ahli pH Air)
  • Gede Kadra (Ahli Kultur Jaringan)
  • Dewa Santika (Ahli Organic Farming)
  • Dewa Nyoman Sujaya (Petani Pakar dan Praktisi)
  • Pertimbangan dibuatnya unit produksi MA-11 di Bali ini adalah sebagai berikut:
  1. Semakin banyaknya kelompok masyarakat yang menggunakan MA-11 sebagai dasar pengembangan pertanian organik baik kelompak binaan BI atau masyarakat umum.
  2. Mempercepat ketersediaan MA-11 dimanapun dan kapanpun di wilayah Bali mengingat sebelumnya MA-11 harus dipasok dari Semarang.
  3. Menekan biaya-biaya operasional utamanya biaya transportasi hingga 50% (dibandingkan dengan membeli dari Semarang) sehingga harga dapat tetap terjangkau untuk masyarakat atau petani.
  4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pertanian terintegrasi (produk pertanian, perikanan, peternakan dan lain-lain).
  5. Mempercepat penguatan sektor riil untuk menuju kemandiran sehingga memperkokoh pondasi perekonomian nasional dan menekan laju inflasi.
  6. Dapat digunakan sebagai media dan tempat pembelajaran (sekolah lapang) bagi petani dalam pengolahan pupuk organik dan pertanian terintegrasi berbasis MA-11.

Proses produksi MA-11 di luar Laboratorium Anugrah Bangsa (ANSA) telah mendapatkan ijin dari penemu atau pemegang lisensi yaitu Dr. Nugroho Widiasmadi dan akan terus berada dalam pengawasan Tim Laboratorium ANSA yang ditugaskan untuk mengontrol secara berkala setiap 100 liter produksi F2 agar kualitas tetap terjaga dan aman terjamin diedarkan di masyarakat. RED-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *