Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Kelelahan Latihan Pengamanan APEC, 1 Anggota Kopassus Tewas

Denpasar (Metrobali.com)-
Insiden kecelakaan terjadi saat Kopassus menggelar latihan pengamanan KTT APEC. Setidaknya terjadi dua insiden kecelakaan. Satu peristiwa menyebabkan anggota Kopassus meninggal dunia, satu insiden menyebabkan seorang Kopassus mengalami luka serius.

Kepala Penerangan Kodam IX Udayana, Kolonel Wing Handoko menjelaskan, seorang Kopassus yang mengalami kecelakaan di laut adalah Letnan Satu Infanteri Rienlas Wideslatu. “Dia menjabat sebagai Komandan Unit Paska Kopassus,” terang Wing Handoko dalam pesan singkatnya, Jumat 4 Oktober 2013.

Peristiwa itu terjadi manakala saat melakukan pendaratan pantai di Pulau Serangan. “Karena kelelahan melawan arus laut, yang bersangkutan saat ini masih dirawat di RSAD untuk pemulihan,” paparnya.

Sementara satu insiden yang menyebabkan tewasnya Sersan Satu Wahyu Eko Setiawan lantaran menderita sakit asma akut. “Wahyu telah dirawat selama dua hari belakangan di RSAD. Tadi siang akhirnya meninggal,” ujar Wing. JAK-MB

8 Responses to Kelelahan Latihan Pengamanan APEC, 1 Anggota Kopassus Tewas

  1. Laskar Peceng-Perot Reply

    October 5, 2013 at 4:24 AM

    Kemurkaan alam harusnya tidak dilawan dengan menyisingkan lengan dan paksaan atas kekuatan yang dimiliki manusia , semuanya itu tidak ada artinya karenanya alam memang maha segalanya, apa yang terjadi maka terjadilah !
    atas meninggalnya Eko Setiawan turut berduka cita, semoga tuhan memberikan sisi yang mulia buatmu disorga.

  2. wayan mastra Reply

    October 5, 2013 at 6:09 AM

    turut berduka cita atas meninggalnya Eko Setiawan, semoga mendapat tempat sesuai dengan amal baktinya……………………..

  3. made merkak Reply

    October 5, 2013 at 7:51 AM

    Lahhh eko meninggal karena sakit asma, bukan karena latihan broo, gimana mb ni.

  4. i kadek adi Reply

    October 5, 2013 at 8:50 AM

    ckckckck jek ulian leme monto gen pengamane serem gen.. yen be sing bani mati adenan de ngae apec sing misi nyage” pedalem nak mati ulian nyage jeleme…

    • Anonym Reply

      October 5, 2013 at 8:55 AM

      memang udah jadi tanggung jawab TNI menjaga keamanan dan klo kecolongan bagaimana?? yg kena dampak siapa juga?? klo mau di buat di daerah lain mau dimana??, yg jadi masalah dia knp bisa lolos jd TNI sedangkan punya riwayat asma akut

  5. teman kecil Reply

    October 5, 2013 at 9:22 AM

    ane teman semasa kecilnya mas brooooooooo semua,,,, teman sekolah dikampung, selama 12 tahuuun, teman bermain, dia merokok juga tidak. so gak ada riwayat dan catatan bahwa si wahyu skit asma. jadi kalau kata si kolonel wing kok seperti itu,,,, perlu di pertanyakan kebenaranya. katakan yang sebenarnya,,,, sejak kami dapat kabar, suasana dirumah sangat luar biasa hebatnya. ayah, ibu dan adiknya terguncang hebat. kami semua juga kaget mendengar kbar tersebut. sampai waktu pemakaman kemarin ayah ibunya saja juga tidak sadarkan diri. jadi yang bener dung kalau memberitakan,,,,, wong pinter kok macak gakpinter,,,,,

  6. teman kecil Reply

    October 5, 2013 at 9:25 AM

    ane teman semasa kecilnya mas brooooooooo semua,,,, teman sekolah dikampung, selama 12 tahuuun, teman bermain, dia merokok juga tidak. so gak ada riwayat dan catatan bahwa si wahyu skit asma. jadi kalau kata si kolonel wing kok seperti itu,,,, perlu di pertanyakan kebenaranya. katakan yang sebenarnya,,,,
    sejak kami dapat kabar, suasana dirumah sangat luar biasa hebatnya. ayah, ibu dan adiknya terguncang hebat. kami semua juga kaget mendengar kbar tersebut. sampai waktu pemakaman kemarin ayah ibunya saja juga tidak sadarkan diri. jadi yang bener dung kalau memberitakan,,,,, wong pinter kok macak gakpinter,,,,,

  7. brendelman Reply

    October 5, 2013 at 8:20 PM

    ikit berduka atas meninggalnya Sersan Satu Wahyu Eko Setiawan dalam tugasnya sebagai TNI,…. semoga deliau mendapat tempat yang layak disana atas pengorbanannya pada negara, inilah pengabdian TNI kpd NKRI tak takut berkorban jiwa dan raga serta meninggalkan keluarga,… kalo semua pemimpin borokrat punya jiwa seperti ini pasti tidak ada korupsi di Indonesia seperti nazarudin dan akil muchtar yang melindungi diri dari uang rakyat dan mengorbankan nasib rakyat demi dolar,… akhirnya mencoreng Yudikatif Indonesia di mata dunia,….. sungguh perbuatan hina !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>