banner-website-2-x-16cm

Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Jalak Sidakarya Serahkan Bingkisan : Ajak Gubernur dan DPRD Lihat Cap Jempol Darah

Jalak Sidakarya Diterima Kabag Humas DPRD Bali

Denpasar (Metrobali.com)-

Polemik rencana reklamasi Teluk Benoa di pesisir selatan Kota Denpasar, Bali, hingga saat ini terus berlanjut. Rabu (26/2) pagi tadi puluhan warga Denpasar yang mengatasnamakan Jaringan Aksi Tolak Reklamasi (Jalak) Sidakarya, menyerahkan bingkisan Cap Jempol Darah ke DPRD Bali. Bingkisan tersebut diterima Kabag Humas DPRD Bali.

Utusan Jalak Sidakarya Wayan Tirta Yasa menegaskan, bingkisan yang diserahkan kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Ketua DPRD Bali adalah sebuah seruan.

‘’Biar bapak Gubernur dan bapak Ktua DPRD keluar gedung melihat tanda tangan dan cap jempol darah yang dilakukan warga kami sebagai penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa, ‘’ katanya.

Dikatakan, di dalam bingkisan itu hanya surat seruan. ‘’Karena surat sebelumnya kami sudah kirimkan via pos dan tadi di kantor gubernur bahwa surat kami sudah masuk , ‘’ tambahnya.

Pointnya sangat simpel sekali,’’ kami memohon agar bapak gubernur keluar gedung melihat aksi tanda tangan dan cap jempol darah biar beliau tidak melihat di media masa, itulah aslinya, termasuk penegasan penolakan reklamasi teluk benoa,’’.

Diharapan  bapak gubernur segera mencabut SK Reklamasi Teluk Benoa  dan selanjutnya kami bisa hidup tenang. Kami masyarakat kecil, kami hanya ingin hidup tenang tanpa, harus was was dengan kejadian kejadian seperti Jakarta.

Sebelum  terlambat dan bencana itu terjadi, maka lebih bagus kita cegah dulu. Harapan kami juga bapak gubernur dan bapak dewan bisa melihat mendengar dan mencegah atau mencabut keputusan tersebut.

Dikatakan yang melakukan aksi  jempol darah itu adalah ratusan orang. ‘’Itu kami lakukan beberapa hari yang lalu atau tepatnya hari Mingg (16/2), karena selama ini kami melihat DPRD  hanya diam, kami bermaksud melihat bapak bapak DPRD ada aksi.

Dikatakan, DPRD dan Gubernur ikut menjaga dan  menciptakan suasana yang kondusif aman. ‘’Satu satunya jalan adalah mencabut SK itu. Selama itu masih ada, kami tentu masih diselimuti rasa resah,’’ kata Tirta Yasa.

Pihaknya menyerukan  kepada seluruh masyarakat, mari jaga Bali dan mari kita bersama –sama menolak rencana reklamasi untuk kelangsungan generasi muda di masa yang akan datang. JAK-MB 

5 Responses to Jalak Sidakarya Serahkan Bingkisan : Ajak Gubernur dan DPRD Lihat Cap Jempol Darah

  1. sari Reply

    February 26, 2014 at 8:08 PM

    ahhh BARISAN SAKIT ATI NE, DE GUGUNE ADE NAK NGUNDEN, TENANG APANYA, MEMANGNYA KLO REKLAMASI TDK TENANG, SG MASUK AKAL, DALANGNE SG BANI NGENAH,,

  2. Borok Reply

    February 26, 2014 at 10:17 PM

    sing ada apane to lanjut gen reklamasine pak mangku de to runguange hanya BB dogen……….

  3. putry Reply

    February 27, 2014 at 2:17 PM

    ya masing2 dapat Rp 50,000,- plus nasi bungkus, aqua botol dan dpt eksis di koran seneng banget dah drpd donor darah cm dpt bubur kacang ijo + tlor rebus 2 biji,, lumayan,

  4. kebot Reply

    February 27, 2014 at 5:05 PM

    Bicaralah yang sopan jangan memanaskan suasana, semua manusia itu bodoh semua manusia itu pandai sekarang masyarakat sudah pintar menilai para pemimpin kalau brani mari kita lakukan jajak pendapat dibali masalah ini supaya jelas maunya masyarakat seperti apa jangan memikirkan masalah biaya karena bali itu kaya.
    Bali ini perlu dikembangkan ke daerah lain seperti ke Jembrana, singaraja, karangasem, bangli, tabanan sehingga merata karena daerah tersebut juga punya potensi seperti dibadung.
    Berfikirlah bijaksana jangan bajaksana demi kepentingan sesaat.
    Terimakasih.

  5. MANnggrove Reply

    March 2, 2014 at 12:16 PM

    aspirasi suara adalah hak individu dan kelompok namun tatkala massa “dikondisian” pada pilihan dan sikap tertentu tanpa tahu apa yang mereka perjuangkan itu namanya mobilisasi,,,,dimana posisi gendo kok hotel mulia lolos?jalan TOL ?hotel dan resort di seminyak dan canggu kok aktivis ini diam saja?apa “argo” yang diminta sudah diberikan??
    beda tipis loh antara aspirasi, partisipasi dan mobililasi……….naif dan konyol!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *