Padiksan Ida Bagus Putu Widia, Gria Magelung Sangeh

 

Mangupura(Metrobali)-

Upacara Rsi Yadnya, padiksan Ida Bagus Putu Widia (59) bersama istri Ni Nengah Abdiwati (57) dilaksanakan, Minggu (30/10) kemarin di Gria Magelung, Banjar Pemijian, Desa Sangeh, Abiansemal. Sebagai Nabe pada upacara ini yakni Ida Pedanda Gede Putra Tegeh. Upacara tersebut dihadiri para Sulinggih di Kabupaten Badung, tampak pula Ida Pedanda Gede Made Gunung. Hadir pula Bupati Badung A.A. Gde Agung bersama Istri, Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta, PHDI Badung, Kakandep Agama Badung, Majelis Madya dan Camat Abiansemal.

Sesuai Surat Keputusan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Badung Nomor 101/Kep/X/PHDIK/2011 tentang mediksa dan medwijati IB Putu Widia dan Ni Nengah Abdiwati disampaikan oleh Ketua Harian PDHI Badung I Nyoman Sukada. Setelah upacara madiksa, selanjutnya IB Putu Widia mabiseka Ida Pedanda Gede Pasuruan Manuaba dan Ni Nengah Abdiwati mabiseka Jro Istri Ida Ratnaningsih.

Pada kesempatan itu, Bupati Badung A.A.Gde Agung menyematkan insinye kepada Ida Pedanda Gede Pasuruan Manuaba. Sementara itu Penglingsir Gria Magelung Ida Bagus Ketut Dipayana mengatakan, sebelum menjadi sulinggih IB Putu Widia pernah mengabdi sebagai PNS dilingkungan Pemprov Bali di Dinas Kebudayaan Bali bertugas di Art Centre selama 35 tahun. Sebelum pensiun Beliau juga sempat bertugas selama 5 tahun di Dinas Perhubungan Bali. Sedangkan Istri Beliau pernah bertugas di Yayasan Dwijendra selaku bendahara dan kini sudah pensiun.

Denpasar Jadi Model Pendidikan Karakter Nasional

 

Denpasar(Metrobali)-

Jambore Kwartir Ranting Denpasar Barat Tahun 2011 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Segara Mantra Kelurahan Serangan kemarin dibuka. Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta dan pelepasan balon oleh Ketua Kwartir Cabang Kota Denpasar I Gst. Ngr. Lanang Jelantik mewakili Walikota Denpasar. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Camat Denbar IB Alit Wiradana, Ketua Kwarran, Penilik Pendidikan Luar Sekolah, Majelis Pembimbing Desa Se-Kwartir Denbar, Pembimbing Gugus Depan, Para Pembina Dan Penggalang, Sabtu (29/10).

 Ketua Panitia Made Suparta dalam laporannya mengatakan, kegiatan Jambore Kwartir Ranting Denbar 2011 yang berlangsung mulai tanggal 28 hingga 30 Oktober diikuti oleh 200 peserta. Terdiri dari 100 orang pramuka penggalang putra dan 100 orang pramuka penggalang putri. Berasal dari 8 gugus SD dan 2 gugus depan yang berpangkalan di SMP di wilayah Kwartir Ranting Denpasar Barat. Dengan beberapa agenda kegiatan teknis kepramukaan seperti; seni dan budaya, materi lingkungan, sket panorama, pengetahuan umum dan lain-lain. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter generasi muda agar menjadi genersi yang handal.

Sementara Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Kwarcab Denpasar Lanang Jelantik mengatakan, pramuka memiliki peranan yang sangat strategis dalam membentuk karakter bangsa. Untuk itu gerakan pramuka harus terus didorong agar mampu meningkatkan kontribusinya dalam perannya membentuk karakter generasi muda agar menjadi generasi yang handal dan tangguh dimasa depan. Perkembangan dunia yang makin mengglobal saat ini banyak berpengaruh terhadap sifat dan prilaku generasi muda. Seperti gejala makin lunturnya semangat dan rasa kebersamaan yang dapat dilihat dari rendahnya solidaritas sosial, menipisnya semangat bela negara, menurunnya akhlak dan budi pekerti serta makin kurangnya pemahaman terhadap sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa. Untuk itu kegiatan kepramukaan ini sangatlah penting dalam rangka penerapan pendidikan karakter yang sedang dalam proses sosialisasi dan masuk dalam silabus pembelajaran. Oleh karena itu Walikota minta kepada seluruh peserta agar kegiatan ini diikuti dengan sungguh-sungguh sehingga pengalaman yang berharga ini dapat ditularkan ke rekan atau teman disekolah. Disamping itu kegiatan ini menjadi penting artinya bagi Kota Denpasar mengingat Denpasar dipilih menjadi salah satu model pendidikan karakter secara Nasional. Kegiatan pembukaan jambore kemarin juga dimeriahkan dengan senam ria dan karnafal masing-masing kelompok peserta.

Wabup Sudikerta Buka Kompetisi Uluwatu CUP IV 2011

 

Mangupura(Metrobali)-

Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Sudikerta, Minggu (30/10) kemarin secara resmi membuka kejuaraan/kompetisi sepakbola Uluwatu CUP IV tahun 2011 di Lapangan Beji Mandala Desa Pecatu, Kuta Selatan. Pembukaan kompetisi yang diikuti 12 club tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Badung diwakili anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung I Made Sumerta, Ketut Suiasa selaku wakil ketua fraksi golkar DPRD Badung, Camat Kuta Selatan I Wayan Wijana, Perbekel Pecatu serta tokoh-tokoh masyarakat Desa Pecatu.

Pada kesempatan tersebut Wabup Sudikerta mengatakan, sangat mendukung kegiatan kompetisi Uluwatu CUP ini. Kegiatan ini dinilai sangat positif dalam rangka menjaring bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat dibina untuk kompetisi yang lebih tinggi. Selain itu kegiatan ini juga positif, karena generasi muda dapat terhindar dari hal-hal yang negatif seperti pergaulan bebas dan terjerumus kedalam penggunaan obat-obatan terlarang atau narkoba serta miras. “Kami Pemerintah Kabupaten Badung sangat mendukung kompetisi ini, kami harapkan kompetisi ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan,” imbuh Sudikerta

Pada kesempatan itu pula Wabup Sudikerta menyerahkan bantuan untuk mendukung jalannya kompetisi sebesar Rp. 15 juta yang diterima ketua panitia I Nyoman Watra. Sementara itu Made Sumerta mewakili DPRD Badung membantu Rp. 5 juta dan secara pribadi Made Sumarta dan Ketut Suiasa membantu masing-masing Rp. 1 juta. Selain itu Sudikerta juga membantu pakaian tim sepakbola kepada 12 club. Secarapribadi Sudikerta juga menyerahkan bantuan sebesar Rp. 10 juta kepada sekaa beleganjur Br. Adat Kauh Pecatu.

Pembukaan Posyandu Paripurna Balita dan Lansia di Badung

 

Mangupura(Metrobali)-

Pembukaan Posyandu Paripurna Balita dan Lansia yang dirangkaikan dengan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Tahun 2011. Acara yang dilaksanakan di Balai Banjar Ancak Kelurahan Benoa Kuta Selatan dibuka Wakil Bupati Badung I Ketut Sudikerta. Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Badung Ny. Ratna Gde Agung, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Badung Ny. Kompyang R Swandika, Ketua Penggerak PKK Prov. Bali yang diwakili A.A Istri Meini, Anggota Dewan I Made Retha , SH, Camat Kuta Selatan, Lurah Benoa, Pejabat terkait di Lingkungan Pemkab Badung.

Pada kesempatan tersebut Bupati Badung dalam sambutan yang dibacakan oleh Ketut Sudikerta mengatakan pembangunan kesehatan merupakan salah satu prioritas pembangunan yang mendapatkan perhatian cukup besar dari Pemerintah Kab. Badung. Posyandu satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Sehingga diharapkan angka kematian ibu dan bayi dapat menurun dan meningkatnya derajat kesehatan para lansia.. Pemerintah bersinergi dengan tim penggerak PKK konsisten untuk melaksanakan kegiatan Posyandu Balita dan Lansia dari tingkat Provinsi, Kabupaten, Kecamatan hingga ke Desa-desa

Lebih lanjut Sudikerta mengatakan Program KB merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mengatur jumlah kelahiran guna mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera yang juga merupakan suatu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan para ibu dan balita

Dalam Laporan Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Ratna Gde Agung mengatakan Kegiatan Posyandu diharapkan dapat dilakukan secara efektif dan efisien serta dapat menjangkau semua sasaran yang membutuhkan layanan tumbuh kembang anak, ibu hamil, ibu menyusui dan ibu nifas sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan kesehatan masyarakat.

Nyonya Ratna lebih lanjut mengatakan Posyandu Paripurna di Kab. Badung dilasksanakan di 12 lokasi yang dilaksanakan selama 90 hari dari tanggal 22 september sampai 19 Desember dengan jumlah sasaran kegiatan balita berjumlah 587 orang, ibu hamil 51 orang, ibu menyusui 163 orang serta lansia berjumlah 600 orang.

Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Bali yang diwakili Nyonya A.A Istri Meini mengatakan Tim Penggerak PKK Prov. Bali adalah mitra kerja pemerintah dan sebagai organisasi kemasyarakatan yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing-masing jenjang sejak tahun 1981 telah melaksanakan Progrm Posyandu Paripurna Balita dan Lansia di 9 Desa/Kelurahan di wilayah Kabupaten/Kota se-Bali.

Bersamaan dengan pembukaan Posyandu Paripurna Balita dan Lansia ini dilaksanakan pula pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Tahun 2011 yang mengambil tema ”Melalui Langkah Nyata Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Kita Tingkatkan Pelayanan KB-Kesehatan Berkualitas”.

Kantor Lurah Kapal “Dipelaspas”


Mangupura(Metrobali.com)-

Setelah rampungnya pembangunan Kantor Lurah Kapal Kecamatan Mengwi pada  senin (31/10) kemarin, dilakukan Upacara melaspas yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika,SH,MH didampingi anggota DPRD Badung I Nyoman Yasa, Camat Mengwi IB. Oka Dirga, Lurah Kapal Putu Sugiarta, Bendesa Adat AA. Gede Dharmayasa serta tokoh masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut Kompyang R. Swandika dalam sambutannya menyampaikan, dengan dipelaspasnya kantor Lurah Kapal yang baru dapat memberikan pelayanan yang prima dan terbaik kepada masyarakat. Dengan peningkatan pelayananan ini diharapkan dapat meningkatkan percepatan ekonomi masyarakat sehingga dapat berjalan lancar, disamping itu dapat meningkatkan nilai guna bagi masyarakat.

Sementara Lurah Kapal Putu Sugiarta melaporkan, latar belakang pembangunan kantor Lurah Kapal diawali dengan usulan dari masyarakat yang tertuang dalam musrenbang kelurahan. Usulan ini berdasarkan cita-cita masyarakat Kapal untuk mewujudkan kawasan pusat pemerintahan adat dan dinas dalam satu kawasan, disamping karena kondisi kantor Lurah Kapal tidak mencukupi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan administrasi kepada masyarakat serta sering terkena banjir.

Pengelola LPD Harus Optimal Wujudkan Kepercayaan

 

Mangupura(Metrobali.com)-

Dalam upaya untuk mendorong dan memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan yang terjadi khususnya yang berkaitan dengan keberadaan lembaga tradisional dengan berbagai terobosan yang mengarah pada perkembangan guna mempertahankan eksistensinya secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Bagian Administrasi Perekonomian Sekretariat Kabupaten Badung mengadakan Rapat Koordinasi LPD se- Kabupaten Badung bertempat di Ruang Pertemuan Kerta Gosana Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung Senin (31/10) kemarin. Hadir dalam acara tersebut Bupati Badung yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan sekaligus selaku Ketua Pembina LPD se- Kabupaten Badung Ir. Dewa Made Apramana,M.M, Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Prov. Bali, Kepala Bagian terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Camat se-Kabupaten Badung, serta Kepala LPD se- Kabupaten Badung.

Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan Dewa Made Apramana mengatakan secara konseptual pemerintah memprakarsai pembentukan LPD dengan tujuan memberdayakan desa adat sebagai penyangga dalam melestarikan adat dan budaya yang menjadi pilar pokok dalam membertahankan Bali dan pariwisata yang berbasis budaya. “Manfaat LPD sebagai salah satu lembaga keuangan milik desa adat cukup tinggi karena diyakini dan disadari secara langsung maupun tidak langsung memberikan manfaat dalam proses pembangunan di pedesaan,”katanya.

Lebih lanjut dikatakan, keberhasilan suatu LPD dalam mengelola usaha tidak semata-mata dilihat dari total asset atau besarnya laba yang diperoleh, disamping itu dukungan fasilitas kantor yang representative sangat memberikan dampak yang positif dalam memompa dan membangkitkan kepercayaan masyarakat.

Bupati meminta kepada jajaran pengelola LPD hendaknya lebih optimal dalam mewujudkan kepercayaan terhadap LPD sehingga LPD tetap menjadi primadona lembaga keuangan mikro di pedesaan dan berharap melalui rapat koordinasi ini akan lahir inovasi-inovasi baru dan sebagai media menyamakan persepsi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul dalam rangka memajukan LPD khususnya di Kabupaten Badung.

Sementara Kabag. Administrasi Perekonomian Setda Badung Drh. I Ketut Sudarsana, MMA dalam laporannya melaporkan jumlah peserta dalam Rapat koordinasi sebanyak 122 Kepala LPD se- Badung. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung dalam memediasi, memotivasi dan meningktakan kerjasama antar LPD dalam menyikapi dinamika perkembangan di balik persaingan yang semakin ketat.

Seminar Tentang Remaja dan Permasalahannya

Mangupura(Metrobali.com)-


Dalam rangka menyongsong HUT Mangupura yang ke-2 Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera bekerjasama dengan PIK ( Pusat Informasi dan Konsultasi ) Remaja Bina Dwi Sentana Kabupaten Badung menyelenggarakan Seminar  tentang Remaja dan Permasalahannya. Seminar seharí yang diikuti perwakilan siswa dan siswi SMA se-Kabupaten Badung yang memiliki PIK serta Mahasiswa dari ilmu Kebidanan ini, dibuka Kepala Bidang KB Kabupaten Badung Ni Putu Rianingsih,SE,M.Si, bertempat di Wantilan Kantor DPRD Badung. Senen (31/10).

Pada desempatan tersebut Kapala bidang KB Kabupaten Badung Ni Putu Rianingsih,SE,M.Si menyampaikan, Seminar ini diselenggarakan dalam rangka menyongsong HUT Mangupura yang ke-2 dengan mengambil tema “ Seks Tabu Remaja dan Permasalahannya “ dengan Narasumber dr.Pramesemara S,Ked Staf Bagian Andrologi dan Sosiologi FK Unud dan Koordinator Klinik Remaja Kisara Daerah Bali.

Lebih lanjut Rianingsih menyampaikan, bagi siswa-siswi yang mengikuti seminar ini agar dapat mengikuti dengan baik yang nantinya dapat bermanfaat untuk kehidupan di masa yang akan datang, dengan menyongsong remaja untuk menjadi dewasa dan akan menikah nanti, sehingga dapat berguna bagi bangsa, negara dan masyarakat. Setelah mengikuti Seminar ini diharapkan bisa melakukan suatu konsling kepada teman-teman di Sekolah masing-masing agar ilmu yang diperoleh melalui Seminar dapat diimplementasikan baik di Sekolah maupun di masyarakat.

Parade Gong Kebyar Dan Kesenian Klasik Kota Denpasar Berakhir

Denpasar (Metrobali.com)-

Setelah hampir sebulan digelar, Parade Gong Kebyar Dan Kesenian Klasik yang melibatkan 60 Sekeha Gong yang ada di Kota Denpasar akhirnya berakhir. Penutupan ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada sekeha yang berhasil tampil terbaik oleh Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra didampingi Sekda Rai Iswara, Kadis Kebudayaan Md. Mudra dan disaksikan undangan lainnya, Minggu (30/10) di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung.    

Dalam laporannya Mudra mengatakan, tingginya animo masyarakat kota Denpasar dalam berkesenian tidak terlepas dari upaya kerja keras dan sungguh-sungguh semua pihak. Pemerintah selaku fasilitator yang terus memberi ruang dan kesempatan kepada masyarakat dan para seniman disamping bentuk bantuan lainnya, dukungan pihak swasta dan yang tidak kalah penting lagi adalah dukungan para orang tua, katanya. Kegiatan parade yang melibatkan ibu-ibu, remaja dan anak-anak yang rutin digelar setiap tahun menjadi lebih spesial tatkala Anak-Anak TK ikut tampil menunjukkan kebolehannya. Sungguh diluar dugaan penampilan merekapun tidak kalah dengan kakak-kakaknya, berani, lugas, ceria dengan tidak lupa mengumbar senyum dan disiplin. Sampai-sampai Walikota IB Rai D. Mantra beserta seluruh jajarannya yang ikut langsung menyaksikan penampilan mereka geleng-geleng kepala kagum atas apa yang ditampilkan bahkan Walikota berpesan agar tahun depan mereka terus dilibatkan. Selain masyarakat merasa terhibur, event ini juga berdampak kepada para pedagang disekitar Lapangan Puputan mereka ikut kecipratan rejeki. Seperti dituturkan Bu Wayan seorang pedagang tipat sate yang mangkal di Timur Lapangan, dirinya mengatakan bersyukur terus ada kegiatan di Puputan Badung. Dengan modal berdagang tipat sate dirinya mampu menghidupi keluarga yang kini memiliki dua orang anak yang masih sekolah. Lain pula dengan Heru seorang fotografer keliling, dirinya juga merasa diuntungkan dengan banyaknya event di Kota Denpasar. Selain memperoleh kesempatan memperdalam tehnik foto dia juga kecipratan rejeki dari hasil jepretannya yang perlembar bisa dijual 5 hingga 10 ribu rupiah, ujarnya. Dari 60 peserta yang ikut serta 12 diantaranya terpilih sebagai group yang berpenampilan terbaik yaitu 4 untuk Sekeha Gong Wanita dan 8 untuk Sekeha Gong Anak-Anak. Disamping itu seluruh peserta juga diberikan piagam pengharagaan oleh Walikota Denpasar. Dari keseluruhan penampilan, Komang Astita seorang pengamat seni mengatakan secara kualitas penampilan mereka terus mengalami peningkatan seperti; tehnik, ekspresi, dinamisasi, harmonisasi dan kerjasama. Kedepan dirinya berharap kepada para pembina agar terus memunculkan bibit-bibit baru termasuk tari dan tabuh. Diakhir acara penonton juga disuguhi kesenian klasik wayang wong dari Banjar Pekandelan Desa Sanur Kauh Denpasar Selatan. (Sdn.Hms.Dps.).

Kajari Gianyar Panggil PNS Kasus Pungli BKD

Gianyar (Metrobali.com)

Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar, Anita Asterida, mengaku telah memanggil para pegawai negeri sipil (PNS)  terkait kasus pungutan liar di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat.

“Kami telah meminta keterangan terkait kebenaran pungutan kepengurusan CPNS oleh BKD,” kata Anita di Gianyar, Bali, Jumat.

Menurut dia, kasus itu sudah lama. Namun, kebenaran itu masih simpang-siur. Makanya, saat ini pihaknya mencari kebenaran tersebut.

Kendati sudah dilakukan pemanggilan beberapa PNS, namun pihaknya belum bisa menetapkan para tersangkanya hingga kini.

Sebelumnya, puluhan pegawai honorer Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Gianyar mendatangi Kantor Bagian Hukum setempat.

Saat dimintai keterangan, beberapa pegawai memilih bungkam. Bahkan ketika hendak diambil gambarnya, mereka berusaha kabur.

Kabag Hukum Pemkab Gianyar, Ida Ayu Tirta, menyebutkan, mereka tengah menunggu surat dari atasannya. Surat tersebut untuk menanggapi pemanggilan Kajari atas masalah pungli pengurusan SK CPNS bagi tenaga honorer.(ant)

“Gelorakan Semangat Sumpah Pemuda” Lewat Pembangunan Perdesaan di Bali

Denpasar (Metrobali.com)-

Delapan puluh tiga tahun lalu semangat pemuda untuk mengelorakan persatuan dan kesatuan bangsa telah menjadi cacatan sejarah tersendiri. Peristiwa itu dikenal dengan Hari Sumpah Pemuda.

Hari ini jumat, 28 Oktober 2012, serangkaian peringkatan Hari Sumpah Pemuda, Pemerintah Provinsi Bali dalam hal ini Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (KPMDPD) Bali bekerjasama dengan Jajaran Konsultan Manajemen Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Bali, menggelar Jambore dengan  tema “Jambore UPK PNPM Mandiri Perdesaan Dijiwai Semangat Sumpah Pemuda Sebagai Motivasi Pembangunan Ekonomi Perdesaan,” bertempat di halaman TVRI Bali, jalan Cok Agung Tresna Denpasar.

Menurut Wayan Merta, ST, Koordinator Konsultan Manajemen (RMC IV) PNPM Mandiri Perdesaan Bali yang dijumpai oleh wartawan  Metro Bali pagi tadi mengatakan, “Jambore dibuka oleh Ketua Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPM PD) Bali, Putu Astawa, mewakili Gubernur Bali. Pada kesempatan yang sama hadir pula Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan (UKP2K), Bapak AS. Dillon, didampingi oleh Direktur Pengembangan Kelembagaan PMD Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Bapak  Nuryanto, “katanya.

Pelaksanaan jambore di isi dengan pameran yang bertujuan untuk mensosialisasi kemajuan program pembangunan perdesaan yang telah berjalan selama ini, sekaligus sebagai promosi produk lokal dan  interkoneksi antara masyarakat pemanfaat PNPM Mandiri Perdesaan  dengan berbagai pihak,  seperti kalangan perbankan, BUMN dan pihak terkait lainnya. “Kali ini merupakan pelaksanaan yang ketiga, sebelumnya pernah dilaksanakan di Jawa Tengah dan NTB,” imbuh Wayan Merta.

“Intinya semangat Sumpah Pemuda diharapkan dapat menjadi spirit dalam proses pembangun di wilayah perdesaan di Bali,” tandas Nyoman Merta, yang juga alumnus Fakultas Teknik Universitas Warmadewa Denpasar, yang sudah sempat keliling Indonesia sebagai konsultan pembangunan perdesaan.

Jambore diikuti oleh peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Bali. Sebagian besar berasal dari masyarakat atau kelompok pemanfaat PNPM Mandiri Perdesaan. Jambore dilaksanakan sejak Kamis 27 Oktober 2011, dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti lomba mewarnai anak-anak, kesenian. malam renungan dan workshop. Malam renungan yang berlangsung jumat malam, di isi dharma wacana dengan tema; “Membangun Mentalitas Kerja dengan Mengimplementasikan Catur Marga” yang dibawakan oleh Ketut Wiana, PHDI Pusat.  Jambore akan berlangsung hingga Sabtu, 29 Oktober 2011. (MN)

Golkar Partai Pertama Punya Capres

Jakarta (Metrobali.com)-
Golkar menjadi partai pertama yang telah menetapkan nama Calon Presiden (Capres) untuk tarung Pilpres 2014. Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie alias Ical diputuskan menjadi Capres 2014 melalui Rapimnas di Jakarta, 26-28 Oktober 2011. Pencalonan Ical sebagai Capres 2014 tanpa melalui proses Konvensi ini dinilai sebagai upaya tes pasar bagi Golkar.

Seluruh 33 DPD I Golkar se-Indonesia mengucapkan deklarasi dukungan kepada Ical sebagai Capres 2014, melalui Rapimnas di Jakarta. Deklarasi usung Ical ini dibacakan Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae.

“Kami bersepakat mencalonkan Aburizal Bakrie sebagai Capres 2014-2019, ditandatangani 33 DPD I Golkar se-Indonesia. Semoga Allah SWT merestui. Amien,” ujar Ridwan Rae yang selanjutnya menyerahkan pigura berisi logo 33 DPD I Golkar dalam Rapimnas di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis (27/10). Kendati sudah diputuskan untuk diusung ke Pilpres 2014, namun deklarasi pencapresan Ical baru akan dilakukan Golkar dalam Rapimnas 2012 mendatang. Ical sendiri menyambut dukungan itu dengan lapang dada. Artinya, Ical yang selama ini tak kunjung memberikan respons atas pencalonannya, menyatakan bersedia jadi Capres dan siap tarung di Pilpres 2014.

“Saya tidak menolak dicalonkan. Deklarasi akan kita lakukan pada Rapimnas Golkar 2012 mendatang,” ujar Ical dalam pidato tanggapan atas pencalonannya di arena Rapimnas Golkar, Kamis kemarin. Pernyataan siap dari Ical, sontak disambut gempita kader Golkar. “Hidup Pak Ical,” teriak mereka sembari tepuk tangan. Dengan bulatnya kesepakatan mengusungnya sebagai Capres 2014, Ical meminta seluruh 33 DPD I Golkar se-Indonesia untuk meningkatkan konsolidasi, sosialisasi, dan kaderisasi. Ical berharap nantinya elektabilitas yang diperoleh Golkar melebihi angka 25 persen, sedangkan angka elektabilitas Capres-nya tembus hingga 20 persen.

“Itulah soal agenda partai kita hingga 2014. Target Rapimnas III pada 2012 sebagai momentum penting. Kita tidak lagi membahas dan melihat siapa yang menjadi Capres, tapi apakah elektabilitas yang bisa dicapai partai kita memungkinkan memenangkan Pilpres?” tandas Ical yang juga mantan Menko Kesra. Dengan diusungnya Ical ke Pilpres 2014, maka Golkar menjadi satu-satunya partai yang telah memiliki Capres. Sedangkan partai besar lainnya seperti PDIP dan Demokrat, masih sebatas wacana. PDIP masih berkutat dengan polemik internal antara kembali mengusung Ketua Umum DPP Megawati atau putrinya, Puan Maharani (Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga DPP PDIP) sebagai Capres 2014.

Ketua Deperpu PDIP, Taufiq Kiemas yang notabene suami dari Megawati, meminta istrinya minggir alias tidak maju lagi sebagai Capres ke Pilpres 2014 dengan dalih sudah terlalu uzur. Taufiq Kiemas pilih menyodorkan putrinya, Puan Maharani, sebagai Capres 2014. Tapi, gagasan Taufiq Kiemas ditentang para elite PDIP, karena mereka melihat belum ada figur di internal partainya yang mampu menandingi ketokohan Megawati.

Sedangkan kubu Demokrat, sejauh ini belum memiliki figur yang pasti akan diusung sebagai Capres 2014 pasca lengsernya Ketua Dewan Pembina mereka, Presiden SBY. Wacana yang berkembang, ada sederet figur yang dielus-elus Demokrat sebagai kandidat Capres 2014. Mereka, antara lain, Ani Yudhoyono (kader Demokrat yang istri SBY), Djoko Suyanto (kader Demokrat yang kini Menko Polhukam), Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo (adik Ani Yudhoyono yang kinimenjabat KSAD), hingga Anas Urbaningrum (Ketua Umum DPP Demokrat).

Sejumlah partai menengah memang sudah memiliki figur Capres 2014, seperti Gerindra yang menjagokan Prabowo Subianto dan PAN yang menjagokan Hatta Rajasa. Namun masalahnya, Gerindra dan PAN belum tentu nanti memenuhi syarat untuk mengusung Capres berdasarkan hasil suara mereka hasil Pileg 2014 mendatang. Sedangkan trio Golkar, Demokrat, dan PDIP hampir dipastikan akan meraih suara signifikan untuk bisa mengusung Capres 2014. Fenomena yang terjadi di Golkar ini berbeda dari tradisi sebelumnya. Selama ini, Golkar selalu polih menentukan Capres pada saat-saat akhir untuk tarung Pilpres. Golkar biasanya memilih Capres melalui mekanisme Konvensi (yang melibatkan figur non kader) untuk menjaring Capres. Itu pun, Capres dari Golkar biasanya lahir setelah partai lain menetapkan figur Capres.

Dalam analisis kalangan pengamat, Golkar ngebut mencalonkan Ical lebih awal menjadi Capres 2014, sebagai upaya tes pasar. “Saya kira ini strategi test market dengan mempercepat pemasaran Capres dari Golkar. Dengan pengumuman Capres sejak dini, Golkar bisa ancang-ancang maksimal dengan melihat respons publik,” ujar pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Andi Syafrani, kepada detikcom di Jakarta, Kamis kemarin. “Saya rasa ini antisipatif untuk memberi waktu lebih panjang dan longgar hingga jelang 2014,” imbuhnya. Andi melihat, belakangan ada beberapa mekanisme yang berubah di Golkar dalam penjaringan Capres maupun Calon Kepala Daerah. Survei menjadi instrumen baru untuk mengetahui seberapa besar dukungan kalangan internal kepada sosok yang akan diusung. “Mungkin karena mereka (Golkar) merasa model seperti ini jauh lebih cepat,” tandas Andi.

Kendati mengumumkan Capres cepat-cepat, menurut Andi, Golkar dilihat bermain aman. Maksudnya, Golkar tidak tampak sedang memainkan peran sebagai anak nakal. Golkar seolah membedakan benar ranah kerja pemerintah dengan ranah lainnya.

“Golkar meminta para menterinya di kabinet fokus pada pekerjaannya, apalagi setelah reshuffle. Ical di-Capres-kan cepat dengan argumen SBY tidak bisa jadi Capres lagi. Dengan menteri kerja all out dan SBY tidak akan maju lagi, dilihat sebagai argumen yang aman, tidak akan menciptakan konflik,” papar alumnus Victoria University Melbourne, Australia ini. Ditambahkan Andi, dengan strategi tes pasar jauh sebelum Pilpres 2014, maka Golkar akan cepat mendapatkan respons, sehingga Partai Beringin cepat pula membangun sistem untuk fokus pada satu tujuan. “Negatifnya, biaya politik akan jauh lebih besar karena yang biasanya untuk 1 tahun, jadi disiapkan untuk 3 tahun. Kalau respons negatif, memang akan sia-sia karena menyangkut figur, tapi bisa cepat direspons dengan ajukan calon baru dan tahu sosok apa yang disukai (rakyat),” bebernya.

Sementara itu, Golkar dituding alami kemunduran dengan proses pen-Capres-an Ical yang tanpa melalui Konvensi. Padahal, Golkar begitu maju ketika jelang Pilpres 2004 mereka berani mengusung Wiranto yang sama sekali bukan kader struktural sebagai Capres, setelah mantan Panglima TNI itu terpilih melalui Konvensi—dengan mengalahkan Ketua Umum DPP Golkar Akbar Tandjung. “Kalau dilihat dari prosesnya, Golkar terlihat sangat mundur. Padahal, dulunya Golkar ini bisa menjadi rujukan partai lain yang memberi peluang lahirnya demokratisasi,” kritik Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, Kamis kemarin.

Titi mengatakan, jika Konvensi digelar, memang tidak ada jaminan seorang Ketua Umum DPP Golkar bisa lolos jadi Capres. Namun, dengan model Konvensi, Golkar dinilai cukup berhasil membangun konsolidasi dan soliditas politik internal, meskipun Wiranto akhirnya kalah juga di Pilpres 2004. “Dengan Konvensi, calon diuji. Ini bukan soal struktur di internal, tapi juga bisa memberi ruang yang qualified,” jelas Titi.

Titi menilai, Ical ingin mencari aman sehingga pencalonannya tanpa melalui Konvensi. “Kita menduga, tanpa Konvensi seolah ingin mengamankan sosok nomor satu yang merupakan Ketua Umum. Mereka berpikir, masa orang nomor satu tidak jadi kandidat Presiden? Pada 2009 juga penuh tarik ulur ini,” lanjut Titi. Titik mengatakan ada tiga kemungkinan, kenapa Golkar hapus Konvensi untuk menjaring Capres 2014. Pertama, karena dominasi Ical yang terlalu besar, sehingga untuk membangun kompetisi tidak terlalu besar. Kedua, khawatir fenomena 2004 akan terjadi di mana Wiranto yang maju sebagai Capres, bukannya Akbar Tandjung. Ketiga, jangan-jangan tidak ada sosok yang bisa dijual Golkar. “Dijual maksudnya bukan hanya dalam konteks popularitas, tapi juga modal,” katanya. Analisis senada juga disampaikan pengamat politik UI, Andrinov Chaniago. Dia menilai Ical takut malu jika kalah saat ikut Konvensi, sehingga model penjarinan figur Capres yang cukup demokratis ini dihapus. “Ya, tentu ada unsur ketakutannya, lebih takut malu. Kalau seandainya kalah, kan malu sebagai seorang Ketua Umum kok kalah,” jelas Andrinov.

Seharusnya, lanjut Andrinov, Ical jangan terlihat menolak mentah-mentah Konvensi. Dengan tetap melakukan Konvensi, toh keputusan akhir tetap diputuskan melalui Ical sebagai Ketua Umum Golkar. “Lebih baik melakukan Konvensi yang tidak murni persaingan, seperti Konvensi diputuskan melalui voting,” tandas Andrinov.

Pihak Golkar sendiri membela diri atas tohokan kalangan pengamat. Golkar menyatakan, penetapan Ical sebagai Capres 2014 sudah melalui prosedur demokratis, berdasarkan arus dari bawah. “Tanpa Konvensi pun, Golkar sudah paling demokratis. Jadi, apa yang disampaikan pengamat tentang Konvensi semata-mata ketidaktahuannya tentang Partai Golkar,” ujar Wakil Sekjen DPP Golkar, Lalu Mara, Kamis kemarin.

 

 

 

UTSAWA DHARMA GITA KOTA DENPASAR BERAKHIR: Densel Pertahankan Juara Umum

Denpasar (Metrobali.com)-

Setelah berlangsung selama tiga hari, Utsawa Dharma Gita Kota Denpasar 2011 akhirnya berakhir. Melalui persaingan yang sangat ketat Kecamatan Denpasar Selatan akhirnya keluar sebagai juara umum dengan perolehan medali sebanyak 8 mas, 5 perak, 5 perunggu dan berhak atas Piala Bergilir Walikota Denpasar. Demikian terungkap saat Kadis Kebudayaan Drs. Md. Mudra.M.Si menutup lomba tersebut, Rabu (26/10) di wantilan Desa Peguyangan Kaja Denpasar Utara.

 Secara kualitas helatan Utsawa Dharma Gita kali ini mengalami peningkatan terbukti masing-masing Kecamatan mampu melakukan perlawanan ketat dengan perolehan medali hampir merata disetiap cabang. Berbeda dengan tahun kemarin dimana Kecamatan Denpasar Selatan hampir mendominasi perolehan medali. Keadaan ini tentu tidak terlepas dari peran Pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan yang terus berupaya memberi kesempatan melalui event-event sejenis baik tingkat sekolah maupun umum. Disamping peran para pembina yang ada di masing-masing Kecamatan serta para orang tua sendiri. Menurut salah seorang pembina Anom Ranuara, gempuran arus modernisasi yang begitu kuat menjadi salah satu penyebab sulitnya mencari bibit-bibit baru.

Coba saja lihat kalau ada lomba band atau lomba fusion atau yang sejenis peserta pasti membludak. Tapi ketika ada lomba mekidung atau mecepat seperti sekarang ini peserta bisa dihitung dengan jari. Dibalik keprihatinannya tersebut dirinya juga bersyukur, dengan rutinnya digelar event seni budaya yang bersifat lokal jenius oleh Pemerintah Kota Denpasar mudah-mudahan makin menggugah hati masyarakat terutama para generasi muda untuk mau menekuni seni warisan leluhur yang adi luhung ini. “Kalau tidak kita yang melestarikan siapa lagi” ucapnya. S

ementara salah seorang juri cabang Palawakya IB Putra mengatakan secara umum penampilan peserta rata-rata cukup baik. Namun masih perlu ditingkatkan terutama unsur penjiwaan karena ini sangat menentukan dalam memberi artikulasi terhadap anggah-ungguh basa, lagu, irama gending maupun onek-onek (cengkok). Jadi secara garis besar ada tiga unsur yang menjadi titik penilaian diantaranya vokal, musikalitas dan penampilan. Berdasarkan banyaknya perolehan medali akhirnya Denpasar Selatan masih tetap menjadi yang terbaik sebagai juara umum I disusul Kecamatan Dentim 5 mas, 5 perak, 7 perunggu, Denbar 4 mas, 8 perak, 5 perunggu dan Denut sebagai juru kunci dengan 4 mas, 3 perak, 4 perunggu. Selain piala bergilir untuk Kecamatan masing-masing pemenang juga berhak atas piagam  dan piala. (Sdn.Hms.Dps.).          

 

Kontes Anjing Meriahkan Pekan Flori Flora Nasional 2011

Denpasar (Metrobali.com)-

Event flori flora berskala Nasional yang segera digelar di kawasan Matahari Terbit akan dimeriahkan pula oleh kontes anjing ras Kintamani. Ratusan anjing Kintamani akan mempertontonkan kebolehannya menari, fusion hingga kecerdikaannya dalam mentaati perintah. Demikian dikatakan Ir. Gd. Ambara Putra Kadis Pertanian Tanaman Pangan Dan Holtikultura Kota Denpasar saat beraudensi dengan Walikota IB Rai D. Mantra. Turut menemani Ketua PERKIN Wijaya Putra dengan beberapa anggotanya dan Humas Setda kota Denpasar, Kamis (27/10).

Dikatakan, Dipilihnya Denpasar sebagai tempat kontes mengingat Denpasar paling banyak populasi anjingnya. Jadi tidak salah kalau Kota Denpasar dijadikan tempat untuk mengorbitkan kembali ras anjing Kintamani sebagai salah satu kekayaan daerah melalui event Nasional ini. Ditambahkan Ambara, jenis anjing yang dilombakan adalah jenis All Breed Spesial Kintamani seperti; mini pincher, doberman, rottweiler, german sherpherd, great dane, kintamani, golden dan lain-lain dengan klasemen baby (3-6 bln), puppy A (6-9 bln), puppy B (9-12 bln), junior (9-18 bln), intermediate (15-24 bln), open (15 bln keatas), working (khusus rottweiller), champion (15 bln keatas), veteran (8 tahun keatas). Disamping menilai anatomi/fisik anjing panitia juga menilai hal-hal lain seperti; ketangkasan, kemampuan makan dan fushion. Jadi bagi masyarakat yang ingin mengikuti kontes diharapkan segera mendaftar ke Kantor Perkin Wilayah Bali Jalan Tukad Irawadi 18 Denpasar atau via telepon nomor 0361 255607. Melalui Kontes Anjing Sehat Denpasar 2011 yang rencananya digelar tanggal 20 Nopember 2011 mampu mengurangi kasus –kasus penyakit rabies di Kota Denpasar sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap anjing khususnya ras Kintamani.  

Sementara Walikota Rai D. Mantra mengatakan menyambut baik digelarnya event ini dan mudah-mudahan Kontes ini akan mampu meningkatkan popularitas anjing Kintamani sekaligus meningkatkan nilai jual anjing ini. Kalau memungkinkan buat event ini jadi agenda tahunan Pemkot, ujar Rai Mantra. (Sdn.Hms.Dps.).          

 

Badung Gelar Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Transportasi Darat Tahun 2011

Mangupura (Metrobali.com)-

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika menggelar Kegiatan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Transportasi Darat Tahun 2011. Acara ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika I Made Sutama,SH,MH.

Sutama mengatakan maksud dan tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan di kalangan pelajar dalam rangka pembentukan karakter budaya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, serta merupakan bentuk dari sosialisasi UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu Lintas dan Angkutan, Jalan Pasal 208 ayat 1 bahwa pembina lalu lintas dan angkutan jalan bertanggung jawab membangun dan mewujudkan budaya keamanan serta keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan kepada generasi muda.

Lebih lanjut Sutama juga menjelaskan pelaksanaan kegiatan pemilihan pelajar pelopor dimaksud dilaksanakan dengan mekanisme dan tahapan yaitu tahap awal dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota selanjutnya ke tingkat provinsi dan terakhir ke tingkat nasional. Untuk Kabupaten Badung dilaksanakan pada Rabu 26 Oktober 2011.

Peserta dari kegiatan seleksi  ini pelajar tingkat SMK/SMU se-Kabupaten Badung dengan materi penilaian meliputi Karya Tulis dan Pengetahuan di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dari jumlah peserta yang mengikuti seleksi akan dipilih tiga peserta dengan pencapaian nilai terbaik untuk mewakili Badung ke tingkat provinsi yang akan dilaksanakan sekitar November 2011.

Terkait Penerapan KPE: Bupati/Walikota se-Bali Tandatangani MoU

Mangupura (Metrobali.com)-

Guna menindaklanjuti kerjasama dan kesepakatan yang telah dilakukan Badan Kepegawaian Negara (BKN) – Pemerintah Provinsi Bali dengan PT Bank BPD Bali mengenai Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik (KPE), maka diadakan penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama antara Bupati/Walikota se-Bali dengan Bank BPD Bali, serta peluncuran Kartu PNS Elektronik (KPE) Kamis (27/10) bertempat di ruang pertemuan Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Bali diwakili Karo Organisai Pemprov. Bali Drs. Dewa Made Indra, M.Si, Jajaran BKN, Bupati/Walikota se-Bali, Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Kepala Bagian Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota se-Bali, Jajaran Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Dewan Komisaris BPD Bali, seluruh SKPD dan Pegawai Pemkab. Badung.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh seluruh Bupati/Walikota se-Bali di saksikan oleh Gubernur Bali didampingi Ketua Asbanda dan Dewan Komisaris BPD Bali. KPE diserahkan secara simbolis kepada Sekda Kabupaten Badung dan Sekretaris Kota Denpasar.

Dalam sambutannya Gubernur Bali mengharapkan Pemerintah Kabupaten/Walikota seluruhnya dapat menerapkan KPE dilingkungannya masing-masing dan memanfaatkan semua fasilitas yang terdapat di KPE tersebut.

Bupati Badung A.A. Gde Agung sebagai tuan rumah dalam peluncuran ini turut mengharapkan terwujudnya KPE ini akan dapat memudahkan bagi PNS untuk memperoleh pelayanan kesehatan, tabungan perumahan termasuk layanan Taspen, juga diharapkan melalui KPE ini bisa mendapatkan layanan transaksi Perbankan, baik itu penggajian dan transaksi lainnya. Lebih lanjut Gde Agung menyampaikan dengan KPE ini semua PNS dapat dengan mudah memperoleh informasi tentang kepegawaian secara cepat, akurat, lengkap dan terkini, sehingga sistem administrasi pemerintah bisa lebih profesional, khususnya dalam urusan pengembangan karier berdasarkan prestasi dan kompetensi.

Sementara itu Direktur Utama Bank BPD Bali I Wayan Sudja menjelaskan KPE merupakan kartu identitas PNS yang memuat data PNS dan keluarganya secara elektronik. Kartu ini diberikan kepada setiap PNS dan tetap berlaku setelah PNS yang bersangkutan pensiun. KPE tambahan diberikan kepada suami/istri dan anak dari penerima pensiun PNS. Pemanfaatan KPE dapat digunakan sebagai pengganti Kartu Pegawai (Karpeg), Pengganti Kartu Kuning (Askes), Pengganti Kartu Pensiun (Taspen), sebagai kartu layanan Taperum (Bapertarum) juga dapat digunakan sebagai penghitung gaji dan belanja pegawai serta KPE dapat dikembangkan untuk fasilitas layanan lainnya seperti parkir, Presensi, Akses Kontrol dan pembayaran listrik.

Badung Gelar Upacara Pemelepeh Linuh

Mangupura (Metrobali.com)-

Pemerintah Kabupaten Badung  melaksanakan Upacara Pemelepeh Linuh yang di pusatkan di Pura Lingga Bhuwana Pusat pemerintahan Kabupaten Badung Rabu (26/10). Upacara ini dihadiri oleh Bupati Badung A.A. Gde Agung, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, PHDI Badung Nyoman Sukada, Ketua TP PKK Kab Badung Ny Ratna Gde Agung, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab Badung Ny Kompyang R Swandika dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung serta Bendesa Adat se-Badung. Upacara Pemelepeh Linuh ini di puput oleh Ida Pedanda Gede Ngurah Putra Keniten dari Griya Kediri Sangeh.

Pada kesempatan tersebut Bupati Badung AA Gde Agung melaksanakan persembahyangan bersama untuk memohon keselamatan alam beserta isinya yang berkaitan dengan terjadinya gempa (linuh) beberapa hari yang lalu.

Ketua Harian PHDI Kab Badung Nyoman Sukada menyampaikan upacara ini dilakukan berkaitan dengan telah terjadinya bencana gempa (linuh) tanggal 13 Oktober yang lalu, yang  bertujuan untuk memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang bermanifestasi sebagai Sang Hyang Ananta Boga agar melimpahkan keseimbangan alam dan kesejahteraan umat manusia. Hal ini mengandung suatu maksud bahwa adanya kejadian di Bhuana Agung (alam semesta) akan memberikan pengaruh kepada Bhuana Alit (manusia).

Lebih lanjut Nyoman Sukada menjelaskan upakara Pemelepeh Linuh ini terdiri dari upakara caru sampai tingkatan menggunakan Asu Bang Bungkem dengan kelengkapan wewalungan yang lainnya letaknya di Jaba Pura Lingga Bhuwana, di Utama Mandala Lingga Bhuana menghaturkan upakara berupa Prayascista dan tebasan Durmanggala, sedangkan Caru Panca Sata dilaksanakan di Pura Dalem masing-masing Desa Adat dan di rumah masyarakat dilaksankan Caru Sasih di masing-masing lawang/lebuh.

Setelah melaksanakan persembahyangan, para Bendesa nunas tirta yang akan dipakai untuk melaksanakan upacara di masing-masing Desa Adat di Kabupaten Badung.

 

Caption :

Gde Agung Hadiri Karya Pemelaspas di Pura Desa Lan Puseh Tumbak Bayuh Mengwi

Mangupura (Metrobali.com)-

Serangkain telah selesainya perbaikan beberapa pelinggih pura, di Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Rabu (26/10) kemarin. dilaksanakan Karya Ngenteg Linggih Wrespati Kalpa yang dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Sogsogan Cemagi dan Ida Rsi dari Griya Mas Tumbak bayuh. Hadir pada kesempatan ini Bupati Badung A.A Gde Agung, SH, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunartha beserta anggota I Gst. Ngurah Wiadnyana, Ketua Harian PHDI Badung Nyoman Sukada, Camat Mengwi I.B. Oka Dirga serta para krama masyarakat Desa Tumbak Bayuh.

Pada kesempatan ini Bupati Gde Agung bersama Wakil Ketua DPRD Badung melaksanakan mendem pedagingan pada pelinggih-pelinggih yang baru selesai diperbaiki, kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama memohon kelancaran dalam melaksanakan yadnya ini. Pada kesempatan ini pula sebagai bentuk motivasi dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Badung, Bupati Gde Agung mepunia sebesar Rp. 20 juta, dari DPRD Badung menyerahkan punia sebesar Rp. 7,5 juta dan dari persatuan Klian Adat se-Mengwi menyerahkan punia sebesar Rp. 2 juta.

Ketua Panitia I Made Jamin Yasa melaporkan, pelaksanakan pembangunan Pura Desa Lan Puseh ini dimulai sejak tahun 2007 terdiri dari pembangunan Pelinggih Basuki, Rehab Gedong Pura, Kori Agung, Meru, Bale Paselang dengan perkiraan biaya pembangunan sebesar Rp. 850 juta berasal dari punia krama dan bantuan LPD dan pemerintah Kabupaten Badung. Adapun pengempon Pura Desa Lan Puseh ini diempon oleh 666 kk dari 7 banjar adat, terkait dengan rangkaian karya pada, (27/10) dilaksanakan Melasti ke Pantai Batu Bolong, dilanjutkan (30/10) dengan puncak karya dan (2/11) karya Nyenuk, Meajar-ajar (3/11) selanjutnya nyineb pada (6/11).

Karya Memungkah Ngenteg Linggih Lan Pedudusan Alit Pura Ulun Tanjung Legian: Bupati A.A.Gde Agung TandatanganiPrasasti

Mangupura (Metrobali.com)-

Seiring dengan telah rampungnya pembangunan seluruh pelinggih di Pura Ulun Tanjung Desa Adat Legian Kec. Kuta Kab. Badung, ”Rabu (26/10) kemarin, krama Desa Adat Legian yang berjumlah kurang lebih 400 kk menggelar upacara  Karya Memungkah Ngenteg Linggih Lan Pedudusan Alit Pura Ulun Tanjung Legian. Upacara dipuput  oleh Ida Pedanda Gde Ngurah Griya Bindu Denpasar, dihadiri Bupati Badung A.A. Gde Agung,  SH didampingi DPRD Badung I Wayan Puspa Negara, Camat Kuta Drs. I Nyoman Suendi, Lurah Legian, tokoh masyarakat serta seluruh krama Desa Adat Legian.

Bupati Badung  A.A. Gde Agung yang hadir dalam upacara tersebut melakukan  persembahyangan bersama dengan seluruh krama untuk memohon keselamatan agar upacara yadnya yang dilakukan dapat berjalan lancar, aman dan tertib sesuai dengan yang diharapkan. Upacara juga ditandai dengan penadatangannan prasasti oleh Bupati.

Gde Agung merasa bangga, karena krama Desa Adat Legian telah mampu melaksanakan yadya dengan tulus iklas. Diharapkan krama tetap menjaga/memelihara kesucian pura, rasa menyama braya, serta saling asah asih asuh salunglung sabayantaka agar selalu tercipta hubungan yang harmonis dimasyarakat. Selain itu dalam menjalankan kehidupan keseharian krama, harus tetap berlandasakan konsep agama Hindu yakni Tri Hita Karana,”harap Gde Agung. Untuk memotivasi masyarakat dan meringankan beban masyarakat dari segi pendanaan Bupati Badung AA Gde Agung  mepunia Rp. 20 juta dan Ketua DPRD Badung yang diawakili I Wayan Puspa Negara Rp. 5 juta.

Ketua Panitia I Nyoman Regig Maryusa melaporkan, sebelumnya Pura Ulun Tanjung bernama Pura Swagina/Pura Subak yang diempon oleh krama yang mengarap lahan pertanian sebagai tempat mata pencaharaian sehari-hari. Seiring dengan kemajuan jaman, sekarang sudah banyak alih fungsi lahan menjadi, tempat usaha, tempat pemukiman/LC (land consolidation) di Legian Kec. Kuta Kab. Badung khusunya dan Bali umumnya. Atas kondisi itu pada tahun 2004 Tri Manggala di Legian meliputi Lurah, Ketua LPM dan Kelian Desa Adat memutuskan melaksanakan/memulai pemugaran Pura Ulun Tanjung yang dikawatirkan hilang agar di pugar kembali. Pembangunan/pemugaran seluruh pelinggih di Pura Ulun Tanjung Desa Adat Legian dari sejak tahun 2004 sampai dengan 2011 dengan menghabiskan biaya kurang lebih Rp. 1.2  milyar. Pelaksanaan upacara  sudah dimulai dari Redite Paing Ugu (16/10) Nanceb dan mapekeling ke pura-pura, Redite Wage Wayang (23/10) Negteg, Anggara Umanis Wayang (25/10) Mesucian Ke Segara, Puncak karya Buda Paing Wayang (26/10) dan Nyineb Saniscara Kliwon (29/10) mendatang. Biaya upacara kurang lebih sebesar Rp. 400 juta. Semua biaya  baik pisik dan upacara Punia dari Bapak Nyoman Retha Aryana, Para Pengusaha di legian dan krama serta bantuan Pemerintah Daerah Kab. Badung.

Pengurusan E-KTP di Badung Gratis

Mangupura (Metrobali.com)

Program E-KTP di Badung dipastikan gratis. Semua pembiayaan dilakukan negara lewat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Hal ini dikemukakan Kadis Catatan Sipil Badung Drs. I Gede Wijaya, M.M. didampingi Kabag Humas dan Protokol Wayan Weda Darmaja kepada sejumlah wartawan di bilangan Dalung, Badung, Selasa (25/10) kemarin. “Kami pastikan gratis karena dibiayai APBN,” tegasnya.

Terkait dengan E-KTP ini, kata Wijaya yang juga mantan Kabag Humas dan Protokol tersebut, pihaknya tengah melakukan perekaman. Selanjutnya, E-KTP ini akan dicetak di pusat.

E-KTP ini, tegasnya, memiliki chip yang mampu menyimpan data-data pemiliknya. Tak hanya identitas seperti pada KTP konvensional, E-KTP juga berisi rekaman sidik jari dan retina mata. Dengan dua data spesifik ini, tegasnya lagi, takkan ada lagi warga yang memiliki KTP ganda. Dua identitas ini dipastikan tidak bisa dimanipulasi.

Untuk melakukan perekaman ini, katanya, pihaknya masih menemui sejumlah kendala seperti alat dan sumber daya manusia (SDM). Dari segi alat, saat ini baru tersedia dua unit di tiap kecamatan. Sementara itu, SDM-nya berjumlah empat orang. Dari segi jumlah SDM, kata Wijaya, sebesarnya sudah sangat mencukupi. Cuma, tenaga ini tak hanya melayani perekaman terhadap pemohon E-KTP, tetapi juga melayani KTP konvensional yang perlu diperpanjang.

Dengan kondisi ini, katanya, SDM pun terasa kurang. “Walau begitu, kami memaksimalkan tenaga yang ada untuk melayani E-KTP. Jika perlu tenaga sampai dilemburkan,” katanya

 

Data Valid

Mengenai pentingnya E-KTP ini, tegasnya, untuk tersedianya data kependudukan yang valid dan mencegah KTP ganda. Selain E-KTP, ada program strategis yang dilakukan berupa pemutakhiran data kependudukan dan penerbitan NIK.

Ditanya mengenai tujuan jangka pendek dan menengah dari program E-KTP ini, Wijaya menyatakan mampu menyajikan data kependudukan terkait Pilpres 2014 dan pemilukada di daerah masing-masing. Selain itu, E-KTP akan menciptakan peningkatan efektivitas layanan publik. “Tak ada lagi KTP setempat. E-KTP akan berlaku secara nasional,” katanya.

Dengan E-KTP ini, dia meyakinkan tak akan ada lagi warga memiliki KTP ganda untuk tujuan-tujuan negatif seperti tindakan kriminal. Jika ada yang coba-coba untuk membuat KTP ganda, orang itu akan dituntut secara pidana. Satu lagi, dengan E-KTP ini, efektivitas perencanaan pembangunan makin valid. E-KTP ini akan terintegrasi secara online termasuk ke lembaga perbankan dan instansi lainnya.

Dia menyatakan, perekaman ini ditarget tuntas hingga akhir 2011 ini. Jika tak selesai, program ini tetap berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. “Warga masyarakat tetap dilayani setelah tahun 2011,” katanya. (sut)

Bupati Gde Agung Terima Komisaris Jendral Dubes Sanfransisco

Mangupura (Metrobali.com)-

Bupati Badung A.A. Gde Agung,SH menerima kunjungan kehormatan dari Komisaris Jendral Duta Besar Sanfransisco Amerika Serikat Bidang Keuangan dan Pariwisata Mr. Lee di Puspem Badung, Selasa (25/10) kemarin. Ikut mendampingi Bupati dalam penerimaan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Cokorda Raka Darmawan, Ketua PHRI Badung Anak Agung Rai Surya Kusuma.

Dalam kunjungan tersebut Dubes Sanfransisco Mr. Lee yang didampingi Consulat Jendral Indonesia yang berkedudukan di Sanfransisco Asianto Sinambela, beserta Sekretaris Consulat Edwin,  menyampaikan, maksud dan tujuan kunjungan ke Kabuapten Badung untuk mengetahui bagaimana perkembangan kepariwisataan termasuk fasilitas akomodasi pariwisata di Badung dan Bali umumnya. Dalam pertemuan yang penuh kekeluargaan itu Mr. Lee menyampaikan ketakjubannya dengan pariwisata yang ada di Bali dan Kabupaten Badung  yang tidak ada di negara lain di dunia. Lebih jauh ia mengatakan dengan keberadaan pariwisata budaya yang dimiliki ini dapat menjadi barometer kepariwisataan Indonesia.

Bupati Badung A.A. Gde Agung  menyampaikan rasa hormat sekaligus berteima kasih kepada Mr. Lee yang telah meluangkan waktunya untuk berkunjung di Kabupaten Badung.  Menurut Bupati, sektor pariwisata memang menjadi sektor unggulan Badung dan sebagaian besar masyarakat Badung menggantungkan kehidupannya dari sektor pariwisata. Sektor pariwisata juga memberi kontibusi sangat besar kepada perkembangan pembangunan di Kabupaten Badung.  Ditambahkan, Badung merupakan satu dari sembilan Kabupaten/Kota di Bali, yang terbagi kedalam 3 wilayah pembangunan yaitu Badung Utara dengan dominasi aktivitas perkebunan dan tanaman pangan, Badung Tengah dengan dominasi aktivitas pertanian, pariwisata budaya, peternakan dan kebudayaan dan Badung Selatan dengan dominasi aktivitas pariwisata, perikanan, dan industri kecil. “Sektor pariwisata memang menjadi sektor unggulan di Kabupaten Badung dengan mengandalkan pariwisata budaya dengan tetap melestarikan kearifan lokal, keunikan seni dan alamnya menjadikan pariwisata sebagai primadona dan sumber pendapatan. Disamping itu sektor pertanian dalam arti luas juga terus dikembangkan untuk menunjang sektor pariwisata serta industri kecil dan menengah,” kata Bupati.

Dalam kunjungannya Komisaris Jendral Kedubes Sanfransisco, Mr. Lee tidak henti-hentinya menyampaikan kekagumannya dengan keberadan dan pembangunan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung,  Mangupraja Mandala yang begitu kental dengan nuansa arsitektur tradisional Bali dan atmosfir alamnya yang masih asri. Diakhir kunjungan sebagai rasa persaudaraan dan silahturahmi antara Pemerintah Badung dan Amerika Serikat, dilakukan pertukaran cendramata antara Bupati Badung A.A. Gde Agung  dan Komisaris Jenderal Kedubes Sanfransisco Amerika Serikat Mr. Lee.     (Humas Badung)