Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Tenun Cepuk Nusa Penida Ratusan Tahun

Denpasar (Metrobali.com)-

Salah satu produk lokal yang disajikan dalam pameran pembangunan Bali di Arts Centre Bali, Denpasar adalah kain cepuk khas Nusa Penida, Klungkung. Yang mengejutkan, kain tenun cepuk ini sudah berumur ratusan tahun. Adalah Luh Nusantari dari kelompok Winangun Sari dari desa Karang, Nusa Penida, Klungkung yang menyajikan produk kain tenun cepuk tersebut.

Menurutnya, upaya mengangkat kain tenun cepuk khas Nusa Penida ini telah dilakukan sekitar tiga tahun lalu. Diawali dengan mendatangi rumah setiap warga di desa Karang Nusa Penida, untuk mencari kain tenun cepuk yang masih disimpan oleh warga, sebagai upaya pelestarian dan pengembangan kearifan budaya lokal Bali.

Kemudian, katanya, kain tenun cepuk itu dilakukan proses pengembangan dari segi motif dan bahan dasar pembuatannya, sehingga dapat dijadikan produk kreatif yang memiliki daya saing secara global. Terlebih lagi, kain tenun cepuk sangat identik dengan keperluan sarana upacara keagamaan dan pakaian adat. Seperti upacara Manusa Yadnya dan Dewa Yadnya, khususnya masyarakat di pulau Nusa Penida dan desa Tenganan.

Lebih jauh, Ibu Luh Cepuk–panggilannya–mengakui saat ini kelompok pengerajin yang ada di desanya, yang terdiri dari lima banjar telah mendapatkan bantuan peralatan mesin tenun dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan sebanyak 8 buah, dan 3 buah lagi dari ibu Wagub Bintang Puspayoga.

Diharapkan, dengan bantuan peralatan mesin tenun itu produksi kain tenun cepuk khas Nusa Penida tetap lestari dan mampu bersaing dengan produk budaya kreatif lainnya. “Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nusa Penida. Terutama para pengerajin kain tenun cepuk,” harapnya.

Soal pemasaran, katanya, saat ini biasanya langsung dicari oleh para pembeli baik turis domestik maupun asing. Harga jual untuk kain tenun untuk yang produksi baru berkisar antara Rp 175 ribu hingga Rp 200 ribu, sedangkan untuk produk lama berkisar Rp 400 ribu. Biasanya, produk kain tenun cepuk lama warnanya agak suram, sedangkan produk baru warnanya lebih cerah. Pada masa lalu warna kain tenun cepuk dihasilkan dari berbagai jenis tanaman seperti kayu secan untuk warna merah khas. IJA-MB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>