Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Gubernur Bali Klarifikasi Berita Bali Post

Berkenaan dengan beberapa berita Bali Post, antara lain terbitan Sabtu (3 Maret 2012), Minggu (4 Maret 2012) dan Senin (5 Maret 2012), dengan hormat  kami sampaikan sebagai berikut :

  1. Berita tersebut merupakan pemuatan yang kesekian kalinya oleh Bali Post seputar topik desa pakraman yang berawal dari pemuatan berita dengan judul “Pasca Bentrok Kemoning – Budaga : Gubernur : Bubarkan Saja Desa Pakraman” tanggal 19 September 2011 yang ternyata merupakan berita yang melanggar hampir seluruh prinsip-prinsip jurnalistik seperti : melanggar prinsip akurat, melanggar prinsip adil, tidak beritikad buruk, tidak mencampuradukkan fakta dengan opini pribadi, tidak menghasut dan menyesatkan dan fitnah;
  2. Oleh karena berita Bali Post tanggal 19 September 2011 itu benar-benar tidak memenuhi kaidah jurnalistik – karena Gubenrur Made Mangku Pastika tidak pernah mengeluarkan peryataan demikian dan wartawan Bali Post Biro Klungkung tidak ada di lokasi – maka beberapa saat kemudian Gubernur mengajukan somasi. Sayang, somasi tersebut tidak disikapi, malah sebaliknya Bali Post semakin gencar dan dengan sengaja memuat berita-berita yang tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik sehingga Gubernur melihat hal itu sebagai tindak kejahatan dan Gubernur tidak lagi berpijak pada ketentuan UU Pers untuk menyikapinya. Itu sebabnya Gubernur melaporkan Bali Post kepada pihak berwajib serta lanjut mengajukan gugatan perdata atas kerugian yang ditimbulkan oleh berita-berita beritikad buruk Bali Post;
  3. Mengetahui dirinya dilaporkan secara pidana dan digugat secara perdata, Bali Post bukannya menurunkan tensi pemuatan berita yang merugikan Pemprov Bali, malah sebaliknya kian terbuka menjelek-jelekkan program Bali Mandara dan figur Made Mangku Pastika. Semuanya dilakukan dengan sengaja dan terencana sehingga masyarakat Bali yang kritis mengetahui ada upaya tidak baik Bali Post dibawah kepemimpinan pemilik perusahaan Anak Bagus Satria Naradha (SN);
  4. Berikutnya, peristiwa Bendesa Pakraman Jagaraga, Sawan, Buleleng I Nyoman Sura meninggalkan forum simakrama Gubernur di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Sabtu, 25 Februari 2012, dijadikan momentum untuk kembali membesar-besarkan kurangnya perhatian Pemprov Bali kepada prajuru desa pakraman. Dengan gaya dan egoismenya, Bali Post membesar-besarkan kejadian itu sehingga usaha-usaha character assasination semakin kentara. Kejadian yang hanya 1 per 16 atau hanya 6,25 persen dari jumlah penanya dalam simakrama itu benar-benar diblow up, sehingga terkesan ada bahkan arahnya kali ini lebih jauh dari sekedar character assasination (karena tidak benturan antara prajuru desa pakraman dengan Gubernur Bali;
  5. Ada indikasi kejadian di Buleleng itu dikelola menurut manajemen konflik effect domino karena setelah memuat keluarnya Bendesa Jagaraga I Nyoman Sura dari forum simakrama di Buleleng, Bali Post memuat opini sejumlah prajuru desa pakraman lain di Bali yang kehadirannya dalam simakrama masih diragukan. Para narasumber bahkan sangat mungkin tidak mengetahui kejadian sebenarnya karena tidak ada di lokasi kejadian dan tempat tinggalnya puluhan kilometer dari Singaraja;
  6. Berita sebagaimana tersebut pada poin 5 sempat terhenti sejenak (tanggal 2 Maret 2012) setelah Humas Setda Provinsi Bali menyampaikan klarifikasi mengenai pemberian insentif kepada prajuru desa pakraman yang telah berjalan sejak tahun 2001. Klarifikasi Humas tersebut menanggapi berita Bali Post di halaman satu dengan judul : Gubernur Jangan Bergaya Militer yang dimuat Bali Post 1 Maret 2012;
  7. Namun, sehari kemudian, 3 Maret 2012, Bali Post kembali memuat berita tendensius  yang menempatkan Pemprov Bali sebagai subjek sasaran. Sudut pijak opini (perspektif) berita kali ini mengalami perubahan dari pemelinitiran pernyataan Gubernur menjadi tuntutan perhatian yang datang dari perangkat adat kepada Pemprov Bali. Padahal, semua orang mengetahui, yang semestinya memerhatikan desa pakraman bukan hanya Pemprov Bali, juga Pemkab/Pemkot se-Bali dan pemerintah pusat;
  8. Pada saat bersamaan, Bali Post mulai mencari-cari isu dengan mengangkat pendapat warga yang jauh dari ibukota provinsi mengenai tuntutan atas janji kampanye Pilkadasung Bali tahun 2008 dimana Made Mangku Pastika menjadi Cagub. Dari sini kami mengamati, manajemen effect domino dan chain reaction (reaksi berantai) propaganda mirip cara media massa Thailand menjatuhkan pemerintahan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra dipraktekkan di Bali. Perhatikan misalnya bagaimana pendapat MADP Penebel Gede Wayan Sutarja alisa Ki Bendesa (BP, Sabtu, 3 Maret 2012), demikian juga berita Menguat, Tuntutan dari Buleleng (pada hari yang sama) dan berita dibawah judul : MMDP Dukung Perjuangan Bendesa Adat;
  9. Dengan perilaku Bali Post seperti itu amat jelas terlihat bahwa koran ini makin jauh melanggar Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers karena terkesan secara sengaja dan terus menerus menyebarkan berita bohong, mencampuradukkan fakta dengan opini pribadi, dan menghasut dan menyesatkan pembacanya demi membangun ketegangan antara masyarakat Bali dengan Pemprov Bali;
  10. Sementara mengetahui keadaan tidak kondusif telah berlangsung berbulan-bulan, Dewan Pers tidak berbuat apa-apa. Dewan Pers seakan menutup mata pada kontruksi propaganda Bali Post. Apakah itu karena SN menjadi anggota Dewan Pers?
  11. Ke depan, apabila Dewan Pers membiarkan Bali Post terus melakukan upaya-upaya provokatif dan propaganda seperti itu, tanpa melakukan tindakan yang semestinya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dan di Bali terjadi persoalan sosial, hukum, moral dan keamanan, maka persoalan sosial, hukum dan keamanan itu menjadi tanggungjawab utama Dewan Pers dengan ABG Satria Naradha sebagai anggota didalamnya dan Bali Post beserta Kelompok Media Bali Post itu sendiri;
  12. Ini kami ingatkan karena saat ini sudah ada keluhan dan ketidakpuasan dari sebagian masyarakat Bali yang terekam dari forum diskusi dan internet yang menyatakan tidak puas pada pemberitaan Bali Post dan Kelompok Media Bali Post. Peringatan ini kami sampaikan karena kami tidak akan memberikan klarifikasi ataupun konfirmasi berkenaan dengan pemberitaan Bali Post dan Kelompok Media Bali Post karena selama ini kendatipun dijelaskan dengan baik selalu diplintir;
  13. Tidak perlu lagi kami sibuk mengklarifikasi berita selanjutnya karena sejak awal Bali Post tidak lagi memenuhi ketentuan jurnalistik tetapi sudah jauh melenceng dan hanya memenuhi kepentingannya tertentu;
  14. Biarkanlah kami fokus untuk menjalankan tugas dan kewajiban kami. Apalagi Gubernur Bali Made Mangku Pasika telah dipercaya oleh rakyat Bali melalui Pilkadasung 2008 untuk mengemban amanat rakyat Bali hingga Agustus 2013. Kami tak ingin terganggu pemberitaan berbau tendensius, menghasut, fitnah dan sesat.

Demikian untuk mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya.

 

 Denpasar, 15 Maret 2012,

Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali,


Drs. I Ketut Teneng, SP, M.Si

Pembina Utama Muda

NIP. 19571118 197903 1 002

36 Responses to Gubernur Bali Klarifikasi Berita Bali Post

  1. i Gusti Putu Artha Reply

    March 14, 2012 at 4:41 PM

    Mantap. Sy setuju Mangku Pastika terus melakukan perlawanan hukum dan politik. Perilaku otoriter dan penyalahgunaan media untuk kepentingan pribadi dan kepentingan politik yg amat kasat mata, harus dilakukan. Siapapun kelak jadi gubernur atau pejabat manapun akan tetap “dianiaya” seperti ini. Contoh kasus Winasa, AA Baratha, Adi Wiryatama. Pembaca sdh amat cerdas. percayalah hukum karma akan segera berjalan. Hanya perubahan yang abadi. Soal waktu saja, sancita, prarabda atau krayamana karmapala..

  2. gede Reply

    March 14, 2012 at 5:00 PM

    Maju pak mangku.semoga pak mangku nyalon tiang yakin rakyat bali masih memilih pak mangku walaupun berita bp selalu menjelekkan gub tapi kebenaran pasti terungkap.suksma

  3. De Gung Reply

    March 14, 2012 at 6:07 PM

    Memang Balipost sebaiknya jangan dihiraukan. Biarkan dia “Onani” sampai “Orgasme”. Tapi kapan ya Orgasmenya?? Saya dan beberapa kawan sejak 3 bulan lalu sudah berhenti langganan harian Balipost, memilih harian lain (JP) yg lebih bisa mencerahkan dan mendapat informasi. Kalau baca Balipost tidak butuh waktu lama, kurang dari 5 menit, dengan baca judulnya kita sudah bisa tebak isi semua halamannya. Sangat sayang uang dibelanjakan utk mengharapka kepuasan yg kurang dari 5 menit. Saya kira BP terlalu berlebihan mengambil peran shg kebablasan, jadinya sok super hero. Semoga Metro Bali bisa mengambil peran sebagai media Masyarakat bali menggantikan Balipost suatu saat nanti, Astungkara.

  4. ajus Reply

    March 14, 2012 at 7:27 PM

    SANGAT DISAYANGKAN, BALI MEMILIKI PEMIMPIN SEHEBAT PAK MADE MANGKU PASTIKA MALAH MENDAPAT PENCITRAAN KURANG BAIK OLEH KMB. SETELAH LAMA DISIMAK, TERNYATA PIMPINAN KMB YANG SEKALIGUS SALAH SATU ANGGOTA DEWAN PERS MEMPUNYAI KEPENTINGAN KHUSUS DENGAN JATUHNYA PAMOR GUBERNUR. APA KATA DUNIA KALO BEGINI RUPANYA KELAKUAN PIMPINAN KMB.

  5. made Reply

    March 14, 2012 at 10:05 PM

    Sangat setuju kalo bp mimpin bali pasti beritane jek luung gen.jek pasti halaman pertama mesalaman nyerahang kado.tapi jani telah pis meli kado kangguang mekuah2 ngomong sing ade nak ngerunguang.masyarakat bali sampun cerdas sing percaya jak berita satu media.masih banyak yang netral spt jp,nusa,dwt tv,tvri bali.kalo kmb group sube sing taen mebalih tiang.

  6. wayan Reply

    March 14, 2012 at 11:03 PM

    koq dapat saja yaaa BP berita buruk tentang gubernur Bali beda dengan media lain yang tak pernah memberitakan keburukan Gub MP (apakah bagi mereka Gub MP merupakan gub yang sempurna sehingga tidak ada yang salah/buruknya?). apakah media lain kurang menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah atau BP memang jeli dan kritis. redaksi masing-masing lah yng tau apa yang terjadi sebenarnya.

  7. arya putra Reply

    March 15, 2012 at 9:15 AM

    om suastiastu…maju terus pak mangku…orang yg memiliki hati meskipun punya sedikit logika-pun akan bisa tahu mana yg ‘salah’ atau memiliki motif ‘pribadi’ dlm berbagai pemberitaan yg ada…sangat disayangkan,BP yg se
    harusnya mjd koran representasi warga Bali bertindak begini…sangat dipastikan nantinya perlahan akan mulai tergeser oleh media massa ‘koran’ yg lain…cuma sangat disayangkan juga,tugas pers u mencerahkan dan mendamaikan masyarakat disalahgunakan atas nama kepentingan tertentu u memprovokasi dan mem’bodoh’kan masyarakat yg sdh tertekan oleh berbagai krisis dlm berbagai aspek kehidupan…oknum tertentu telah menetapkan trget sasaran (pak mangku pastika) terlebih dahulu,baru kemudian mengamati berbagai kelemahan dan celah keseharian yg bisa dipakai sbg peluru u menembak sang sasaran…Hanya mementingkan kepentingan jangka pendek dibandingkan kepentingan jangka panjang…semoga BP (oknum pemegang keputusan) bisa cepat sadar dan nerubah,serta mengesampingkan gengsi/kepentingan pribadi…rahayu…

  8. I Ketut Mertaya Reply

    March 15, 2012 at 2:55 PM

    Kerja untuk masyarakat jangan hiraukan koran Yg suka nyeleneh ,Bendesa yg ttak mengerti apa itu arti Bendesa,hanya bekas sopir itu hanya satu dari 1403 bendesa atau 1 dari 154 Bendesa di Buleleng berulah juga 1 koran dari puluhan koran dan majalah yg ada tidak mempengaruhi kenerja Pak Gubernur .yang penting program baik sudah dapat dirasakan masyarakat, jangan habiskan energi untuk melayani oknum dan BP OKey !!!

  9. wenten Reply

    March 15, 2012 at 3:29 PM

    Pak wayan yang perlu jeli berita bp itu memang nyata apa diplintir ole bp.kalo pak wayan liat sima krame didewata tv akan berbeda dengan plintiran berita bp.semoga pak wayan punya lebih dri satu tv.karna kalo channel cuma bali tv pasti berita lain tdak ada cuma kejelekan pemprov dan gubenur bali.suksma

  10. DS. Putra. Reply

    March 15, 2012 at 5:48 PM

    Bali Post mulai “main api”, hal ini sangat disayangkan. Disadari atau tidak, setuju atau tidak, Bali Post sedang memainkan strategi “PENGHANCURAN BALI”, dengan menyerang dan melemahkan pemerintah dalam hal ini Gubernur Made Mangku Pastika, dan memosisikan Pemerintah daerah Bali berhadap-hadapan dengan “pemerintahan tradisional” Desa Adat/ Desa Pekraman. Sebagai “Manusia Bali” saya minta Bali Post menghentikan tabiat buruk ini, apapun alasannya. Tabik !.

  11. de putra Reply

    March 16, 2012 at 7:53 AM

    saya dukung BP memberitakan sisi negatif pak MP yg memang rakus,terutama berita ttg ArtCentre … tapi saya tidak suka BP terlalu memblow up berita desa pekraman yg bisa memicu suasana panas… ayo juga sekali2 metro bali memberitakan berita investigasi kasus mengenai artcentre,led tv…. hidup bali…

  12. Van Kaka Reply

    March 16, 2012 at 8:13 AM

    BP dibekukan saja,awalnya saya simpati dg jargon ajeg bali tp lama2 mereka yg menuangkan sebelanga nila

  13. sumerta Reply

    March 16, 2012 at 9:35 PM

    Jangan dibekukan,dengan tdak membeli saja sudah cukup.karna berbulan2 membangun opini buruk dan tdak berhasi justru masyarakat yang menjadi ada apa dibalik ini.kalo mau lirik 2013 harus menunjukkan ide2 yang membangun.bukan dengan menjelek2kan dan mencari2 kesalahan.karna cara ini sangat tdak baik.suksma

  14. putra Reply

    March 17, 2012 at 7:27 AM

    saya sangat setuju dengan pernyataan gubernur,kalau bali post mendengungkan ajeg bali dimana itu? mari kita lakukan jangan banyak teori masalah ajeg bali,kalau bali post sudah menjelekan dan mengasut masyarakat bali apakah itu termasuk ajag bali?,tidak dibali aja yang menilai seluruh duniapun akan menilai,di mana kebersamaan bali kalau terus bali post menjatuhkan gubernur atau menjelekan,semangat pak gubernur,jangan menghiraukan berita seperti itu mari urus rakyat kecil saja.

  15. N Sudana Reply

    March 17, 2012 at 11:22 AM

    bapak Gubernur..bapak jangan takut dengan mempertaruhkan jabatan; jabatan sementara, nama akan bapak bawa selamanya…kalau saya lanjutkan upaya hukum itu/….seharusnya mass media, apapun namanya harus memberikan pendidikan yang cerdas, bermartabat dan good wiiling…
    santih

  16. yanano Reply

    March 17, 2012 at 12:23 PM

    smkin bnyk yg bc smkin ngl0nja dia! Buat koran tandingan biar BP bangkrut

  17. agunk Reply

    March 17, 2012 at 12:36 PM

    saya justru bertrima kasih kdp BP krena cuma BP n KMB yg mau brani mengungkap smua fakta yg ada dilapangan…KMB kritis itu demi ajeg bali..demi masyrakat bali…..dibandingkan janji2 mangku pastika itu ..apa smua terbukti…kemanan??? apa qt merasa aman??? perampokan dmn mana….cafe menjamur….apa ini kerja gubenur??? BP dri dulu sllu krtis

  18. kadek Reply

    March 17, 2012 at 12:36 PM

    tyang mulai 1 maret sudah tidak berlangganan Bali post lagi,pindah ke media cetak yg lebih netral. mungkin cukup dengan tdk membeli BP, bali post bisa introspeksi diri, tyang walaupun tdk kenal sama pak mangku tp berita di BP tidak akan bisa memajukan masyarakat bali dengan berita2 negatif

  19. PUTU SUJANA Reply

    March 17, 2012 at 12:46 PM

    Pak Mangku, saya tetep mendukung pak Mangku. kepada yg iri secara pribadi kepada pak Gubernur (Mangku Pastika), saya sarankan utk segera melukat ke Tirta Empul. Supaya rasa iri itu hilang. kalo tidak dilakukan maka struk akan menyerang anda. kalo struk sudah menyerang anda maka hidup kalian tidak akan damai dan tenang. Bertobatlah wahai orang2 iri hati. kepada orang yg saya hormati juga (Ide Pedande Gunung), tolong pelihara Bali dengan baik dan rakyat pang sing miyegan gen. Aturkan Doa2 yg bisa menghantar Dewa Dewi di Surga. Biar kita semua rahajeng, rahayu dan tentunya banyak panggilan utk ceramah. bagi yg bandel n tetep mengkritik kebijakan Gubernur “GO TO HELL”.

  20. agus Reply

    March 17, 2012 at 1:03 PM

    siapa pun disini… pikirkanlah bali, masyarakat bali umumnya.. pikirkan nasib bali sekarang ini yang udah pnuh dengan beton.. jangan pikirkan kepentingan diri sendiri, jangan rampok bali kita sendiri.. ajegkanlah bali.. biar wisatawan mau datang, mau makan apa bali klo gak ada wisatawan.. nasib rakyat bali lebih penting dari kantong sendiri…

  21. Kande Putra Reply

    March 17, 2012 at 1:16 PM

    Gampang mencari kejelekan orang lain, dan kalo sudah tidak seneng seberapapun baiknya orang tetep di anggap jelek. apalagi ada keinginan terselubung…….., Kritis sah sah saja asal juga bisa memberi solusi jangan hanya ngoceh dan sok jadi pahlawan. Mesuluh malu Muuuuu

  22. kadek Reply

    March 17, 2012 at 1:37 PM

    BP ??
    gw udh bosen bca”a,,menyesatkan..
    Pak Mangku Maju terus..
    dari awal tiang mendukung anda.
    nyalon lgi nggih !!

    • made Reply

      March 17, 2012 at 1:56 PM

      maju terus pak Mangku ,tiang setuju,lanjutkan apa yg dicita2 untuk bali ke depannya

  23. dika Reply

    March 17, 2012 at 2:02 PM

    koran BP cuman cocoknya dari dulu buat pasang iklan dan cari iklan (rupa-rupa)

  24. gus ol Reply

    March 17, 2012 at 2:17 PM

    Gini aja prilaku orang bali, ga gubernur ga pengusaha semua pd mecongkrah, gmna rakyatnya?? Ini adlh awal kehancuran kita selaku krma bali,..dimana hrus cri panutan…malu saya sebagai orang bali….semua rakus semua momo,.ingat karmapala!!! Bali post salah beritanya terlalu tendensius, metro jg salah beritanya sepihak condong memihak gubernur.,mri jg netralitas, hentikan semua ini, mri fokus menolong krama kita yg kena musibah,..ngiring sarenge2 mulat sarira,.ngiring ngewangun bali mangde jagatditha….suksma

  25. kesuma jaya Reply

    March 17, 2012 at 4:36 PM

    sangat kecewa pada BP,media memang perlu mengkritik pemerintah. Tp apa yg ditulis BP belakangan ini sangat menyesatkan,kurang berimbang dan nyata2 ada muatan politik demi 2013. Contoh kecil,dulu pilgub kan satu paket,pak mangku ama pak puspayoga,tp dalam pemberitaan kok hanya mengkritik pak mangku? Sementara wakilnya hampir tiap hari mejeng nyumbang ini-itu…sadarlah BP,kembalilah seperti dulu,netral dan menyuarakan aspirasi manusia Bali. Satu lagi,tolong hilangkan berita2 seremonial,kami beli koran untuk nyari berita dan info seputar Bali… Dumogi Bali rahayu…

  26. Sheva Bali Reply

    March 17, 2012 at 4:42 PM

    Sudah lama tidak baca Balipost, maklum isi kurang mendidik dan murahan. Isi yang layak dibaca juga cuma iklannya saja. Pemberitaan kadang terlalu tendensius. Kebebasan berekspresi bukan harus membenarkan cara-cara yang tidak beretika. Dukung pak Mangku, say no to BP

  27. nyoman sudana Reply

    March 17, 2012 at 5:32 PM

    Om Swastiyastu…
    Saya prihatin atas tdk harmonisnya hubungan Gubernur dg Media BP Group..
    Kami yg ada diluar Bali, tdk tahu persis apa yg terjadi tapi saya memang pernah berkesimpulan BP adalah media yg tdk netral ! Karena saya bbrp kali ngirim tulisan tdk pernah dimuat, mungkin BP punya kepentingan dan berlindung atas nama Ajeg Bali. Harusnya semua pendapat diakomodir utk masa depan Bali yg kita cintai. Kaitan dg pak Gubernur, sy punya keyakinan BP ada kepentingan terselubung yg tdk direspon Gubernur, shg dia marah dan mendiskriditkan Gubernur

  28. retno Reply

    March 17, 2012 at 6:06 PM

    pak mangku dan pak teneng serta jajarannya harap fokus dg tugas membangun dan mensejahterakan rakyat bali…jangan terpengaruh sama yang namanya satria naradha……………….wis lanjutkan mencari keadilan pak………….selamat bertugas……..kami semua mendukung bapak2

  29. agus Reply

    March 18, 2012 at 11:34 AM

    pak mangku maju terussssss

  30. wayan Reply

    March 18, 2012 at 7:17 PM

    tidak usah di hiraukan Pak, maju terus…jadikan berita BP itu sebagai motivasi mengabdikan untuk kemajuan Bali tercinta.

  31. dheny Reply

    May 7, 2012 at 6:00 AM

    tentu ada udang di balik batu,jika kita lebih jeli memperhatikan semua kegiatan BP tentu sering kita melihat satu sosok yg di agungkan..”PUSPAYOGA”,hhhmm…beginilah politik ketika masa pemilihan sudah diambang pintu..berfikir cerdas lebih menguntungkan dibanding harus mengambil jalan diskriminasi sepihak..seberapapun berita tentang bobroknya pemprov,hanya kita yg bisa menilai dari kinerjanya selama masa jabatan bersangkutan,bukan pengaruh dari media atau pihak tertentu yg saling cari simpati..#think smart

    • agud Reply

      June 8, 2012 at 8:52 AM

      mari kita tetap dukung bapak Komjen Drs Made Mangku Pastika sebagai incumbent pemilihan gubernur di tahun 2013, walaupun tidak ada partai yang meminangnya kita ambil jalur independent< biar seperti di jakarta bapak faisal basri. karena electabilitas bapak made mangku pastika masih dipercaya oleh masyarakat bali pada khususnya dan dunia pada umumnya
      suksmaaa

  32. Ardicana Reply

    June 20, 2012 at 9:42 PM

    tiyang uli desa mare merasa ngelah gubernur bali, program jkbm, simantri, bedah rumah, gerbangsadu, samsat online dan lain-lain sumua sudah jalan dan tiyang sdh merasakan langsung walaupun belum sempurna betul. Dulu masyarakat bali yang miskin hampir tidak terlihat dibungkus oleh kemegahan pariwisata. Jani oleh pak MP mekejang hampir tawang ternyata liu gati nyama baline ane miskin sampe – sampe sing ngelah umah, skrg sdh dibantu. Tiyang salut sama pak MP tiap bulan keliling kabupaten mesimakrama. Kanggoang pak MP ndepang gen ane terusang mengabdi u rakyat bali. Semua perbuatan ada karmanya masing – masing, Orang akan terkenal/dikenal bukan karena kata – katanya tetapi karena perilaku dan perbuatannya.

  33. Nyoman Muliadi Reply

    October 19, 2012 at 1:49 PM

    Saya dulu waktu kuliah-biasa dulu anak sekolahan dan kuliahan- diajak meninjau ke kantor Bali Post di Kepundung. Saya sangat salut akan visi dan misinya, yang sangat mulia, yaitu tidak tendensius dan akan menjaga Bali tetap harmonis. Tetapi nyatanya seperti ini. Toooooooo tendensius, menghalalkan segala cara untuk menjelekkan Gub MP. Terus terang saya juga stop berlangganan BP.

  34. mike Reply

    April 24, 2013 at 6:44 PM

    Bp…? Dulu tiap pagi slalu baca… skr ga minat lg… britane
    Sing bermutu… subyektif.. arogan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>