Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

PN Denpasar Eksekusi Hotel Grand Balisani

Kuta (Metrobali.com)-

Pengadilan Negeri Denpasar mengeksekusi dua unit bangunan Hotel Grand Balisani di kawasan Petitenget dan Legian, Kabupaten Badung, setelah menerima salinan Surat Keputusan Mahkamah Agung Nomor 277 Pk/Pdt/2012 yang memenangkan gugatan salah satu pemilik hotel tersebut.

“Selanjutnya kedua hotel itu akan dilelang,” kata Juru Sita PN Denpasar Komang Bayu Wirawan di Petitenget, Kuta, Kabupaten Badung, Senin (29/7).

Dua hotel yang disengketakan itu, masing-masing berdiri di atas lahan seluas 12.800 meter persegi di Batu Belig, Petitenget, dan 3.850 meter persegi di Legian.

Wirawan menjelaskan bahwa dalam tindak pendahuluan itu diturunkan tim penafsir independen dari Kantor Jasa Penilaian Publik Muttaqin Bambang Purwanto dan rekan yang akan melakukan pengukuran dan penilaian bangunan hotel itu.

“Tujuan dari penafsiran tersebut untuk menentukan nilai jual dari bangunan yang akan dilelang tersebut,” ujarnya.

Sedangkan sebagai pihak tergugat adalah dua pemilik hotel lainnya, yakni Soehardjo Gondo dan Hendy Setiawan.

Sementara itu, Martin Suryana selaku kuasa hukum Lie Thien Ping, mengemukakan bahwa perkara tersebut terjadi pada 2006 yang bermula dari perselisihan antarpemilik hotel, yakni Lie, Soehardjo, dan Hendy.

“Hotel itu dibeli pada 2001 oleh tiga orang dengan komposisi Lie 45 persen, Gondo 45 persen, dan Hendy 10 persen,” katanya.

Ketiga orang itu kemudian membentuk perusahaan untuk mengelola hotel. Namun hotel tersebut bukan merupakan aset perusahaan, melainkan milik pribadi ketiga orang itu.

Permasalahan timbul karena di antara para pemilik terjadi ketidakharmonisan akhirnya terjadi pecah kongsi.

Ada beberapa pilihan yang diusulkan oleh para pemilik hotel untuk membuat seluruh pihak sama-sama untung. Namun mereka tidak sepakat dalam penentuan opsi.

“Lalu pada 2009 Lie Thien Ping mengajukan gugatan secara perdata untuk mengakhiri kepemilikan di antara ketiga orang tersebut. Gugatan akhirnya dimenangkan oleh klien kami,” ucapnya.
Pengadilan memberikan wewenang kepada penggugat untuk melelang hotel tersebut dan hasilnya dibagikan sesuai porsi masing-masing. AN-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>