Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

UU Perkoperasiaan yang Baru, Bingungkan Koperasi

Bangli (Metrobali.com)-

Undang-undang Perkoperasiaan no.17 tahun 2012, kini mengundang kegelisahan para pemilik koperasi di daerah-daerah. Di Bangli koperasi dan atau pemilik koperasi mulai gelisah, karena dihadapkan pada tuntutan harus memiliki banyak surat ijin sesuai jenis koperasi berdasarkan UU Perkoperasian no.17 tahun 2012.

Jenis koperasi serba usaha misalnya yang juga bergerak di sektor simpan pinjam yang selama ini boleh hanya dengan satu surat ijin. Namun pada UU yang baru sebagai pengganti UU Perkoperasian no. 25 tahun 1992 ini, koperasi harus memiliki ijin sesuai jenisnya masing-masing. Tak cukup hanya dengan satu ijin.Dengan demikian koperasi yang mengelola banyak jenis usaha kini harus sibuk kembali mengurus ijin. Kalau sebelumnya ketika koperasi simpan pinjam sudah kantongi ijin, bisa sekaligusmengmbangkan usaha tanpa mengurus ijin usaha atau untuk menjadi koperasi serba usaha (KSU). Koperasi simpan pinjam memiliki ijin berdiri sendiri demikian juga koperasi serba usaha (KSU).Intinya jumlah ijin seiring dengan jumlah jenis koperasi. Kini ada jenis koperasi simpan pinjam, koperasi serba usaha, koperasi produksi dan koperasi kosumsi.Di Bangli banyak koperasi yang awalnya bergerak dari sektor simpan pinjam kini sudah mengembangkan diri bisa memiliki usaha, dan memiliki koperasi konsumsi. Mereka kini banyak yang mengeluh, karena harus mengeurus ijin lagi.

Sejumlah pengelola dan pemiliki koperasi di Bangli mengungkapkan keluhan mereka , terkait dengan munculnya uu yang baru tersebut. Mereka mengaku gelisah, harus mengurus ijin baru, padahal koperasi mereka sudah memiliki ijin. Pengurusan ijin selain memakan waktu tentu juga memakan biaya. Semakin banyak jenis koperasi yang dikelola, semakin banyak ijin yang harus diurus, untuk bisa dikantongi. Untuk hal tersebut tentu mengurangi intensitas kerja koperasi.”kami sudah punya ijin, tapi kini harus ngurus ijin lagi, hal ini bakal mengundang pertanyaan bagi publik, seolah koperasi kami sebelumnya belum mengantongi ijin”, ujar sumber yang tak mau menyebut namanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bangli I Wayan Widiana ketika ditanya adanya UU Perkoperasian yang baru, dia membenarkannya. Kini koperasi dipayungi oleh UU Perkoperasian no.17 tahun 2012. Sebagai pengganti UU Perkoperasian no.25 tahun 1992. Ketika ditanya soal kegelisahan koperasi atas munculnya undang-undang yang baru tadi, dia mengatakan sesungguhnya undang-undang itu tak bermaksud mempersulit koperasi. Justeru untuk membuat koperasi lebih eksis.Dia menjelaskan selama ini ada banyak jenis koperasi malah pengurus dan pengelolanya yang sama. Atau orangnya itu-itu saja.

Pada UU yang baru itu dipisah.Pertanggungjawaban masing-masing jenis koperasipun bisa dipilah-pilah, sehingga bisa diketahui eksistensi sector atau jenisnya masing-masing. “Selama ini pertanggungjawaban koperasi dibuat secara global, tidak dipilah, sehingga dari sektor mana yang menyebabkan ada kerugian, dari sektor mana yang membawa untung tidak jelas.Tetapi pada undang yang baru ini bisa dipilah-pilah.Widiana akhirnya mengatkan aturan yang baru itu tidak menyulitkan koperasi, justeru membuat lebih eksis dan ada kepastian.Dia juga menambahkan pada undang-undang yang baru ini, calon anggota koperasi bakal bisa segera direkrut untuk menjadi anggota koperasi, dengan harapan anggota koperasi cepat besar (banyak). Dikatakan masyarakat yang memanfaatkan jasaa koperasi agar segera direkrut jadi anggota koperasi. Bila tidak, maka mereka agar tidak dilayani lagi seperti dilayani pemberian pinjaman kredit.WAN-MB

 

2 Responses to UU Perkoperasiaan yang Baru, Bingungkan Koperasi

  1. lacak-kendaraaan Reply

    June 19, 2013 at 12:35 PM

    terimakasih atasinfonya

  2. yanieadhywiria Reply

    February 21, 2014 at 3:58 PM

    cukup tau aja uu diindonesia emang ga praktis ribet byk meja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>