Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Bahas Program Pro Rakyat : Tujuh Bupati Tidak Hadir

Denpasar (Metrobali.com)-

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyayangkan ketidakhadiran tujuh dari sembilan bupati/wali kota pada pembukaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) provinsi padahal acara itu dinilai penting untuk kesejahteraan masyarakat.
“Saya mohon maaf kepada ibu menteri (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana, red.) karena saya tidak berhasil mengundang mereka pada acara yang begini pentingnya,” kata Pastika mengawali sambutan pada Pembukaan Musrenbang Provinsi Bali,  di Gedung Wiswa Sabha, Senin (1/3)

Pada acara itu, bupati yang tampak hadir hanya dua yakni Bupati Badung Anak Agung Gde Agung dan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, sementara tujuh kepala daerah lainnya diwakili oleh Sekretaris Daerah dan Kepala Bappeda.

Tujuh bupati/wali kota yang tidak hadir itu merupakan kader dari PDI Perjuangan. Partai berlambang banteng gemuk ini dalam Pilkada Bali 15 Mei 2013 mengusung Wakil Gubernur AA Ngurah Puspayoga sebagai calon gubernur yang menjadi pesaing Pastika.

Tujuh kepala daerah yang tidak hadir adalah Bupati Buleleng, Bupati Jembrana, Bupati Tabanan, Bupati Klungkung, Bupati Bangli, Bupati Gianyar dan Wali Kota Denpasar.

“Padahal kegiatan ini ‘kan untuk menghitung program, menghitung uang, berapa dapatnya dan apa yang mau diminta demi rakyat,” ujarnya.

Mantan Kapolda Bali itu menyebut sebenarnya banyak kabupaten di daerah ini sangat tergantung dengan dana dari pusat karena pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten bersangkutan minim.

Ia mencontohkan, Kabupaten Bangli dengan APBD sekitar Rp700 miliar hanya mampu menghasilkan PAD sekitar Rp30 miliar lebih. “Itu artinya sekitar Rp670 miliar merupakan donasi atau bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi,” ujarnya.

Pastika berharap kehadiran bupati/wali kota dapat melahirkan perencanaan yang komprehensif dan terintegrasi. “Pada esensinya pembangunan daerah Bali adalah pembangunan masyarakat yang tersebar di seluruh kabupaten/kota serta merupakan bagian integral dari pembangunan nasional,” ujarnya.

Di sisi lain, tantangan pembangunan yang dihadapi pada tahun-tahun mendatang semakin kompleks sejalan dengan dinamika masyarakat dan perkembangan global.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana yang hadir pada acara ini juga menyayangkan ketidakhadiran para bupati/wali kota itu. “Ini mestinya perwakilan kabupaten/kota hadir semua. Koordinasi kabupaten/kota ‘kan melalui provinsi. Jadi Bappenas tidak langsung satu-satu ke daerah,” katanya. TIM-MB

36 Responses to Bahas Program Pro Rakyat : Tujuh Bupati Tidak Hadir

  1. Wayan Candra Reply

    April 2, 2013 at 7:25 AM

    Jelas tidak hadir dunk. Sebab, para bupati ini bukan bupatinya rakyat, tapi bupatinya partai dan kelompok.

  2. Pak yoga Reply

    April 2, 2013 at 8:40 AM

    Pura2 tidak paham dengan dunia politik..!!

  3. DEWA Reply

    April 2, 2013 at 8:43 AM

    BUPATI/WALIKOTA PARTAI, BUKAN BUAPTI MILIK RAKYAT…TAKUT DI PECAT OLEH PARTAI, BUKAN PRO RAKYAT….. MAJU PAK GUBERNUR,GUBNERMUR RAKYAT BALI
    BALI AKAN HANCUR KALO SEMUA PEMIMPIN SEPERTI INI

  4. nyoman Reply

    April 2, 2013 at 9:21 AM

    7 bupati dan walikota partai ini jelas2 tdk mementingkan kepentingan rakyat, mereka hny mementingkan partainya. diantara 7 kepala daerah ini mana yg benar2 pny prgrm nyata utk rakyat secara gratis,,,jargon wong cilik dan rakyat miskin hnylah pemanis di bibir sj, di bali justru pdip tdk suka klo ada kepala daerah yg focus mensejahtrakan rakyat,,contohnya dulu pak winasa di buang, skrgpun pak mangku di eliminasi lwt rekomendasi,,,,maju trus pak gub demi rakyat bali,,,,lanjutkan,,!!,program BALI MANDARA,,,,PASTI KERTA,,,,,

    • mangku pasti kalah Reply

      April 2, 2013 at 11:05 AM

      pak mangku bukan pro rakyat pak man,tapi pro investor

      • Banteng impoten Reply

        April 3, 2013 at 1:06 AM

        Trus bali gak perlu investor gitu..Tinggal di africa sana

        • komang s Reply

          April 3, 2013 at 1:22 PM

          Pastika tidak mutu….

  5. mr x Reply

    April 2, 2013 at 10:58 AM

    kasian dech lou

  6. mr x Reply

    April 2, 2013 at 11:00 AM

    5 tahun pastika jadi gubernur ,semenit pun tidak pernah datang ke desa kami, menyesal saya memilihnya,rugi milih gubernur hanya duduk di kantor ,kalo mau minta suara rajin datang beri uang,tapi uang rakyat bukan uang kantongnya

    • Banteng impoten Reply

      April 3, 2013 at 1:07 AM

      Mr x dibayar berapa ikut coment disini..Antek bali post ya

  7. mangku pasti kalah Reply

    April 2, 2013 at 11:02 AM

    lacur mangku

  8. mangku pasti kalah Reply

    April 2, 2013 at 11:04 AM

    ngae rumah sakit bertarap internasional,kewale mangku pastike sakit meubad ke singapura

  9. Dewa Yoga Reply

    April 2, 2013 at 11:28 AM

    Beh menjelang PILGUB …semua jeg ngaku pro rakyat….jeleme onyang PATUH….jani paling merasa merakyat san….CANG SING NGUGU onyang manis dibungut…..saya tanya kegiatan ini kan berlangsung tiap tahun…..bagaimana degan tahun2 sebelumnya….GUBERNUR LEADER BALI TO masak ngurus 7 bupati/wali kota ink ngidaang dimana ketegasannya……apa artinya ITUUUUUUU…..,.cang rakyat cenik edengan taringe…

    • Banteng impoten Reply

      April 2, 2013 at 7:50 PM

      Dewa yoga-knp menyalahkan gubenurnya?Bupati+walikota sudah diundang utk hadir knp tdk datang ?Itu karena mereka lbh mementingkan partai drpd rakyat

      • ade Reply

        April 3, 2013 at 2:06 PM

        @banteng impoten
        dari mana anda tau bila semua kepala daerah yang hadir lebih mementingkan partainya?.
        dengan mengirimkan perwakilan adanya bukti bahwa mereka masih menghargai undangan yang diberikan oleh gubernur/pemerintah daerah tingkat I.
        suksma.

  10. mafia tanah Reply

    April 2, 2013 at 11:59 AM

    mara nagih paek pilgub mara sibuk ngalih dukunganh, jeg ngae2 gati, sok mementingkan rakyat kecil, pidan asane sing ada kegiatan kene, ngae2 gen gubenure jani, @ nyoman dek sok dueg ciiiiui

    • nyoman Reply

      April 2, 2013 at 5:14 PM

      @mafia tanah,,saya bukan pintar atau sok tahu, tp paling tdk saya bicara fakta, andalah orang kepupungan, tumben mungkin baca berita menjelang pilgub, ingat,,prgrm bali mandara sdh berjalan dr thn 2010 termasuk bedah rumah, acara musrenabang dan acara simakrama sdh rutin jg, klo memberi coment jgn berdasarkan ,,”ASANE2″,,,itu artinya mata anda melihat tp hati anda BUTA,, nama anda,,mafia tanah ,,pas dgn black campaign saat ini klo ada masyarakt bali yg jual tanah jgn menyalahkan gubernur,,masyarakatlah yg jual tanahnya sendiri,,,jgn2 klo ada masyarakat bali(dps kususnya) ngontrak di rmhnya sendiri jg menyalahkan gub,, itu fitnah namanya,, klo mau menyerang dgn black campaign tolong cerdas sdikit,,,,,

    • Banteng impoten Reply

      April 2, 2013 at 7:45 PM

      Mafia tanah=antek pas manusia tanpa nurani

  11. wijaya Reply

    April 2, 2013 at 3:41 PM

    Adan gen mafia tanah,ne lakar ngadep tanah tapi ngaku ngajegang bali.ne mare pas adol.

  12. Banteng impoten Reply

    April 2, 2013 at 7:43 PM

    Para provokator mulai unjuk gigi(antek pas&bp)..Relawan pasti-kerta mari satukan barisan utk kemajuan rakyat bkn semata utk partai…

  13. adi Reply

    April 2, 2013 at 9:31 PM

    kepentingan partai diatas kepentingan rakyat,……….seperti inilah kualitas pemimpin daerah kita,,.

  14. nibung Reply

    April 2, 2013 at 9:40 PM

    Ngomong aja bisanya.
    Rakyat jg gt, bsanya cman ngomong.
    Rakyat suka mengkritik. Rakyat berdemokrasi scra brutal.
    Nti saat pemilu, pilih yg benar wakil rakyatna. Pilih pemimpinya.

  15. teher sinar Reply

    April 2, 2013 at 10:12 PM

    pastikerta…yess

  16. ima Reply

    April 2, 2013 at 10:27 PM

    lanjutkan,,,!!!

  17. Balinese Reply

    April 3, 2013 at 7:26 AM

    Siapapun gubernurnya nanti,kalau sudah menjadi gubernur harus lepas dari embel2 gubernur dari partai PDI atau Gubernur dari partai Golkar dll. Pemimpin seperti inilah yg dibutuhkan masyarakat Bali. Cerdas dalam menentukan pilihan kita akan menentukan nasib Bali 5 tahun kedepan. Pemimpin yang masih membawa embel2 kepartaian dalam memimpin Bali,akan lebih condong mementingkan kepentingan partainya daripada kepentingan rakyatnya. Lupakan dulu pengusung partai dalam menentukan pemimpin bali kedepan,untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas. Semoga Bali mendapatkan pemimpin yang bisa membawa Bali damai tentram dan sejahtera. Astungkara

  18. pria idaman Reply

    April 3, 2013 at 8:47 AM

    Semoga rakyat Bali semakin cerdas untuk memilih,mana yg pemimpin partai dan mana yg pemimpin untk rakyat. Lanjutkan pak Mangku…

  19. Tude Forbara Reply

    April 3, 2013 at 9:10 AM

    buka pemikiran kalian ,bukan partai yg dilihat pikirlah otak seorang pemimpin,,,,jangan IQ jongkok semua,PAS,,,PAS an gumine ulian ngubuh sampi gen hahahaha

  20. Pak Tude Reply

    April 3, 2013 at 9:17 AM

    Mari berpolitik yg santun dan bermartabat. Bila ada yg dirasa kurang cocok atau tidak kompeten dalam memimpin Bali, ya.. gak usah dipilih nantinya. Gitu aja kok repot? Ga perlu saking hujat. Buang2 energy saja.
    Salam Damai para semeton.

  21. dodol dempo Reply

    April 3, 2013 at 9:25 AM

    itulah kalau kepala daerah dipilih rakyat, jadilah raja2 kecil di daerahnya masing2, terus apa kekuatan gubernur. Begitu juga gubernur kepada presiden kalau bukan satu partai, pasti ggk hadir kalau dipanggil. Pak Mangku juga, kenapa manggil/menghadiri Menteri Bapenas menjelang Pilgub, ini bukannya kampanye terselubung. Kalau semua calon baik di Pilgub dan Pilbup mencari pencitraan menjelang pemilihan, rusaklah pembangunan didaerah tsb.

  22. Ketut Sukarta Reply

    April 3, 2013 at 9:56 AM

    Beginilah kalau berpolitik blm dewasa pak MP…semestinya yg diutamakan adalah kepentingan rakyat/daerah….Kalau sdh jadi pejabat jgn lagi mikirkan hanya pd satu PARTAI (boleh mikir pjbt diangkat/dicalonkan dari partai tertentu) tp Jika mrk sdh menjdi pejabat publik harus menyadari segala kepentingan rakyatnya,..bukan atas nama partai/kepentingan pribadi…
    Mungkin ada penilaian segelintir orang acara ini dikira sosialisasi dlm rangka PILGUB PAK MP…,btw semangat ngayah yg utamaklan pak….BRAVO!!!!

  23. maklar sampi Reply

    April 3, 2013 at 1:20 PM

    beh .. coba pikir dengan logis .. dan nyata wahai pada penduduk bali .. bagaimana nanti jadi nya yang menentukan kebijakan penggunaa anggaran bali bersaudara ???? puspayoga gurbernur cok ratmadai ketua dprd .. pikirkan masak2 .. selama 2,5 tahun dadi wakil gurbernur sing taen ngantor .. fasilitas di pakai.. gajih diambil .. bukti kerja nyata tusing ade ?? .. sumpel gen bungut sampi ne baan pipis .. dije ade daerah bupati dari pdip maju ??? .. anggaran telah di bagi2kan

  24. bli kadek bagus Reply

    April 4, 2013 at 1:26 AM

    Kader pdip parah..Ngomongnya aja partai wong cilik tp gak pernah berbuat utk wong cilik

  25. ajik Reply

    April 4, 2013 at 11:19 PM

    ini kesalahan rakyat kenapa di era demokrasi rakyat mau di bohongi partai? pemimpin /bupati dari PDIP mana ada yang berkualitas..,semua KW2 ..kalau kesombongan PDIP”Bojogpun di Pilih Pasti menang” itu sebuah ungkapan bagi PDIP. maka pada kesempatan ini saya mengajak rakyat bali harus bijak memilih pemimpin ,,mana lebih berkualitas dua kandidat ini.

  26. Derita Rakyat Reply

    April 5, 2013 at 12:58 PM

    Kalu sudah begini, siapa yang Salah. Bupati kok ngurus Pilgub aja..

    Ribuan Guru Resah, Tunjangan Profesi Belum Dibayar

    Singaraja (Bali Post) – Lebih dari 3.000 guru yang berhak mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG) di Kabupaten Buleleng resah. Pasalnya, mereka belum menerima TPG selama dua bulan pada tahun 2012, yakni bulan November dan Desember, yang jumlah totalnya mencapai lebih dari Rp 22 miliar.

    Inforasi yang dikumpulkan di lapangan Kamis (4/4) kemarin, menyebutkan, molornya pembayaran TPG ini membuat para guru yang sudah lulus sertifikasi menjadi khawatir jika TPG itu hangus begitu saja. Apalagi memasuki musim hari raya seperti Galungan dan Kuningan ini, mereka sangat mengharapkan nafkah tersebut bisa dibayarkan, sehingga ada persedian dana untuk berhari raya atau membeli kebutuhan keluarga lainnya.

    Atas kondisi ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Buleleng sudah melayangkan surat kepada Sekkab Buleleng. Sesuai surat No. 900/259/Disdik tanggal 21 Februari 2013 itu, Disdik melaporkan secara rinci dana TPG yang belum terbayarkan untuk November dan Desember 2013. Untuk November 2012 jumlah guru yang berhak menerima TPG sebanyak 3.291 orang dengan total TPG yang belum dibayarkan Rp 11.225.494.800.

    Sedangkan untuk Desember 2012 total guru yang berhak mendapatkan TPG sebanyak 3.289 orang dengan jumlah TPG yang harus dibayarkan senilai Rp 11.218.136.100. Sehingga untuk dua bulan tersebut pemerintah belum membayar TPG kepada guru yang berhak dengan jumlah lebih dari Rp 22 miliar.

    Sekkab Buleleng Dewa Ketut Puspaka didampingi Kepala Bappeda Buleleng Gede Suyasa, Kamis kemarin, membenarkan dana TPG untuk dua bulan berturut-turut belum terealisasi. Puspaka mengatakan, alasan pemerintah belum membayar TPG hingga dua bulan itu karena dana transfer dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak mencukupi untuk membayar TPG secara penuh dan sesuai dengan kebutuhan.

    Atas kondisi ini, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dan mau tidak mau harus menunggu transfer dana yang mencukupi sesuai kebutuhan. Paling lambat TPG dua bulan tersebut akan dibayarkan secara rapelan sekitar bulan Juni 2013 mendatang setelah ketok palu pembahasan APBD Perubahan mendatang. “Dana yang kami terima dari pusat masih kurang, sehingga tidak mencukupi. Mau tidak mau harus menunggu sampai ketok palu APBD Perubahan nanti dan untuk sementara ini kami masukkan sebagai piutang daerah kepada guru,” katanya.

    Menurut Puspaka, keterlambatan pembayaran TPG ini baru pertama kali terjadi di Buleleng. Dari hasil kajian yang dilakukan, pemicu kekurangan dana TPG dari pemerintah pusat itu karena banyaknya tambahan guru yang dinyatakan lolos uji sertifikasi. Tambahan guru yang bersertifikasi ini tidak terakomodasi pada penyusunan DIPA anggaran TPG dalam APBN, sehingga tetap memakai data lama.

    Pemicu lainnya adalah adanya kenaikan gaji guru secara berkala setiap dua tahun dan perubahan kenaikannya itu tidak diimbangi dengan pemutakhiran data yang akurat. Sehingga anggaran TPG tidak mencukupi karena anggaran yang sudah ditetapkan sebelum guru menerima kenaikan gaji secara berkala. “Setelah kami pelajari pemicunya karena permasalahan teknis di mana data kenaikan gaji secara berkala atau data guru baru yang sudah bersetifikasi tidak tercatat dengan baik. Sementara penganggarannya tetap memakai data lama sehingga otomatis anggarannya kurang seperti sekarang ini,” jelas Puspaka. (kmb)

    Sumber berita: fanpage Bali Post

  27. dagang tungu Reply

    April 5, 2013 at 2:41 PM

    gitu aja kok repot kalo ga sreg ga usah milih!!!

  28. ode bagus Reply

    April 19, 2013 at 4:26 PM

    jantos sareng cingak manten benjang cen sane seken ngayah,payah bani layah nak sami medue lebih lan kirang.tiang anak pateh pusing nyingain keadaan bali mangkin.tiang harap yang terpilih nanti tiru bedik Frop. Mantra nata pulau baline.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>