Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Jelang Arus Mudik, Trotoar Dipenuhi Warung Dadakan

Jembrana (Metrobali.com)-

Arus mudik belum juga ramai, namun trotoar sepanjang jalan Gilimanuk sudah dipenuhi warung. Dari informasi warung-warung dadakan itu milik warga setempat. Mereka memanfaatkan momen arus mudik untuk mengais rejeki.

Pantauan, Minggu (28/) sejumlah warung nampak sudah berdiri sepanjang trotoar. Warung-warung itu berdiri diatas trotoar kiri jalan menuju pelabuhan Gilimanuk. Di warung yang terbuat dari bambu itu warga menawarkan berbagai jenis makanan dan minuman.

Sri (40), salah seorang pedagang mengaku sudah mendapat ijin dari pihak kelurahan untuk berjualan diatas trotoar. Namun dengan catatan warung yang didirikan tidak sampai menjorok ketengah jalan. Selain itu pedagang juga diminta untuk menjaga kebersihan.

“Seperti tahun lalu kami biasanya berjualan sampai arus mudik selesai. Setelah itu warung ini kami bongkar kembali” Ujarnya.

Namun ada yang menarik saat wawancara dengan sejumlah pedagang dadakan itu. Harapan pedagang ternyata berbanding terbalik dengan harapan sejumlah intansi di Gilimanuk. Jika aparat dan instansi terkait menginginkan agar arus mudik lancar, namun tidak demikian dengan doa para pedagamg. Mereka justru berdoa agar terjadi antrean panjang. Dengan harapan dagangannya laris laku. “Mudah-mudahan atreannya panjang dan lama. Sehingga dagangan kami bisa laku dan kami sekeluarga bisa berlebaran” Ujar salah seorang pedagang sambil tersenyum, sembari wanti-wanti namanya tidak ditulis.

Sementara itu, Lurah Gilimanuk IGN Rai Budhi saat dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya telah memberikan ijin untuk berjualan diatas trotoar. “Ini masalah perut, kami tidak bisa melarang. Tapi hanya boleh berjualan diatas trotoar, dengan catatan tetap menjaga kebersihan. Kalau kotor akan kami bongkar. Semua kepala lingkungan sudah kami minta untuk memantau. Sehingga ketertiban dan kenyamanan pemudik tetap bisa terjaga” Ujarnya.

Dikatakanya toleransi tersebut diberikan hanya sampai pada arus mudik selesai, bukan untuk selamanya. Juga warungnya tidak boleh lebih dari trotoar. “Kami hanya membolehkan disepanjang trotoar itu saja, di tempat lainnya tidak boleh karena bisa mengganggu arus mudik” Pungkasnya. MT-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>