Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Jelang Pilgub 2013: Abaikan Suara Rakyat, Berarti Menghancurkan PDI Perjuangan

Denpasar (Metrobali.com)-

Suhu politik menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang bakal digelar Mei 2013 semakin meningkat. Sejumlah partai politik di Bali pun tak ketinggalan melakukan survey terhadap sejumlah tokoh yang layak menjadi Gubernur. Dan, hasilnya Made Mangku Pastika Gubernur (Incumbent) masih tetap bertengger paling atas mengungguli calon-calon yang lainnya. Untuk pada tataran itu, boleh dikatakan Mangku Pastika masih diinginkan oleh masyarakat Bali.

Namun, sejak dua hari yang lalu ada kabar berita bahwa  Wakil Gubernur Bali AA Puspayoga diberi  rekomendasi oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati untuk maju dalam Pilgub 2013 . Ini baru kabar berita. Tentu saja, kabar berita itu mendapat tanggapan dari sejiumlah tokoh, pengamat, politisi dan masyarakat Bali.

Salah satunya Ida Acarya Yogananda yang juga kader PDI Perjuangan Bali. Acara mengatakan, jika itu benar diberikan kepada AA Puspayoga tentu ini sangat jauh dari suara-sauara yang muncul di masyarakat. ‘’Jika suara rakyat diabaikan oleh induk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), berarti ada upaya-upaya untuk menghancurkan partai Perjuangan di Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya, ‘’ kata kader PDI Perjuangan  Ida Acarya Yogananda saat diminta pendapatnya, Sabtu (25/8).

Ditanya soal kepemimpinan Made Mangku Pastika selama ini, Ida Acarya mengatakan, program-program Gubernur Bali yang dikenal dengan program Bali Mandara sangat menyentuh kepentingan masyarakat banyak. Program ini bukan sekadar janji, akan tetapi sudah direalisasikan secara langsung ke masyarakat.  ‘’Lihat saja program Simantri, JKBM, Jamkrida, program transportasi Sarbagita, semuanya pro rakyat,’’ katanya.

Karena itu, lanjut Ida Acarya sangat keliru besar jika PDI Perjuangan mengabaikan prestasi yang diraih oleh kadernya sendiri. ‘’Ketidaksempurnaan sebuah program pasti ada. Namun, jangan hanya masalah teknis, lalu menilai program Bali Mandara tidak berasil,’’ katanya seraya menambahkan Program Bali Mandara adalah program kader PDI Perjuangan.

Oleh karena itu, PDI Perjuangan harus melihat program itu secara jernih. Jika tidak dilihat secara jernih, maka yang akan rugi PDI Perjuangan itu sendiri.  Program Bali Mandara adalah program yang diusung oleh pasangan Pasti-Yoga maju dari PDI Perjuangan empat tahun lau. Kini program Bali Mandara ini sangat dirasakan oleh masyarakat kecil,’’ katanya.

Berwawasan Internasional

Sementara itu, pengamat politik dan sosial Dr. Nyoman Wijaya saat ditanya soal siapa Cagub yang cocok bertarung pada Pilgub 2013, pihaknya tak mau menunjuk nama. Yang jelas, Gubernur Bali mendatang adalah gubernur  yang terbaik dimiliki Bali.

Setidaknya kata Wijaya, ada lima syarat yang mesti dimiliki Cagub 2013 mendatang. Pertama, harus memiliki wawasan internasional, akses internasional, dan yang penting menguasai bahasa asing. Kedua, memliki akses secara nasional, memiliki jaringan dengan tokoh-tokoh politik nasional, dan secara nasional.

Ketiga, gubernur mendatang harus memiliki komtmen terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Mendorong pengembangan IPTEK di sekolah sekolah untuk menambah wawasan generasi muda Bali. Keempat, paham akan nafas dan nilai-nilai tradisional Bali.  Memiliki wawasan ke depan dan mampu mengantisipasi persaingan dunia global. Dunia global ini erat kaitannya dengan kapitalisme.  Kapitalisme ini selalu ada dan tumbuh berkembang di masyarakat.

Kelima, Gubernur mendatang, harus memiliki sikap yang tegas. Komunikatif dan mampu melakukan perubahan yang lebih baik. Sehingga, masyarakat Bali tidak terus berada pada kubangan kemiskinan dan kebodohan. SUT-MB

2 Responses to Jelang Pilgub 2013: Abaikan Suara Rakyat, Berarti Menghancurkan PDI Perjuangan

  1. Satwika Reply

    August 31, 2012 at 4:23 PM

    Memang ada sekelompok krama Bali yg tidak menghendaki kemajuan yg identik dengan perubahan. Selama ini mereka berada pada comfort zone ygmemberikan banyak previllege atau hak hak istimewa yg telah dinikmati selama ratusan tahun.
    Mereka tidak terlalu perduli denan nasib rakyat yg telah dikungkung oleh kebodohan dan kemiskinan selama brabad abad,karena semakin bodoh dan miskin menjadi semakin mudah utk diekploitasi dan semakintergantung kepada kelompok tadi.

  2. Jaya Reply

    September 2, 2012 at 2:18 AM

    Gubernur MP programnya sangat pro wong cilik/rakyat kecil ini sesuai dengan semboyan PDIP yaitu partai wong cilik, kok sekarang MP kabarnya mau dilepas bagaimana ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>