Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

PDIP Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Denpasar (Metrobali.com)-

Kalah di Pilgub Bali, rupanya membuat PDIP merubah haluan politiknya. Jika sebelumnya Golkar, Demokrat dan partai lain yang mengkritisi kebijakan gubernur, kini giliran PDIP yang mengambil sikap kritis. Maklum saja, kini Made Mangku Pastika tak lagi diusung PDIP, melainkan koalisi Demokrat-Golkar dan tujuh partai lain.

Seperti dalam hal rencana reklamasi Pulau Pudut di Teluk Benoa, di mana Gubernur Pastika telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang diberikan kepada PT TWBI milik pengusaha nasional Tomy Winata seluas 838 hektar.

Melalui rapat koordinasi DPD PDIP Bali dengan jajaran Fraksi PDIP DPRD Bali, Selasa 16 Juli 2013, dengan tegas partai berlambang banteng gemuk dalam lingkaran itu menolak rencana reklamasi seluas 838 hektar oleh PT TWB dengan hak konsesi 30 tahun. Hak konsesi itu dapat diperpanjang untuk waktu 20 tahun ke depan.

Dalam keterangan resminya, PDIP menolak SK Gubernur Bali soal izin reklamasi dan memandang SK tersebut batal demi hukum lantaran tidak sesuai dengan rekomendasi dewan. PDIP juga memandang SK tersebut melabrak berbagai aturan hukum dan belum ada Feasibility Study (FS) yang final, sehingga SK perlu dicabut.

“Kesimpulan rapat, PDIP dengan tegas menolak rencana reklmasi itu,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Ketut Tama Tenaya didampingi Sekretaris DPD PDIP Bali, Nyoman Adi Wiryatama. Rapat tersebut digelar tertutup dipimpin Ketua DPD PDI Bali AA Ngurah Oka Ratmadi.

Tama Tenanya mengatakan, rapat tersebut telah memutuskan beberapa hal. Pertama, PDIP Bali dengan tegas menolak rencana reklamasi dan ke luarnya SK izin reklamasi itu. “Kami menolak reklamasi di Teluk Benoa karena belum ada FS final dari tim Universitas Udayana. Kami juga meminta ada kajian pembanding, uji laboratorium tsunami dan uji laboratorium pantai. Proses itu harus benar- benar objektif dan transaparan,” katanya.

Kedua, PDIP mengharapkan pembangunan Bali menjadi bagian rakyat secara keseluruhan. Tidak semata-mata Bali menjadi milik investor saja. Kata Tama Tenaya, apapun bentuk kegiatan investasi di Bali yang berkaitan dengan pariwisata dan berdampak pada kerusakan lingkungan, rakyat Bali memiliki hak mengawal dan ambil bagian atas proses itu, supaya mereka tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri.

“Ketiga, PDIP tetap mempertahankan pembangunan pariwisata berwawasan budaya. Reklamasi ini akan berdampak negatif bagi kelangsungan pariwisata budaya, apalagi Bali selatan sudah over capacity,” tegas dia.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Bali, Nyoman Adi Wiryatama menuding lahirnya SK izin reklamasi sangat prematur dan bertentangan dengan rekomendasi dewan. “SK ini ke luarnya sangat prematur. Kami juga sudah membaca rekomendasi dewan. Jelas di sana rekomendasi melanjutkan study (kajian). Tetapi eksekutif sudah buru-buru mengeluarkan SK izin reklamasi. Jadi kami jelas menolak,” jelasnya.

“SK ini mesti dicabut. SK itu menyimpang dari peraturan hukum dan rekomendasi dewan. Jadi SK itu otomatis batal demi hukum dan tidak memenuhi syarat,” tambah Adi Wiryatama. BOB-MB

33 Responses to PDIP Tolak Reklamasi Teluk Benoa

  1. Mencla-mencle Reply

    July 16, 2013 at 6:21 PM

    Slogan orang Bijak “kalau sapi yang dipegang adalah kata-katanya, Kerbau yang dipegang adalah Hidungnya, tapi kalau manusia yang dipegang adalah kata-katanya, Pemangku-pemangku kebijakan mencla-mencle bagaimana bisa dijadikan Panutan masyarakat. sekarang cuaca lagi tidak menentu, terkadang-mendung, hujan, dan terkadang terik………………bgitulah suara partai diatas,

  2. suka Reply

    July 16, 2013 at 7:59 PM

    ha..ha..ha…Siapa yg percaya sama partai. Coba kemarin menang pilgub, pasti ceritanya lain lagi. Apakah PDIP sudah melakukan kajian mendalam sehingga berani menolak? Jangan2 ini hanya manuver murahan, yg penting beda dgn gubernur terpilih…….Dubai sdh membuat pulau palm yg sangat luas dari hasil reklamasi, nggak ada masalah kok. Yang masalah dan sudah pasti mendatangksn masalah adalah ketika jalur hijau berkurang, oksigen semakin tipis…..

    • Muka Lugu Reply

      July 17, 2013 at 8:09 AM

      setuju bli,
      Ingat msykt kita melek dong, kita hidup dr pariwisata.
      hrs mengikuti perkembangan saat ini, tp dgn syarat masih ada tradisional arsitektur balinya.
      lihat sentosa island singapore contohnya.
      kalo cuma bilang “nanti kita hny jd pembantu/pegawai saja, yg pny investor”
      mangkanya de nyak ne dadi kuli, duegin iba ne, dadi bos be.. HAHA
      jgn munafik & kampungan lah.
      drpd pulau serangan tandus yg saat ini cuma jd tpt latihan org naik mobil/ hiburan cafe.
      manfaatkan potensi yg ada bli! maju pak mangku!

  3. Arya T j Reply

    July 16, 2013 at 8:49 PM

    nanti aja klo dpat bagian lain lagi dah ceritanya,,,,,,,,,,,,,kwuuuuuuuuuuuuuuk

  4. putry Reply

    July 16, 2013 at 10:28 PM

    setuju PDIP jd opsisi TAPI dgn catatan, tolong tarik semua bupati2 dr pdip krn ke 7 kepala daerah ini tdk pny prestasi apa2, krjnya hny utk partainya sj, contoh nyata arnawa hbs 2x jbtan di penjara, bagiada hbs 2x jbtn di penjara, candara 2x jbtan hny mempertontonkan kemiskinan klungkung dan galian c pdip tutup mulut sj, aw ew msh dlm pengusutan korupsi dan tabanan jln2 benyah latig(tunggu proses hukumnya), sumantara dipenjara kasus pencabulan atletnya di bwh umur, jembrana nyaris tk terdengar, dpsr nyongkokin tain kebo, pdip partai wong cilik, rakyat tetep cilik/kecil dan melarat tp duit2 distor ke partai shg begowati smkin gendut sj, UTK RAKYAT BALI MARI KT TINGGALKAN PARTAI PEMBODOHAN RAKYAT INI, PARTAI MALING TERIAK MALING,,,!!!!!!!

  5. Laskar Peceng-Perot Reply

    July 17, 2013 at 5:10 AM

    Orang bijak berkata : Sapi yang dipegang talinya, kerbau yang dipegang hidungnya, sedangkan manusia yang dipegang kata-katanya. kalau partai diatas perkataannya mencla-mencle kepercayaan masyarakat akan semakin rendah dan akan menghilang.
    Hampir setiap bulan 2-3 x dari pagi sampai sore kt berada di Teluk Tanjung Benoa jadi tahu persis bagaimana kondisi alam, air pasang-surut, semaraknya tamu jepang lalulang dan aktivitas lainnya jadi untuk alasan siunami 95% tidak, dan 5% untuk ektrim alam diluar kemampuan manusia. Sebelum mengatakan menolak /setuju hendaknya dipikir dulu serta dibutikan dengan pengetahuan realitanya, Sy kira apapun partainya seharusnya memperjuangkan kesejahtraan rakyat, bukan memiskinkan,memlaratkan atau tidak peduli sama sekali, sukseme !

  6. ganazbali Reply

    July 17, 2013 at 8:20 AM

    Beginilah kalo kt milih gubernur KEMARUK..blm slesai TAHURA kini tanjung benoa mau di reklamasi…anda tau gak kondisi ditanjung benoa,…?..yg coment diatas sy ajak anda jalan2 ke tanjung benoa,pesuang iban caine kapah2 do jumah gen nengil ….dasar wong kuper..

    • Muka Lugu Reply

      July 18, 2013 at 1:54 AM

      @ganaz bali getap:
      anda taunya cuman tanjung benoa saja.. lihat sentosa island spore, maju keto. mskt saling menjaga, modern, maju.. kalo di bali dibuat ya hrs ada unsur tradisionalnya.

      ges ibi ngudiang pilih MMP? yen sing setuju pilih nake lawan ne.. sane kejengat-kejengit dogen!! kakakakak

  7. Ketut Bagus Gigis Reply

    July 17, 2013 at 8:25 AM

    Tiang anak belog puniki metaken majeng ring ida dane sami, yen wenten reklamasi pulau (pulau punika jagi keagengang) nenten ke pacang dados tameng yening wenten tsunami ? Pulau pujut punika sane pacang keuwugang antuk tsunamine, pulau bali pacang kalindungin saking dampak tsunami. Tan ya asapunika ? Yening mangkin pulau pujut punika cenik pisan, yening keni tsunami nenten ke pacang kalangkungin atuk toyane sane ageng pisan, tur pesisi kelod baline pacang ke babar antuk toya ageng ? Indarang ja pikayunin, ring dija reklamasi pulau pujut puniki ngeranayang Bali pacang nenten wenten tameng malih yen prade wenten tsunami ? Titiang nak belog niki, ampura.

  8. nyame kangin Reply

    July 17, 2013 at 9:06 AM

    menolak dan oposisi boleh2 saja…tp ksi solusi…jgn krena merasa Gubernur bukan milik sehingga mengorbankan yg rakyat bnyak. GUbernur itu milik rakyat bukan milik partai…jd skrg mari dukung dan kritisi kinerjanya. jangan asal menolak tp tidak kasi solusi yg jelas. dpr tugasnya mengawasi kinerja eksekutif bukan menjatuhkan. suksma

  9. Laskar Peceng-Perot Reply

    July 17, 2013 at 9:21 AM

    Ha….haa….haaaaaa , lucu “ganazbali” tanpa anda ngajak jalan-jalan pun kt akan berada disana , coba lihat nanti hari sabtu-minggu berapa orang yang berendam di teluk tanjung benoa tersebut ! itulah kami………!

  10. IBELOG BUIN DONGOL Reply

    July 17, 2013 at 9:27 AM

    HAHAHAHAHAHAAA……!!! tain CICING mekulit UBI…..!!!

  11. Agung Reply

    July 17, 2013 at 10:17 AM

    Yah…serangan sudah jd contoh, reklamasi menimbulkan abrasi di lain pantai di Bali, kok lg jadi bloon, apa krn terlalu banyak keluar uang kemarin jdnyam sekarang semua dikontrakkan ke investor, kt nggk anti tp pikirkan Bali ke depan. Kok reklamasi dibilang utk penghalang tsunami, kl sdh tsunami datang pulau pujut akan tambah tenggelam dan banyak makan korban. Daerah tsunami adalah deket bandara dan di Bali Utara, bukan daeah Tanjung Benoa, semeton. Jangan lg mau dibohongi oleh pejabat yg rakus, cukup sdh pengalaman lima tahun lalu dan lima tahun ke depan, sube kadung salah milih pemimpin, terlalu pintar dan cerdas, terus kita dibohongi.

    • made biasa dogen Reply

      July 17, 2013 at 12:00 PM

      To uling hasil penelitian ape cuman ngomongan gen….yen mula uling hasil penelitian saye nyak nukung abe ke dprd lan bareng2 kemo. Kole yen bates omongan sing medasar artine to medasar kecewa lan iri hati…..sorry gen nah…yen cang terus terang sing nawang ape kole kije ne beneh ker to dukung…kole kalang jani sing tepuk nden ne ken ne beneh…liu profesor ngomong nolak kole sing medasar ban penelitian bantes pendapat pribadi…keto masih liu ngorahang bukti di serangan jak padang galak kanti ke pantai Lebih to kone karena akibat reklamasi di Serangan – kole patuh masih sing ade bukti penelitiane bahwa to memang benar2 akibat reklamsi. Kene ban cang ane misi menghujat to sujatine jleme iri sakit hati….ane misi ngajumang to bes lebian fanatik….

  12. kucing Reply

    July 17, 2013 at 11:33 AM

    hehehehe setuju dengan PDIP yg MENOLAK reklamasi… nu dogen nyak belog2a jak Pemimpin sane pintar.. masa pulau pudut direklamasi untuk tsunami..??? terus dibangun hotel dan akomodasi lainnya? berarti yg mati lebih banyak lagi..
    kalau memang benar jujur kenapa Mangku Pastika mencla mencle :
    1. Bilang tidak tahu SK
    2. bilang akan mencari tahu SK
    3. Akhirnya ngaku sudah mengeluarkan SK desember 2012..

    rugi memilih Mangku Pastika kalau hanya menjadikan BALI yg BALI = Bali Amblas Lantaran Investor …

    @pakKetutBagusGis : pak seken seken belog2anga jak mangku pastika
    yen blabar, makejang lakar kena pak,kecuali sane meneng ring bukit..
    kecuali reklamasi pulaune tegehne cara dibukit.. ten pedalem kalo direklamasi, pantai sekitar kena imbas abrasi, biota laut rusak, terus bias angge ngurug/reklamasi ento dija alihanga? dipasihe? sing ja nyangetang usak pasihe????????? biasang raga maca berita nggih..pak Mangku Pastika niki nak dueg sajaan, pemimpin pintar, pintar nguluk2 rakyat…

    heran jak nak bali, suba tawang sing luung reklamasi di teluk benoa, nu masih ada ane mendukung ngorahang luung…
    suba ahli tsunamine ngorahang sing beneh teori tsunami ditangkal dengan reklamasi teluk benoa…
    aduhhhhh aduhhhhhh… rakus rakus…

    • Muka Lugu Reply

      July 18, 2013 at 1:50 AM

      @kucing kampungan:
      nah yen saje keto, coba ibi PAS menang, ape kal dadi gumi bali ne?
      dadi baan kejengat kejengit gen?
      ade tamu teke, bhs inggris sing bise, ngantor sing taen, pemipin tain cicing to..??

      de bes liu mace balipost/bali tv.. kene be dadine.. usak.. kakkakak

  13. kucing Reply

    July 17, 2013 at 11:35 AM

    tambahan malih kidik : kenapa investor memilih reklamasi? coba bayangkan kalau investor harus beli tanah di daerah teluk benoa dan sekitarnya, dengan harga tanah yang melambung, bahkan ada yg 1M/are nya, berapa besar modal yg harus dikeluarkan… coba dibandingkan dengan reklamasi?? hehehehheheheeh…… nu masih belog???

  14. Rare Anggon Reply

    July 17, 2013 at 1:00 PM

    @made biase dogen …..intruksiiiiii…….de je nganggo bahase nuse “kole” beeeh nganti bujuh, ngetel yeh bungute mace coment-ne. Ane lenan ke, ake awak, ci, cai dll anggo pang lengket bedikkk, sakit basange kedek nokkkkkkk !

  15. Cenk blonk Reply

    July 17, 2013 at 5:24 PM

    Pak mangku pastika ini orang nomer satu ngajegin Bali setelah gubernur terdahulu Pak Ida bagus oke,, yaitu ngajeng Bali sampai habis,, nah amah telahan ,, nanti mati masi melalung,, yg di tinggalkan Akan hanya kenangan seperti kerjaan msjapahit terdahulu,, hidup mangku pastika ,, benyah lagtig rakyat Bali ,,ingat Pak mangku pastika ini saudara ya penganut Muslim radikal,, begitu juga jero wacik istrinya orang Muslim ,, ingat majapahit dulu hancur

    • putry Reply

      July 17, 2013 at 6:22 PM

      nyen wkt pilgub mesekee ajak psk,,ee pks, dije jeleme uli dauh tukad ditu py menang telak,,aget klh koyogan,,,sing ade nak kawin msal uli dauh tkd bin,,,

    • Muka Lugu Reply

      July 18, 2013 at 2:03 AM

      @cenkblonk bengu:
      dari pada yg katanya ” BERBASIS KABUPATEN KOTA & MERAKYAT”
      be ade buktine nang bedik? kakakak
      tain cicing merakyat?? kasta gen tegeh, ije nyak merakyat…

      jeg cai rasis sajan bro. sing konyang Muslim keto.. awas panak ci nganten jak nak muslim.. mare lengeh nas cie, kakakakka

      memang ne jaman majapahit be lekad ci? kanti jani? sebeng betara gen not!

  16. putry Reply

    July 17, 2013 at 6:17 PM

    hahaha,,,pecundang pd mabuk kekalahan,,,py be sger ooowwww???

    • Muka Lugu Reply

      July 18, 2013 at 1:57 AM

      be lengeh ye, uber cek mundur… ulian KALAH!! kakakak

      kene be keweh ajak nyame bali ne bes barak..
      jani ape je program MMP, jeg pasti sing dukung ne..
      kudiang nagih damai…

  17. kansas Reply

    July 17, 2013 at 6:43 PM

    tyang metaken ngih,,,,,kira2 anggota dprd bali,,waktu tahun sk itu di perdebatkan,,,sire sane paling banyak,,,,sane tyang uning asanne dr partai moncong putih,,,kok ten waktu nike tidak di ermasalahkan ngih,,,,,,,,jangan2,,,karna calonnya ngak naik jd,,,kebakaran jenggot,,,,kaciannnn,,,,,,,,yg membuat keputusan kan anggota dprd,,,,,,kuuuuuuukkkkkkk

    • Muka Lugu Reply

      July 18, 2013 at 1:59 AM

      be jelas bli.. ape men buin.. len ken kejengat-kejengin doen… kakakkaka
      PKB sing ngenah, ape je.. jeg med bahas.. masih tileh sing taen menek berita ne di BP/ bali tv… yg kebanyakan ditonton sm msykt bali….

      • nakBali Reply

        July 19, 2013 at 4:23 PM

        karena sing bang ne ajak mmp…..

  18. Budi Reply

    July 18, 2013 at 9:13 AM

    Partai sakit hati!! PDIP sama dengan menyuruh membiarkan Pulau itu tenggelam!!! hal2 yg seperti ini jangan dibawa ke jalur politik!! mani yen be ambrol mkejang nyen nyak tanggung jawab??! bisa2 smua mau cuci tangan saja!! kelaut az smua politikus!!!

  19. kucing Reply

    July 18, 2013 at 10:50 AM

    eh si @mukalugu ..kamu yg rusak..cang sing ngorahang nyen ane dadi gubernur,,tapi cang ngorahang masalah pemimpin ane dueg ,dueg ngebelog2ang rakyat… cang nak maca masih jawa post,di jawa post menek masih… ci ne sing taen maca koran..nawangne dogen pules baanga pipis ken pemimpin, heheheheh…. pedelem kamu nok dadi warga bali… memang cocok kamu bermuka lugu, lutung gunung yg turun ke kota, terus duduk ajak pemimpin rakus baangan pipis, jeg ane jele orahangan luung…… hehehehheheheheehehheheheheh

  20. kucing Reply

    July 18, 2013 at 10:52 AM

    @mukalugu =====> nak kontek reklamasi tanjung benoa, malah ke berita bali post bali tv lakune…… sing ngerti alur diskusi ne…. mesugi malu pak…

  21. Statrex Reply

    July 18, 2013 at 5:34 PM

    Carter debate that will create hatred among the fellow, somehow this divine island if this continues ?

  22. nengah Reply

    July 19, 2013 at 12:25 AM

    Sama dengan lahirnya rekomendasi untuk bupati tabanan yang sekarang eka wiryastuti lahirnya sangat…sangat prematur. Adi wiryatama memang pintar mencari muka di depan megawati tapi tidak dimata masyarakat sehingga beginilah akhir dari cerita pdi perjuangan karena tidak menghargai orang orang yang memang benar punya massa dibawah dan berani berjuang untuk pdi p dari jaman sulit dulu.

  23. komang Reply

    July 20, 2013 at 8:10 AM

    Aruhhhh begini dah demokrasi…semua orang merasa berhak bicara..ahli dan tdk ahli merasa berhak bicara…amen mekejang asyik bicara..kar sing ade nyemak gae dadine…Kenapa semua pada lupa ya…jauh sebelum reklamasi Serangan bagian Selatan Bali sdh parah abrasinya…cuma dulu hal2 spt itu jarang muncul di Media….Nah skr jaman kebebasan pers..apapun bisa muncul di Media..parahnya lagi sebelum muncul di Media mrk tdk melakukan penelitian yg valid apakah layak muat atau nggak..jadi isi berita kebanyakan merupakan intisari dari kegiatan mewawancarai.nah kalo yg diwawacarai seorang politikus..mk besar kemungkinan semuanya di politisasi..nah jikalau wartawan kwalitasnya tdk bagus..mk besar kemungkinan mrkpun tdk memahami sepenuhnya apa yg akan diberitakan…lucunya dengar-dengar kita bisa beli berita bbrp Media..Semoga masyarakat,media dan politikus benar-benar bahu membahu secara jujur membangun Bali..Sy yakin korupsi akan langsung hilang di Bali..jika Desa Pakaraman slrh Bali membuat awig-awig korupsi dgn hukuman kesepekang bagi semua pelaku korupsi..dan yg berhak mencalonkan diri sbg dpr adalah mrk yg ditunjuk oleh desa pakraman.

  24. dewajiraka Reply

    August 3, 2013 at 12:05 PM

    alasan reklamasi, juntrungnya untuk memperoleh lahan bisnis, efek dominonya naiknya air laut akibat diurug abrasi pantai-pantai dari sepanjang padang galak hingga jasri karangasem, efek sosialnya membanjirnya tenaga kerja luar bali menambah beban daya dukung pemukiman di bali, orang bali hanya penonton paling tinggi jadi kuli di sana (syukhur kalau tidak dipecat akibat sering izin untuk upacara), lalu untungnya? ada bangunan fantastik urug laut di bali untuk orang bali yang “demen ajum”, investor untung, bali dapat pajak banyak (kalau pemungutnya jujur kaya gayus), pembuat kebijakan dapat? (mana kita tahu), yang jelas peneliti yang katanya orang UNUD dapat proyek besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>