Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

AKI dan AKB Badung Dibawah Target MDG,s

Mangupura (Metrobali.com)-

Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu-Bayi (GRSSI-B) Kabupaten Badung dinilai Tim Propinsi Bali, Kamis (6/10) bertempat di ruang pertemuan RSUD Badung. Tim penilai diterima Bupati Badung diwakili oleh Kadis Kesehatan dr. Putra Suteja, Dirut RSUD Badung dr. Sri Bintang S. M.Kes, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Ny. Ayu Sudikerta.

Dalam sambutannya dr. Putra Suteja mengatakan GRSSI-B merupakan gerakan bersama pemerintah dan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Lebih lanjut Suteja menyampaikan kegiatan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terkait dengan kegiatan GRSSI-B di Kabupaten Badung tahun 2011 yaitu AKI sampai dengan Agustus 2011, 99,4 dari target MDG,s tahun 2015, 102 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten badung sampai dengan Agustus 2011 4,5 per 1000 kelahiran hidup dari target MDG,s tahun 2015 23 per 1000 kelahiran hidup. AKI dan AKB di Kabupaten Badung bulan Januari s/d Agustus tahun 2011 (Absolut) yaitu AKI sebanyak 5 orang sedangkan AKB sebanyak 23 orang. Melihat hasil pencapaian kegiatan diatas Kabupaten Badung mampu menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi dibawah target MDG,s. pelayanan Rumah Sakit salah satunya yang memegang peranan penting adalah SDM. Pendidikan dan pelatihan dilaksanakan untuk proses pembelajaran sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan tehnologi. Kesiapsigaan RSUD Badung dalam pelayanan Ibu Hamil /melahirkan yaitu menyediakan ambulance siaga, donor darah-UTDC PMI/bank Darah, Pelayanan KB, Pelayanan PMTCT dan Klinik Lactasi.

Ketua Tim Penilai GRSSI-B Provinsi Bali dr. I Gusti Lanang Wisnu menyampaikan, secara umum tujuan GRSSI-B untuk meningkatkan mutu pelayanan ibu dan bayi secara terpadu dalam menurunkan angka kematian. Untuk itu diperlukan berbagai upaya seperti pengembangan standar pelayanan bagi ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna, peningkatan kualitas pelayanan termasuk kepedulian terhadap ibu dan bayi. Oleh sebab itu GRSSI-B perlu dievaluasi karena dapat memberikan kontribusi dalam penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>