Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Kisruh Kartu JKBM di Bangli Meluas : Sejumlah Kades Ngaku Belum Menerima

Bangli (Metrobali.com)-

 Pasca sidak Gubernur Bali Made Mangku Pastika ke RSUD Bangli yang menemukan indikasi penggelapan kartu JKBM, pengaduan masyarakat terus mengalir. Kisruh pembagian kartu JKBM di Bangli pun kian meluas. Masyarakat yang belum menerima kartu ini semakin banyak jumlahnya.  Salah satunya desa Pengejaran dan Desa Catur. Hingga saat ini, masyarakat di dua desa tersebut, juga belum kebagian kartu JKBM.

 Kepala Desa Pengejaran Wayan Jaman saat ditemui di Kantor DPRD Bangli, Selasa (23/4) menyatakan sampai saat ini warga didesanya juga belum menerima kartu yang menjadi hak rakyat tersebut. Kata dia, dari 225 KK, hanya 30 KK yang baru mengantongi Jamkesmas. “Sisanya, ratusan KK warga kami yang semestinya berhak atas kartu JKBM sampai saat ini belum kebagian,” sebutnya.

Karena itu, pihaknya menduga, kemungkinan di Kantor Camat yang ngadat. Sebab, alur distribusi dari Diskes melalui kantor camat, baru disalurkan ke desa dan banjar. “Masyarakat desa kami sama sekali belum mendapatkan kartu JKBM,” sesalnya. Apa ada unsur sabotase, karena kepentingan politis pihak tertentu? “Soal itu saya tidak tahu. Yang jelas warga kami yang berhak mendapatkan itu tidak dapat. Saya sering menerima komplin dari masyarakat,” jelasnya.

Kondisi yang sama juga disampaikan Perbekel Catur, Made Antara. Kata dia, didesanya sekitar 525 KK yang berhak mendapat kartu JKBM, hingga kini juga belum kebagian. Sejauh ini, pihaknya belum mendapat informasi dari pihak Kecamatan, mengapa kartu tersebut belum sampai. Padahal di desa tetangganya, Desa Blantih, sudah mendapatkan kartu JKBM. “Saya jadi tidak mengerti dengan mekanisme pendistribusian kartu JKBM. Ini sangat aneh, karena warga kami belum menerima kartu JKBM,” tegasnya.

Sebelumnya saat Gubernur Pastika melakukan sidak ke RSUD Bangli menemukan sejumlah pasien tidak menggunakan kartu JKBM, karena belum kebagian. Sehingga untuk berobat, para pasien yang luput dari JKBM harus mambayar panjer. Gubernur pun saat itu geram dan meminta kepada para wakil rakyat di Bangli untuk melapor ke polisi karena ditenggarai ada unsure penggelapan dibalik ngadatnya kartu JKBM disejumlah desa di Bangli.WAN-MB

5 Responses to Kisruh Kartu JKBM di Bangli Meluas : Sejumlah Kades Ngaku Belum Menerima

  1. jon bali Reply

    April 23, 2013 at 6:03 PM

    Knp hrs ada sidak dulu ya?

  2. tukang adep sampi Reply

    April 23, 2013 at 8:00 PM

    Jek lapor gen ke polisi.ini merugikan masyarakat kurang mampu.hancurkan premanisme seperti ini

  3. AA LENGEH BUDUH Reply

    April 24, 2013 at 1:56 AM

    asal sube kader sampi mimpin…benyah gumine

  4. Laskar tiwas Reply

    April 24, 2013 at 7:11 AM

    ape gaene bupati Bangli selama ini.
    kene gen perilaku pemimpin dari kader PDIP jeg sing ade beneh bane masyarakate. Amen be kene khan BP ngai berita JKBM sing melah, padahal pak MP ampun jalanang program niki. Jani nyame jak mekejang laporang jak DPRD/Gubernur sire ane halangin JKBM puniki. Tyang nak sampun nawang sire ane ngelah gegaene niki (bupati dkk). dumogi Ida Hyan Widi memberikan kekuatan pada pak MP untuk melawan semua ini.

  5. Gede Belong Reply

    April 24, 2013 at 2:11 PM

    Haruh……tiang nak Bangli niki, Bupatinya pengecut……!
    Jeg menyahang Bangli…….. sing ada becus Kader Banteng liunan Semelekete !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>