Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Elite PDIP Mulai Galau: Semua Parpol Usung Mangku Pastika

SAMPAI detik ini, Parpol-parpol di Bali belum berani memunculkan nama resmi bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bal. Partai politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah Bali pada 15 Mei 2013 masih menunggu kandidat yang akan diusung, karena semua berharap bisa mengusung Made Mangku Pastika. Padahal, kalau dari tahapan jadwal DPD PDIP Bali dalam melakukan penjaringan dan penyaringan hingga keluarnya surat rekomendasi DPP PDIP untuk kandidat cagub dan cawagub sudah melewati batas waktu, yang semestinya akhir November 2012 sudah keluar kandidat pasangan cagub dan cawagub tersebut.

Suhu politik menjalang Pilgub Bali seakin memanas, seriring dengan panasnya suhu bumi. Sementara Made Mangku Pastika pada pilkada terdahulu muncul menjadi Gubernur Bali lewat kendaraan politik PDIP. Tetapi belakangan ini Mangku Pastika mulai santer dikabarkan tak lagi diusung partai berlambang Banteng moncong putih tersebut.Alasannya, PDIP akan mengusung kader andalannya untuk dijadikan kandidat gubernur, yaitu Anak Agung Ngurah Puspayoga, yang kini menjabat Wakil Gubernur Bali. Lagi lagi isu politk tersebut hanya diatas kertas. Tdak pernah direalisasikan dalam bentuk legitimasi PDI Perjungan. Kenyataanya sampai hari ini, PDI Perjuangan belum mengeluarkan paket Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.

Begitu juga Made Mangku Pastika hingga saat ini belum banyak berkomentar terkait kandidat gubernur. Bahkan, pada suatu kesempatan Gubernur minta kepada wartawan jangan menayakan soal rekemondesi. Apakah masih akan diusung oleh PDIP atau tidak? Lagi-lagi Mangku Pastika mengatakan, ”Tiang nak ngutang-ngutang iba. Yen luung je kenehne, anggone tiang malih dados calon. Yen ten lega, banggiang sampai driki manten”.  Dalamnya kenyataanya, hingga kini kader-kader  DPD PDIP Bali masih menunggu rekomendasi dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, siapa saja pasangan cagub dan cawagub yang akan diusung pada pilkada mendatang.

Fenomena galau PDI Perjuangan ini rupanya dimanfaatkan betul oleh parpol di luar PDIP. Bahkan, selain PDIP yakni partai politik yang memiliki perwakilan di DPRD kabupaten, kota dan provinsi, seperti Partai Golkar, Partai Demokrat dan Partai Gerindra sudah siap menyediakan kendaraan politik Made Mangku Pastika untuk maju pada Pilkada Bali 2013.

Dengan kondisi perpolitikan di Pulau Dewata seperti itu, semua partai politik yang mengharapkan “meminang” Mangku Pastika menjadi cagub harus bersabar, bahkan alternatif lain jika kembali PDIP mengusung Mangku Pastika, maka partai lainnya harus mampu mencari kandidat yang bisa mengimbangi kekuatan kandidat dari PDIP.

Kader PDIP Mulai Galau
Sejumlah politisi PDI Perjuangan kini semakin galau. Kader PDIP pun nampaknya mulai tidak sabar menunggu kandidat gubernur yang akan diusung partai politik asuhan Megawati Soekarnoputri, sehingga Wayan Koster (anggota DPR RI) ikut-ikutan memasang spanduk untuk kesiapan menjadi kandidat gubernur.

Ketua DPD PDIP Bali Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi tidak mempermasalahan pemasangan baliho dan spanduk kandidat gubernur dan wakil gubernur Wayan Koster dengan IB Rai Dharmawijaya Mantra. Inilah fenomena demokrasi. Orang bebas mencalonkan diri jadi Cagub, “Itu sah-sah saja sebagai warga negara. Tapi mereka harus tahu etika terhadap partai di mana dia bernaung,” kata Sesepuh Puria Satria ini.

Dedengkot PDIP Bali ini mengatakan secara aturan DPD PDIP Bali telah melakukan penjaringan dan menyaringan kandidat gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung pada Pilkada Bali. “Semua bakal calon gubernur dan wakil gubernur telah melalui tahapan dan mekanisme penjaringan tersebut. Itu semua telah dilakukan sejak Agustus lalu, dan saat ini tinggal menunggu keputusan dari DPP PDIP, siapa-siapa saja yang akan diberikan surat rekomendasi bertarung dalam Pilkada Bali,” ucap Oka Ratmadi yang juga Ketua DPRD Bali itu.

Menurut tokoh gaek PDI Perjuangan ini, pemasangan baliho dan spanduk untuk mengusung Koster dan Rai Mantra silakan saja. Tetapi jika tidak direspons atau direkomendasi oleh partai lantas pendukungnya membuat reaksi yang menganggu jalannya Pilkada Bali. “Ini harus disampaikan juga oleh saudara Koster kepada pendukunganya. Termasuk juga dengan pasangannya (Rai Mantra). Apa pak Rai Mantra setuju dipasangkan dengan Koster, seperti yang terpajang dalam spanduk tersebut,” ucap tokoh Puri Satrya Denpasar itu.

Langkah itu, kata dia, bisa saja spanduk yang dipasang tersebut dibuat oleh para simpatisan dan pendukung Koster, namun disisi lain tanpa konfirmasi dengan Koster maupun Rai Mantra. “Sampai saat ini Pak Koster maupun Rai Mantra tidak ada menyampaikan kepada saya untuk maju pada pilkada mendatang. Maka dari itu saya anggap biasa-biasa saja sebagai dinamika politik,” katanya.

Menyinggung molornya turun rekomendasi dari DPP PDIP terkait cagub dan cawagub yang akan diusung pada pilkada tersebut, kata Oka Ratmadi, pihaknya masih menunggu surat keputusan rekomendasi tersebut. “Sabar, sabarlah menunggu rekomendasi kandidat pasangan gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung itu. Namun kalau sudah waktunya pasti turun kok,” ucap Oka Ratmadi.

Sebelumnya, dari data hasil penjaringan dan penyaringan cagub dan cawagub yang diusung PDIP Bali tak ada muncul Wayan Koster yang kini duduk di DPR-RI itu. PDIP sudah mengirimkan nama-nama yang mendaftar sesuai dengan persyaratan penyaringan dan penjaringan calon gubernur dan wakil gubernur itu. Adapun nama bakal gubernur yang masuk dalam penjaringan itu adalah Made Mangku Pastika (gubernur sekarang) Anak Agung Ngurah Puspayoga dan Wayan Candra.

Pertimbangkan Usung Pastika

Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya sudah siap mengusung Made Mangku Pastika menjadi calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah Bali, dan saat ini masih mempertimbangkan calon wakilnya yang cocok. “Kami sudah siap dan pasti akan mengusung Made Mangku Pastika (gubernur sekarang) pada pilkada mendatang, jika PDIP tidak lagi mengusung Mangku Pastika,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Gede Sumarjaya Linggih.

Ia mengatakan saat ini, baik DPD maupun DPP Partai Golkar masih memikirkan siapa yang cocok dipasangan dengan Mangku Pastika. “Kami masih memikirkan yang cocok dan disetujui oleh Mangku Pastika untuk dipasangkan menjadi wakilnya. Apalagi dalam mengusung kandidat harus membangun koalisi partai politik. Ini jelas banyak pertimbangan dari partai-partai lain,” kata Sumarjaya Linggih yang juga Ketua Kadin Bali itu.

Tetapi skenario lain dari partai berlambang pohon beringin itu, kata dia, jika Mangku Pastika kembali diusung oleh PDIP maju pada Pilkada Bali, maka Golkar akan menggunakan kader yang andal dan mampu menyaingi lawannya.

“Kami sudah mempunyai skenario lain jika Mangku Pastika masih diusung PDIP. Artinya kami harus menyiapkan kandidat yang andal untuk bisa mengimbangi kekuatan mereka,” kata politikus asal Kabupaten Buleleng itu.

Di tempat terpisah, Ketua DPD PDIP Bali Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi belum memastikan kapan akan turunnya surat rekomendasi kandidat gubernur dan wakil gubernur dari pusat.

“Kita hanya menunggu saja surat keputusan dari pusat (DPP PDIP). Soal kapan turunnya rekomendasi pasangan cagub dan cawagub yang akan diusung pada Pilkada Bali saya belum tahu,” katanya.

Peta politik menjelang Pilkada Bali, semua partai belum berani menyebut kandidat gubernur yang akan diusung. Saat ini terkesan menunggu turunnya surat rekomendasi pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung PDIP.

Bahkan, hampir semua partai politik di Pulau Dewata mengharapkan agar dapat mengusung Made Mangku Pastika menjadi kandidat gubernur. Sebab dari hasil survei independen nama Mangku Pastika masih bertengger paling atas.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Bali dalam menentukan kandidat gubernur yang akan diusung pada Pemilihan Kepala Daerah Bali 2013 masih menunggu kesepakatan dari koalisi partai politik.

“Kami masih menunggu komunikasi dengan parpol yang diajak berkoalisi, yaitu Partai Golkar. Termasuk juga kandidat Made Mangku Pastika,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta baru-baru ini.

Ia mengatakan dari berbagai komunikasi antara Partai Golkar dan Demokrat saat ini sepakat untuk mengusung Made Mangku Pastika sebagai calon gubernur untuk periode 2013-2018.

Menurut dia, komunikasi segitiga ini penting dilakukan karena masing-masing partai dari Bali mengusung kandidat yang sama, yakni Made Mangku Pastika.

“Dalam koalisi tersebut perlu ada komunikasi secara intensif karena ada banyak hal dan perkembangan politik yang sangat penting untuk dikomunikasikan serta dibicara secara bersama-sama. Kami mengharapkan paling lambat awal Januari 2013 sudah keluar nama dari masing-masing partai koalisi,” ujarnya.

Mudarta memastikan, jika antara Partai Golkar dan Demokrat di Bali sepakat mengusung kandidat Made Mangku Pastika, karena berdasarkan hasil survei internal di masing-masing partai nama tersebut paling tinggi popularitas dan tingkat keterpilihannya. Sedangkan untuk kandidat Cawagub, semuanya tergantung DPP masing-masing partai politik.

“Masing-masing partai koalisi boleh saja mengusung kandidat cawagub tetapi semuanya ditentukan oleh kebijakan pusat,” kata Mudarta.

Parpol Umumkan Cagub

Pengamat politik Universitas Pendidikan Nasional Denpasar Dr Nyoman Subanda berharap partai politik yang mengusung cagub dan cawagub segera mengeluarkan surat rekomendasi kandidiat untuk maju pada Pilkada Bali.

Langkah tersebut bertujuan memberi kepastian kepada rakyat siapa-siapa yang menjadi kandidat yang bertarung pada pilkada mendatang.

Menurut Subanda, jika terus mengulur-ulur dan menunggu kandidat yang belum pasti, tentu akan berpengaruh terhadap dukungan riil dari rakyat itu sendiri, karena pilkada Bali sudah semakin dekat.

“Jika sampai semua parpol menunggu satu figur yang diharapkan belum ada kepastian, yakni Mangku Pastika, mengapa tidak cari figur lain? Padahal disatu sisi untuk sosialisasi kandidat ke masyarakat memerlukan waktu cukup lama untuk mendapat simpati dan kepercayaan rakyat,” katanya.

Dengan kenyataan seperti ini, kata dia, parpol di Bali boleh dikatakan mengalami krisis kader untuk memimpin. Padahal disisi lain menginginkan kader muda untuk tampil menjadi pemimpin dalam mewujudkan perubahan arah demokrasi.

“Pengamatan saya, kepemimpinan di tubuh partai saat ini masih mengandalkan ketokohan, bukan kemampuan dan kecerdasan. Akibatnya ketika menghadapi perhelatan politik kader-kader muda tak berani tampil menjadi pemimpin atau sekaligus maju menjadi kandidat gubernur dan wakil gubernur,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, ke depannya kalangan parpol di Bali harus menyiapkan atau mendidik kader-kader muda yang bisa diharapkan ke depannya menjadi pemimpin daerah, tidak hanya berorientasi menjadi anggota wakil rakyat saja.

“Tapi lebih dari itu parpol ke depan harus menyiapkan kadernya untuk memimpin. Sehingga nilai tawar kepada masyarakat akan lebih tinggi dan warga pun berharap dalam kehidupan bernegara lebih baik dari sekarang,” kata Subanda. SUT-ANT-MB

4 Responses to Elite PDIP Mulai Galau: Semua Parpol Usung Mangku Pastika

  1. Jaya Reply

    December 29, 2012 at 8:37 PM

    Bagi saya Pak MP disamping ketokohannya sangat tinggi tapi kemampuan dan kecerdasannya sudah teruji, terbukti dan diakui oleh semua lapisan masyarakat. Tidak salah kalau banyak yang menginginkan Pak MP dapat meminpin Bali untuk yang kedua kalinya. Dimanapun Pak MP dapat tumpangan saya akan ikut beliau, sekarang masyarakat sudah tahu dan jeli kapan memilih peminpin dan kapan memilih partai. Kalau benar – benar tidak dipakai lagi oleh PDIP saya berharap wakilnya nanti Pak Cok Ace. “PasCok” ( Pasti Cocokl ).

  2. KETUT MERTAYA Reply

    December 30, 2012 at 4:19 AM

    partai, di Indonesia masih di kelola secara tradisional, seperti kerajaan saja, tidak ada konvensi daerah, semua Rekomendasi, Bagaimana mungkin menegakkan demokrasi yang benar kalau cara pandang Partai seperti sekarang ini, yang bersifat Fathernalistik, dan tradisional ? tidak ada kesempatan orang berkarir di Partai sebagai Kader, dan pencarian pemimpin di daerah semestinya pengurus Daerahlah yang harus menentukan Pemimpinnya, bukan Pusat semata, Wah, Tatanan Negara yang demokratis dan menjunjung Desntralisasi sangat bertentangan jauh dengan Manajemen Partai yang Indemokrasi dan Sentralistrrik, Masyarakat mesti cerdas dan memahami, hal ini , jangan memilih dengan membabi buta, Pilihlah partai yang benar benar ,punya MANAJEMEN yang bekesesuain dengan apa yang dicita citakan dan Tatanan Negara yang telah disepakati sejak Reformasi yaKni NEGARA DEMOKRASI yang DESENTRALISTIK.

  3. I Wayan Subagia Arimbawa,A.Md.Kom Reply

    December 30, 2012 at 6:53 AM

    Saya sangat mendambakan kedepannya Partai – partai memiliki kandidat2 dari dalam partai untuk Maju sebagai Kepala Daerah. Event – event nya khan sudah pasti kapan memilihan kepala daerah seperti Bupati, Gubernur, Presiden bisa dilakukan jauh2 hari sebelumnya !

  4. Pete Reply

    February 24, 2013 at 3:58 PM

    Jangan Galau, itu namanya itegritas kalah secara jujurpun tidak masalah. Jangan kebutuhan masyarakat Bali di jadikan prioritas kedua setelah Ambisi Pribadi.Trus tawar mwnawar pembagian keuntungan kalau nanti menang, trus ada oposisi didalam koalisi. Ayo Bali jgn mau di buai angin sorga janji2x busuk. Kalau kalah sekarang siapkan kader yg lebih mumpuni, cuci gudang jgn biarkan premanisme dan nepotisme berkembang ditubuh Partai. Yg paling penting jangan percaya Kutu loncat murahan yg bersembunyi di balik Kata2x Profesionalisme. Jangan takut kalah lanjut terus jalannya masih panjang belajar dari kesalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>