Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Diulang Pemetaan Kemiskinan di Badung

Mangupura (Metrobali.com)-

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penanggulangan kemiskinan di Badung. Rakor TKPK ini membahas evaluasi pelaksanaan program tahun 2011 dan pelaksanaan program yang akan dilakukan di tahun 2012. Rakor TKPK dibuka Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Sudikerta serta diikuti pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Badung dan para Camat, di Ruang Ratna, Kantor Bappeda dan Litbang Badung, kawasan Puspem Badung, Selasa (28/2).

Kepala Bappeda dan Litbang Badung I Wayan Suambara, SH.MM mengatakan, rakor TKPK yang digelar awal tahun 2012 ini akan membahas dua agenda pokok yakni untuk mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan di tahun 2011 khususnya tingkat efektivitas pelaksanaannya serta membahas program di tahun 2012. Karena program penanggulangan kemiskinan ini sifatnya sangat dibutuhkan masyarakat, oleh karena itu diharapkan di tahun 2012 ini ada peningkatan akselerasi percepatan penanganan pelaksanaan kegiatan.

Direncanakan pula pada bulan Maret ini akan diadakan satu kegiatan sosialisasi berkenaan dengan adanya formula baru, dimana Pemerintah Pusat sekarang tidak lagi menggunakan istilah Rumah Tangga Miskin (RTM), tetapi dihitung 40 persen masyarakat yang berpenghasilan rendah disuatu daerah dengan program yang namanya perlindungan sosial.

Dengan program baru ini, pihaknya akan mencoba mengadakan penserasian dan mengcrosscek apakah dalan 40 persen  masyarakat berpenghasilan rendah ini juga sudah mencakup keluarga RTM sesuai data yang ada di Badung. Kalau sudah diketahui berapa persen RTM yang terhitung dalam 40 persen tersebut, akan dilakukan pemetaan kembali untuk mengetahui persoalannya sehingga bisa menentukan SKPD mana dengan program apa untuk mengintervensi persoalan yang masih dihadapi.

Sumbara menambahkan, jumlah RTM di Badung dari tahun ke tahun mengalami penurunan yang cukup signifikan, kalau dibandingkan dengan tingkat Provinsi maupun Nasional jumlah RTM di Badung sangat kecil, dan saat ini masih tersisa 0,03 persen penduduk miskin di tahun 2011. Dengan penanganan di tahun 2012, Suambara optimis jumlah itu akan bisa menurun, tetapi sekali lagi ia menekankan ini tidak bisa lagi dijadikan ukuran kedepan, karena Pemerintah Pusat menentukan formula lain yakni 40 persen masyarakat berpenghasilan rendah.

Wabup Sudikerta selaku Ketua TKPK Kabupaten Badung menjelaskan, dalam upaya penuntasan kemiskinan ada tiga pilar yang perlu diperhatikan yakni pengentasan berbasis kekeluargaan, pengentasan berbasis ekonomi kerakyatan atau mikro kecil dan berbasis pemberdayaan masyarakat miskin. Sudikerta tidak memungkiri dengan program penanggulangan kemiskinan ini ada masyarakat yang telah dibantu namun tanpa disadari kembali jatuh miskin, ini tidak dapat dilepaskan dari faktor kondisi ekonomi dan kurangnya lapangan kerja bagi masyarakat miskin.

Untuk itu, kedepannya dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan, pemerintah tidak hanya akan mensuport dari segi perbaikan rumah maupun ekonomi produktif namun dengan berbasis pemberdayaan masyarakat, masyarakat miskin bisa disuport dalam hal lapangan pekerjaan melalui pembangunan dibidang sosial dan insfrastruktur. Sementara, kepada SKPD agar mengimplementasikan program dengan baik dan mengacu pada aturan normatif, sehingga ada penanganan yang lebih konkrit di Badung dalam mengatasi persoalan RTM atau masyarakat yang tergolong miskin. MB1

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>