Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

107 Sulinggih di Rsi Bujana KMPB : Pilih Gubernur Satya Wacana dan ber-Kontrak Politik

Metro Bali
single-image

Denpasar (Metrobali.com)-

Selain tugas-tugas ngelokapalasraya atau muput upakara,  Sulinggih juga merupakan simbol dari kebenaran dan pencerahan terhadap kebodohan, yang punya peran sosial membimbing masyarakat, termasuk para pemimpin, menuju kehidupan sosial yang lebih adil dan sejahtera. Karena permasalahan sosial semakin kompleks, Sulinggih juga diharapkan berbicara untuk meluruskan ketidakadilan di masyarakat.

Dalam konteks pemilihan gubernur Bali ke depan, para Sulinggih sepakat dengan langkah-langkah KMPB (Koalisi Masyarakat untuk Pilgub Bali) yang mengangkat soal kontrak politik bagi cagub-cawagub, agar rakyat memperoleh gubernur yang mengikatkan komitmennya secara tertulis dalam pakta integritas, yang nantinya menjadi sarana untuk mengontrol maupun  menagih. Soalnya, sejumlah janji yang diwacanakan dalam kampanye terbuka dianggap tidak cukup kuat untuk mengontrol, dan karenanya komitmen tertulis diyakini jauh lebih baik. Uniknya, koalisi independen tersebut sama sekali tidak mengarahkan pilihan pada kandidat tertentu, karena yang lebih dipentingkan adalah syarat-syarat pemimpin yang layak dipilih, guna kepentingan masyarakat dan Bali ke depan.

                Adapun masalah-masalah Bali yang hendak dititipkan KMPB untuk masuk kontrak politik adalah pentingnya melestarikan bahasa Bali melalui regulasi yang memasukkannya dalam matapelajaran di sekolah, penghargaan terhadap Sarwa Sadhaka dalam upacara-upacara yang diselenggarakan pemerintah dan masyarakat, memperjuangkan otonomi khusus untuk Bali, melindungi dan mengamankan tanah-tanah laba pura serta tanah adat dari pengambilalihan oleh investor nakal, melindungi dan mempertahankan bhisama kesucian Pura PHDI dalam Perda Tata Ruang Bali, mencegah dan memberantas korupsi, pemerataan pembangunan di Bali, pentingnya gubernur dan kepala daerah lainnya melibatkan sulinggih semua unsur sebagai Bagawanta dalam pengambilan keputusan, dan sebagainya.Para sulinggih juga meminta semua pasangan Cagub-cawagub menjamin, bahwa setelah pemilihan berlangsung dan ada yang dinyatakan menang maupun kalah,tidak ada bentrok antara ormas pendukung, seperti yang terjadi sebelumnya.
                Demikian rangkuman pendapat yang terungkap dalam  acara Rsi Bujana yang dihadiri 107 sulinggih dari semua unsur, seperti Pedanda, Mpu, Sira Mpu, Rsi, Sri Bhagawan, Dukuh, Kamis (4/4) di Denpasar, seperti dilaporkan Ketua Panitia Rsi Bujana, Made Dewantara Endrawan,SH. Diantara sulinggih yang berbicara adalah Rsi Agni Jayamukthi, Mpu Jaya Dangka Ramana Putra, Mpu Siwa Putra Dhaksa Manuaba, Sira Mpu Darma Sunu, Rsi Bujangga Kerta Buana, Mpu Reka Tanaya, Mpu Siwa Buda Dhaksa Darmita, Pedanda Gde Bang Buruwan Manuaba, Mpu Dhaksa Winata, dan lain-lain. Dari Koalisi,hadir Wayan Sudirta, Prof. Made Bakta, Cokorda Gde Atmaja, Sin Sudiarta, Dr. IGN Sudiana dan Ketua KMPB Putu Wirata Dwikora.
                Mpu Siwa Putra dari Griya Bongkasa menegaskan, Rsi Bujana yang disertai dialog untuk menjaga Bali ke depan tersebut  merupakan tradisi yang baik dan perlu dikembangkan. Bila perlu, lanjutnya, para sulinggih membentuk Forum Sulinggih Bali yang diupayakan bertemu secara periodik untuk membahas masalah-masalah kemasyarakatan dan jadi masukan bagi penguasa.
                Rsi Agni Jayamukthi menambahkan, model Kontrak Politik yang disosialisasikan KMPB, sangatlah positif untuk menghasilkan pemimpin yang punya integritas serta rakyat yang cerdas menggunakan hak pilihnya. ”Melihat substansi aspirasi yang telah dikemukakan, bahwa semuanya bermuara untuk kebaikan Bali ke depan, mestinya tak ada calon gubernur menolak untuk menandatangani kontrak. Dengan kontrak ini,rakyat lebih mendapat jaminan dan pemimpin yang baik pasti terlindungi dari kemungkinan masalah, seperti masalah-masalah hukum yang menimpa banyak pejabat dan mantan pejabat,” kata sulinggih yang duduk juga Ketua Pasaraman Pandita PHDI Bali tersebut.
                Ketua KMPB Putu Wirata Dwikora menyatakan, koalisinya tergerak untuk menggelar acara Rsi Bujana sebagai penghargaan dan penghormatan bagi para Sulinggih yang telah mendampingi para walaka melakukan advokasi-advokasi untuk menjaga kebaikan Bali. Diantaranya, mendampingi walaka yang mengirim delegasi untuk mempertahankan bhisama kesucian pura dan Perda RTRW ke DPRD Bali, yang hasilnya cukup baik. ”Ke depan, pendampingian dan bimbingan sulinggih tetap diperlukan, karena permasalahan Bali semakin kompleks dan berat.Umat memerlukan orang dipercaya untuk memberikan arahan, dan sulinggih adalah figur yang sangat dipercaya karena tidak memiliki banyak kepentingan seperti umumnya walaka,” katanya.
                Ketua PHDI Bali, Gusti Ngurah Sudiana menyatakan, bahwa menurut sastra dan ajaran agama Hindu, Rsi Bujana merupakan hak sulinggih dan kewajiban dari pemimpin untuk memberikannya. RED-MB
Bagikan :
Baca Juga :
Jokowi-Kalla Ucapkan Sumpah Jabatan
4 Comments
  1. Avatar
    Dewa Yoga 7 years ago
    Reply

    Pak wirata salam hangat……jeg be di politik bapake ene…..gaiamana BCW nya…korupsi semakin marak……ne…….tolong jangan di wacth aja …..saya tunggu actiannya meminimal korupsi..

  2. Avatar
    mansuwela 7 years ago
    Reply

    Jog sulinggih2 jani pade bareng mePOLiTiKaN….puk….??? Gumi Nak be sayan2 WaYaH nee…?!

  3. Avatar
    Man De 7 years ago
    Reply

    pedalem pare sulinggih naak … dadi atiii … jeg sube ngiliis be nyeen biang keroook neee … mulee kekeenee dogen geginaan nee …

  4. Avatar
    wah dedy pinatih 7 years ago
    Reply

    Niki wau patut mangda pembangunan nganggen asta kosala kosali, mangda investor diminimalisir, mangda ajeg bahasa dan budaya Bali. Matur suksma Ratu Sulinggih lan KMPB, dumogi rahayu.

Leave a Comment

Your email address will not be published.