Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Kecamatan Kuta Dinilai Tim GSI-B Provinsi Bali

Mangupura (Metrobali.com)-
            Kecamatan Kuta dipercayakan untuk mewakili Badung dalam Penilaian Gerakan Sayang Ibu-Bayi Baru Lahir (GSI-B) tingkat Provinsi Bali. Penilaian ini dilaksanakan di Graha Budaya Lotring Kuta, Rabu (4/9). Acara ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dr. I Gede Putra Suteja yang sekaligus mewakili Bupati Badung, anggota DPRD Badung I Gst. Anom Gumanti, Kepala SKPD terkait, Camat Kuta I Gede Rai Wijaya, Lurah Se-kecamatan Kuta, Ketua TP PKK se-kecamatan Kuta serta tokoh masyarakat Kecamatan Kuta. Sebelum acara penilaian dimulai, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika berkesempatan berkunjung ke Graha Budaya Lotring sebelum berangkat ke Petang. Disana beliau menyempatkan berbincang-bincang dengan Camat Kuta I Gede Rai Wijaya dan TP PKK Kecamatan Kuta guna memberikan semangat terkait pelaksanaan penilaian.
Camat Kuta dalam laporannya mengatakan, Kecamatan Kuta yang terdiri dari 5 Kelurahan yakni Kelurahan Kedongan, Tuban, Kuta, Legian dan Kelurahan Seminyak siap dinilai Tim GSI-B Provinsi Bali. Kesiapan ini dapat dilihat dari kegiatan TP PKK Kelurahan yang dimotori PKK masing-masing lingkungan untuk mengurangi serta meminimalkan kematian ibu dan bayi. Kegiatan-kegiatan ini telah mengikuti prosedur sesuai dengan protap dalam pembinaan GSI-B.
Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan dr. I Gede Putra Suteja menyampaikan, untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, haruslah dimulai dengan peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil dan bayi sejak dalam kandungan. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Badung mempunyai komitmen yang kuat guna mewujudkannya salah satunya dengan memberikan perhatian kepada ibu hamil, bayi baru lahir melalui kegiatan sayang ibu dan bayi baru lahir. “Kegiatan Gerakan Sayang Ibu-Bayi Baru Lahir ini agar dijadikan inspirasi dan mendorong semua komponen masyarakat memberikan perhatian dan responsip terhadap kesehatan ibu hamil dan bayi sejak dalam kandungan,” imbuhnya.
dr. I Gede Putra Suteja menambahkan indicator GSI-B adalah menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). AKB di Badung dari Januari 2013 sampai Juli 2013 sebanyak 3 orang (0,67/1000 kelahiran hidup). “Ini berarti dibawah provinsi dan nasional, semua ini tidak terlepas dari komitmen Bupati Badung untuk memprioritaskan pembangunan sektor kesehatan sebagai upaya meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dan indeks pembangunan manusia,” tegas dr. I Gede Putra Suteja
Sementara itu Ketua Tim Penilai Provinsi Bali yang diwakili Sekretaris BP3A Ir. A.A. Istri Iriani, MSi mengatakan bahwa kegiatan penilaian GSI-B merupakan suatu amanat untuk ikut mengupayakan peningkatan kualitas hidup yang muaranya pada peningkatan keejahteraan masyarakat. GSI-B perlu dievaluasi karena semenjak dicanangkan Presiden pada tanggal 22 Desember 1996, ternyata telah memberikan kontribusi dalam penurunan AKI dan AKB. “ini berarti masyarakat dapat memaknai maksud dan tujuan dari Gerakan Sayang Ibu tersebut,’ungkap Iriani.
Acara dilanjutkan dengan mengunjungi dan menilai GSI-B di Kelurahan se Kecamatan Kuta oleh tim penilai dari Provinsi Bali yang berjumlah 14 orang. PUT-MB
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>