Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Pejenengan Kulkul Sakral di Desa Sulahan Bisa Bertambah Besar

Bangli (Metrobali.com)-

Bangli  memang dikenal dengan keunikan budaya serta masyarakat yang religius. Setiap sudut ruas wilayah Bangli memang dikenal memiliki kekuatan magis yang tinggi. Seperti halnya di Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli, ada sesuai yang unik dan langka ditemukan di desa ini, dimana penyenengan atau kulkul di yang berada di Pura Pejenengan dikramatkan dan dijadikan benda pusaka. Keunikan lainya adalah pejenengan atau kulkul ini bisa bertambah besar dan panjang layaknya mahluk hidup.

Menurut Bendesa Desa Pekraman Sulahan Sang Putu Putra Yoga menjelaskan, Pejenengan yang berada di Pura Pejenengan Desa Sulahan sudah berumur satu setengah abad atau sekitar seratus lima puluh tahun. Pejenengan ini merupakan pica dari Kintamani yang kemudian dibawa oleh masyarakat dengan cara estapet menuju ke Desa Sulahan. “Mengingat pada zaman tersebut belum ada alat transportasi, jadi masih mengandalkan tenaga manusia jadi pejenengan tersebut dipundut oleh masyarakat secara bergantian selama empat hari. Setelah sampai di Desa Sulahan Pejenengan atau kulkul tersebut disucikan, dikeramatkan dan disakralkan oleh masyarakat untuk kemudian dijadikan Prelingga.

Umunya Prelingga berupa keris, batu, permata, cincin, ada berupa jinah bolong, namun yang unik oleh masyarakat Desa Sulahan, Prelingga yang disucikan dan dikramatkan oleh masyarakat berupa kayu yang sudah berbentuk kulkul.

Dijelaskan juga, pejenengan atau kulkul yang ada di Pura Pejenengan ada dua buah, yakni Pejenengan Lanang dan Pejenengan Wadon, yang Lanang memiliki panjang 2,5 meter sedangkan yang Wadon memiliki panjang 2,2 meter dengan diameter 40 cm.

Menurutnya kedua pejenengan ini bisa memanjang dan membesar secara perlahan yang disebut dengan istilah nuuran atau berkembang. Ini sudah dibuktikan oleh masyarakat yang memasang ider – ider dipejenengan tersebut, merasakan ada perubahan ukuran pada kedua pejenengan tersebut. Seain itu, menurut kesaksian beberapa masyarakat, pejenengan ini juga bisa mengeluarkan suara sendiri tanpa ada yang memukulnya. Oleh masyarakat jika itu terjadi maka diyakini sebagai pertanda baik ataupun buruk. Diyakini juga, pejenengan ini hanya boleh dibunyikan oleh pemangku atau orang yang sudah disucikan. Jika dibunyikan oleh sembarang orang, diyakini akan terjadi musibah.

Pura Pejenengan Desa Pekraman Sulahan diempon oleh 176 KK,terdiri dari 95 Pengarep dan 81 roban / petajuh desa, piodalan di Pura Pejenengan ini dilaksanakan enam (6) bulan sekali yang jatuh pada rahine bude manis dukut, dah Pejenengan tersebut akan disuarakan pada saat piodalan dan ngusaba di Pura Pejenengan. WAB-MB

2 Responses to Pejenengan Kulkul Sakral di Desa Sulahan Bisa Bertambah Besar

  1. bajugrosirmurah Reply

    February 13, 2013 at 11:52 AM

    wah mistis banget dan sakral

  2. dewa anom Reply

    February 17, 2013 at 4:33 AM

    Menurut berita yg saya denger juga selain di desa sulahan kulkul tersebut tidakakan bisa bersuara walaupun dipukul keras.. Dan sekarang sudah menyentuh tanah akibat membesar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>